berita padang - berita sumbar
headline
home berita Sijunjung

Ternyata Tidak Hanya Solsel, Kerusakan Lingkungan Berat Akibat Ilegal Mining Terjadi di Sijunjung

Rabu, 19 Oktober 2016 - 19:07:22 WIB - 338
Ternyata Tidak Hanya Solsel, Kerusakan Lingkungan Berat Akibat Ilegal Mining Terjadi di Sijunjung

SIJUNJUNG -- Hendri Patopang Putra Sijunjung yang kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat tercengang kaget dan miris, pasalnya sawah produktif yang terletak di Nagari Tanjung Sijunjung mengalami kerusakan lingkungan yang parah. Prihatin dengan persoalan lingkungan ini Akhirnya Hendri memutuskan untuk membuat catatan di media sosial dengan nama akun Hendri Patopang dan iapun ingin menyampaikan langsung persolan ini kepada pemangku kebijakan di Sumbar bahwa kerusakan lingkungan tidak saja terjadi di Solok selatan saja tetapi juga terjadi di Nagari Tanjung Kabupaten Sijunjung bertahun-tahun lamanya.


Jika dulunya para petani bisa ke sawah dengan memanen padi setelah panen padi mereka bisa mendapat tambahan penghasilan dengan mendulang emas, tetapi tidak sekarang sawah tempat mereka mencari makan mereka berubah menjadi lobang-lobang yang mengalami kerusakan lingkungan parah. Dulunya mendulang emas secara tradisonal digantikan mesin excavator yang tentunya akan merusak lingkungan. Pemandangan yang sangat memprihatinkan terlihat di sepanjang aliran sungai Batang Ombilin. Sungai Batang Ombilin dulunya sangat indah dengan airnya yang bersih dan jernih serta begitu banyak populasi ikan yang terdapat didalamnya. Sekarang sudah berubah menjadi hamparan lobang-lobang besar yang mengangah. Air yang dahulunya jernih berubah menjadi kuning dan berlumpur, bagai air kubangan kerbau yang bercampur merkuri. Sungguh suatu kondisi yang sangat tidak baik bagi kesehatan masyarakat.


Sungai yang bersih yang dulunya menjadi kebanggaan bagi anak nagari sekaligus tempat bermain dengan teman sebaya, sekarang sudah tidak ada lagi. Semua berubah menjadi hamparan koral dan tebing-tebing curam yang membahayakan. Jangankan untuk tempat bermain, untuk tempat mandi saja sulit ditemukan Setelah sungai Batang Ombilin hancur terkoyak oleh tangan-tangan rakus, sekarang kita dihadapkan lagi dengan pemandangan yang juga sangat menyedihkan. Sebuah fakta yang terjadi dihadapan kita, yaitu mulainya persawahan penduduk yang masih produktif dijamah oleh alat-alat berat (ekskavator) yang pada akhirnya mengakibatkan persawahan tersebut menjadi kurang produktif. Bagaimana nasib anak cucu kita kelak?. Menurut informasi, pemanbangan ini dilakukan secara bersama oleh pihak yang memegang hak ulayat dengan pihak pengembang (penambang). Begitu ia mengungkapakan sampai bercucuran air mata


Menyikapi aksi perusakan sawah penduduk yang notabenenya sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat. Untuk itu, Hendripun ingin menyapa dan mengetuk jiwa-jiwa yang mulai "mati" dan tidak peduli lagi dengan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal. Katanya, Marilah kita merenung sejenak!, tentang apa yang telah terjadi dihadapan kita saat ini. Sawah dan ladang yang telah diwariskan oleh pendahulu kita secara turun temurun sekarang hilang begitu saja. Tidakkah kita merasakan betapa sulitnya mereka dahulu manaruko dari semak belukar menjadi pesawahan yang subur?. Mungkin saja mereka terpaksa menahan rasa lapar saat melewati masa-masa sulit dengan peralatan yang terbatas, supaya anak cucunya bisa mendapatkan sesuap nasi. Sekali lagi, mari kita merenung sejenak! Apa benar jiwa kita telah "mati" dibunuh oleh nafsu ketamakan yang hilang karena godaan kekayaan yang semu.


"Ini merupakan catatan saya yang kesekian kalinya, tentang dampak yang ditimbulkan akibat aksi penambangan emas di Kabupaten Sijunjung, khususnya di Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII. Semoga tulisan pendek ini bisa menggugah dan menyentuh hati siapa saja yang membaca dan peduli terhadap keselamatan lingkungan tempat kita tinggal dan juga ekosistem yang berada disekitarnya. Setidaknya, tulisan sederhana ini bisa mewakili perasaan kami yang begitu peduli sekaligus prihatin dengan kondisi yang terjadi saat sekarang ini di nagari yang sangat kami cintai. Semoga apa yang saya tulis ini sempat dibaca oleh para pengambil kebijakan di negeri ini," tulis Hendri Patopang. (HP/RI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,sijunjung,sumatra-barat,tokoh

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Silaturahmi Keluarga Besar Humas Pemko Bukittinggi, Dua Staf Humas Promosi

Silaturahmi Keluarga Besar Humas Pemko Bukittinggi, Dua Staf Humas Promosi

BUKITTINGGI - Dampak dari kebijakan Pemerintah Kota Bukittinggi dari mutasi, rotasi dan promosi ASN di lingkungan...

Satu Pemuda Tewas Ketika Mandi di Bendungan Koto Pulai Padang, Ini Tanggapan Walikota Mahyeldi

Satu Pemuda Tewas Ketika Mandi di Bendungan Koto Pulai Padang, Ini Tanggapan Walikota Mahyeldi

PADANG – Walikota Padang H. Mahyeldi angkat bicara terkait ditemukan mayat Aldo yang dikabarkan hilang setelah...

Wali Nagari Pandam Gadang Kecewa Dengan Sikap Bupati Lima Puluh Kota

Wali Nagari Pandam Gadang Kecewa Dengan Sikap Bupati Lima Puluh Kota

LIMA PULUH KOTA - Selepas upacara sakral Menjemput Jasad Ibrahim Datuk Tan Malaka Rajo Adat Kelarasan Bungo Satangkai...

Bukittinggi Peringati HAB Ke-71, Walikota : Singkirkan Ego Sektoral dari Kemenag

Bukittinggi Peringati HAB Ke-71, Walikota : Singkirkan Ego Sektoral dari Kemenag

BUKITTINGGI - Puncak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama di Kota Bukittinggi berlangsung di pelataran...

JG Kunjungi dan Serap Aspirasi Masyarakat di Gunung Sarik Padang

JG Kunjungi dan Serap Aspirasi Masyarakat di Gunung Sarik Padang

PADANG - Anggota DPD RI Jeffrie Geovanie mengunjungi kelurahan Gunuang Sarik, Kuranji Kota Padang, Ahad, (8/1/2017)....


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu