berita padang - berita sumbar
headline
home berita Sijunjung

Ternyata Tidak Hanya Solsel, Kerusakan Lingkungan Berat Akibat Ilegal Mining Terjadi di Sijunjung

Rabu, 19 Oktober 2016 - 19:07:22 WIB - 449
Ternyata Tidak Hanya Solsel, Kerusakan Lingkungan Berat Akibat Ilegal Mining Terjadi di Sijunjung

SIJUNJUNG -- Hendri Patopang Putra Sijunjung yang kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat tercengang kaget dan miris, pasalnya sawah produktif yang terletak di Nagari Tanjung Sijunjung mengalami kerusakan lingkungan yang parah. Prihatin dengan persoalan lingkungan ini Akhirnya Hendri memutuskan untuk membuat catatan di media sosial dengan nama akun Hendri Patopang dan iapun ingin menyampaikan langsung persolan ini kepada pemangku kebijakan di Sumbar bahwa kerusakan lingkungan tidak saja terjadi di Solok selatan saja tetapi juga terjadi di Nagari Tanjung Kabupaten Sijunjung bertahun-tahun lamanya.


Jika dulunya para petani bisa ke sawah dengan memanen padi setelah panen padi mereka bisa mendapat tambahan penghasilan dengan mendulang emas, tetapi tidak sekarang sawah tempat mereka mencari makan mereka berubah menjadi lobang-lobang yang mengalami kerusakan lingkungan parah. Dulunya mendulang emas secara tradisonal digantikan mesin excavator yang tentunya akan merusak lingkungan. Pemandangan yang sangat memprihatinkan terlihat di sepanjang aliran sungai Batang Ombilin. Sungai Batang Ombilin dulunya sangat indah dengan airnya yang bersih dan jernih serta begitu banyak populasi ikan yang terdapat didalamnya. Sekarang sudah berubah menjadi hamparan lobang-lobang besar yang mengangah. Air yang dahulunya jernih berubah menjadi kuning dan berlumpur, bagai air kubangan kerbau yang bercampur merkuri. Sungguh suatu kondisi yang sangat tidak baik bagi kesehatan masyarakat.


Sungai yang bersih yang dulunya menjadi kebanggaan bagi anak nagari sekaligus tempat bermain dengan teman sebaya, sekarang sudah tidak ada lagi. Semua berubah menjadi hamparan koral dan tebing-tebing curam yang membahayakan. Jangankan untuk tempat bermain, untuk tempat mandi saja sulit ditemukan Setelah sungai Batang Ombilin hancur terkoyak oleh tangan-tangan rakus, sekarang kita dihadapkan lagi dengan pemandangan yang juga sangat menyedihkan. Sebuah fakta yang terjadi dihadapan kita, yaitu mulainya persawahan penduduk yang masih produktif dijamah oleh alat-alat berat (ekskavator) yang pada akhirnya mengakibatkan persawahan tersebut menjadi kurang produktif. Bagaimana nasib anak cucu kita kelak?. Menurut informasi, pemanbangan ini dilakukan secara bersama oleh pihak yang memegang hak ulayat dengan pihak pengembang (penambang). Begitu ia mengungkapakan sampai bercucuran air mata


Menyikapi aksi perusakan sawah penduduk yang notabenenya sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat. Untuk itu, Hendripun ingin menyapa dan mengetuk jiwa-jiwa yang mulai "mati" dan tidak peduli lagi dengan kondisi lingkungan tempat mereka tinggal. Katanya, Marilah kita merenung sejenak!, tentang apa yang telah terjadi dihadapan kita saat ini. Sawah dan ladang yang telah diwariskan oleh pendahulu kita secara turun temurun sekarang hilang begitu saja. Tidakkah kita merasakan betapa sulitnya mereka dahulu manaruko dari semak belukar menjadi pesawahan yang subur?. Mungkin saja mereka terpaksa menahan rasa lapar saat melewati masa-masa sulit dengan peralatan yang terbatas, supaya anak cucunya bisa mendapatkan sesuap nasi. Sekali lagi, mari kita merenung sejenak! Apa benar jiwa kita telah "mati" dibunuh oleh nafsu ketamakan yang hilang karena godaan kekayaan yang semu.


"Ini merupakan catatan saya yang kesekian kalinya, tentang dampak yang ditimbulkan akibat aksi penambangan emas di Kabupaten Sijunjung, khususnya di Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII. Semoga tulisan pendek ini bisa menggugah dan menyentuh hati siapa saja yang membaca dan peduli terhadap keselamatan lingkungan tempat kita tinggal dan juga ekosistem yang berada disekitarnya. Setidaknya, tulisan sederhana ini bisa mewakili perasaan kami yang begitu peduli sekaligus prihatin dengan kondisi yang terjadi saat sekarang ini di nagari yang sangat kami cintai. Semoga apa yang saya tulis ini sempat dibaca oleh para pengambil kebijakan di negeri ini," tulis Hendri Patopang. (HP/RI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,sijunjung,sumatra-barat,tokoh

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Marcel Sacramento Persembahkan Golnya untuk Handi Ramdhan yang Tengah Berduka

Marcel Sacramento Persembahkan Golnya untuk Handi Ramdhan yang Tengah Berduka

BOLA - Striker Semen Padang FC, Marcel Silva Sacramento membeberkan tentang aksinya saat selebrasi usai mencetak gol ke...

Launching Pariaman Fashion Parade 2017, Perpaduan Desain Lokal dan Profesional

Launching Pariaman Fashion Parade 2017, Perpaduan Desain Lokal dan Profesional

ADVERTORIAL PARIAMAN - 11 orang desainer lokal dan profesional hadiri jumpa pers bersama para wartawan, sekaligus...

Main Film Surau dan Silek, Gilang Dirga Kesulitan Belajar Dialek Minang

Main Film Surau dan Silek, Gilang Dirga Kesulitan Belajar Dialek Minang

SHOWBIZ - Presenter Gilang Dirga dikenal sangat mahir menirukan berbagai jenis suara tokoh. Namun Gilang mengaku sangat...

Leg 1 Perempat Final Liga Champions, Juventus Bekuk Barcelona Tiga Gol Tanpa Balas

Leg 1 Perempat Final Liga Champions, Juventus Bekuk Barcelona Tiga Gol Tanpa Balas

BOLA - Pertandingan leg pertama babak perempat final Liga Champions mempertemukan Juventus melawan Barcelona....

Akses dari Pessel ke Solok Kini Lebih Dekat Berkat Jembatan Bayang Nyalo

Akses dari Pessel ke Solok Kini Lebih Dekat Berkat Jembatan Bayang Nyalo

PESISIR SELATAN - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno meresmikan jembatan Bayang Nyalo yang menghubungkan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu