berita padang - berita sumbar
headline
home berita Sijunjung

Ternyata Tidak Hanya Solsel, Kerusakan Lingkungan Berat Akibat Ilegal Mining Terjadi di Sijunjung

Rabu, 19 Oktober 2016 - 19:07:22 WIB - 479
Ternyata Tidak Hanya Solsel, Kerusakan Lingkungan Berat Akibat Ilegal Mining Terjadi di Sijunjung

SIJUNJUNG -- Hendri Patopang Putra Sijunjung yang kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat tercengang kaget dan miris, pasalnya sawah produktif yang terletak di Nagari Tanjung Sijunjung mengalami kerusakan lingkungan yang parah. Prihatin dengan persoalan lingkungan ini Akhirnya Hendri memutuskan untuk membuat catatan di media sosial dengan nama akun Hendri Patopang dan iapun ingin menyampaikan langsung persolan ini kepada pemangku kebijakan di Sumbar bahwa kerusakan lingkungan tidak saja terjadi di Solok selatan saja tetapi juga terjadi di Nagari Tanjung Kabupaten Sijunjung bertahun-tahun lamanya.


Jika dulunya para petani bisa ke sawah dengan memanen padi setelah panen padi mereka bisa mendapat tambahan penghasilan dengan mendulang emas, tetapi tidak sekarang sawah tempat mereka mencari makan mereka berubah menjadi lobang-lobang yang mengalami kerusakan lingkungan parah. Dulunya mendulang emas secara tradisonal digantikan mesin excavator yang tentunya akan merusak lingkungan. Pemandangan yang sangat memprihatinkan terlihat di sepanjang aliran sungai Batang Ombilin. Sungai Batang Ombilin dulunya sangat indah dengan airnya yang bersih dan jernih serta begitu banyak populasi ikan yang terdapat didalamnya. Sekarang sudah berubah menjadi hamparan lobang-lobang besar yang mengangah. Air yang dahulunya jernih berubah menjadi kuning dan berlumpur, bagai air kubangan kerbau yang bercampur merkuri. Sungguh suatu kondisi yang sangat tidak baik bagi kesehatan masyarakat.


Sungai yang bersih yang dulunya menjadi kebanggaan bagi anak nagari sekaligus tempat bermain dengan teman sebaya, sekarang sudah tidak ada lagi. Semua berubah menjadi hamparan koral dan tebing-tebing curam yang membahayakan. Jangankan untuk tempat bermain, untuk tempat mandi saja sulit ditemukan Setelah sungai Batang Ombilin hancur terkoyak oleh tangan-tangan rakus, sekarang kita dihadapkan lagi dengan pemandangan yang juga sangat menyedihkan. Sebuah fakta yang terjadi dihadapan kita, yaitu mulainya persawahan penduduk yang masih produktif dijamah oleh alat-alat berat (ekskavator) yang pada akhirnya mengakibatkan persawahan tersebut menjadi kurang produktif. Bagaimana nasib anak cucu kita kelak?. Menurut informasi, pemanbangan ini dilakukan secara bersama oleh pihak yang memegang hak ulayat dengan pihak pengembang (penambang). Begitu ia mengungkapakan sampai bercucuran air mata


Menyikapi aksi perusakan sawah penduduk yang notabenenya sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat. Untuk itu, Hendripun ingin menyapa dan mengetuk jiwa-jiwa yang mulai "mati" dan tidak peduli lagi dengan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal. Katanya, Marilah kita merenung sejenak!, tentang apa yang telah terjadi dihadapan kita saat ini. Sawah dan ladang yang telah diwariskan oleh pendahulu kita secara turun temurun sekarang hilang begitu saja. Tidakkah kita merasakan betapa sulitnya mereka dahulu manaruko dari semak belukar menjadi pesawahan yang subur?. Mungkin saja mereka terpaksa menahan rasa lapar saat melewati masa-masa sulit dengan peralatan yang terbatas, supaya anak cucunya bisa mendapatkan sesuap nasi. Sekali lagi, mari kita merenung sejenak! Apa benar jiwa kita telah "mati" dibunuh oleh nafsu ketamakan yang hilang karena godaan kekayaan yang semu.


"Ini merupakan catatan saya yang kesekian kalinya, tentang dampak yang ditimbulkan akibat aksi penambangan emas di Kabupaten Sijunjung, khususnya di Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII. Semoga tulisan pendek ini bisa menggugah dan menyentuh hati siapa saja yang membaca dan peduli terhadap keselamatan lingkungan tempat kita tinggal dan juga ekosistem yang berada disekitarnya. Setidaknya, tulisan sederhana ini bisa mewakili perasaan kami yang begitu peduli sekaligus prihatin dengan kondisi yang terjadi saat sekarang ini di nagari yang sangat kami cintai. Semoga apa yang saya tulis ini sempat dibaca oleh para pengambil kebijakan di negeri ini," tulis Hendri Patopang. (HP/RI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,sijunjung,sumatra-barat,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Lepas Tim PCM Kinali Ikuti Expo Cabang & Ranting Unggulan di Jatim

Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Lepas Tim PCM Kinali Ikuti Expo Cabang & Ranting Unggulan di Jatim

PADANG - Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Buya Shofwan Karim melepas secara resmi PCM Kinali Pasaman Barat yang akan...

Ruas Jalan Kota Batusangkar Banyak Berhiaskan Lobang dan Tak Rata

Ruas Jalan Kota Batusangkar Banyak Berhiaskan Lobang dan Tak Rata

TANAH DATAR - Dari pengamatan yang dilakukan awak media, beberapa ruas jalan dikota Batusangkar Kabupaten Tanah Datar,...

2 Kadis Pemko Payakumbuh Kehilangan Jabatan Setelah Pemeriksaan BPK

2 Kadis Pemko Payakumbuh Kehilangan Jabatan Setelah Pemeriksaan BPK

PAYAKUMBUH - Dua kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat (sumbar) mendapat...

Ignasius Jonan Buka Rakor Pembangunan Infrastruktur Sektor ESDM di Bukittinggi

Ignasius Jonan Buka Rakor Pembangunan Infrastruktur Sektor ESDM di Bukittinggi

BUKITTINGGI - Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar Rapat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur Sektor...

Nelayan yang Hilang di Pulau Pisang Ditemukan Tewas Mengambang

Nelayan yang Hilang di Pulau Pisang Ditemukan Tewas Mengambang

PADANG - Afrizal (48), nelayan yang dikabarkan hilang di sekitar kawasan Pulau Pisang Gadang, Kecamatan Padang Selatan,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu