berita padang - berita sumbar
headline
home berita Metro

Ini Penjelasan PT KAI, Mengapa Mesin Mobil Sering Mati Di Atas Rel

Jumat, 28 Oktober 2016 - 07:22:48 WIB - 406
Ini Penjelasan PT KAI, Mengapa Mesin Mobil Sering Mati Di Atas Rel

PADANG - Hati-hati bila menerobos palang pintu kereta Api, kena tabrakan satu kali saja sudah hancur, maka itu di ingatkan pada pengendara roda dua dan empat dan sebagainya, saat melintasi rel kareta api, harus waspada dan hati-hati.


Mari kita simak Penjelasan kenapa mesin mobil sering mati di atas perlintasan rel Kareta Api (KA), kita tahu di kota ini sering terjadi kecelakaan dan musibah di tabrak KA, sehingga terjadi korban jiwa yang sia-sia di sebabkan kurang mematuhi rambu-rambu dan petunjuk dari PT KAI.


Semuanya itu suatu kelalaian pengendara, seharusnya saat melintas rel KA, pengemudi melihat rambu-rambu penyeberangan dan laju kendaraan di perlambat, sudah merasa nyaman baru kendaraanya melintas rel KA dan di laju kembali kendaraannya.


KA memiliki Dilokomotif ada boggie (roda kereta) dimana komponen utamanya adalah dinamo, di dalam dinamo ada unsur magnit yg cukup besar, jika lokomotif seri CC berarti ada 3 rangkaian boggie (6 buah dinamo besar).


Hal ini berdampak pada rel yg terbuat dari baja dapat menghantarkan medan magnet yang sanagt besar sekali sejauh 1KM dari lokomotif.


Saat kendaraan bermotor melintasi rel KA biasanya menggunakan kecepatan rendah, apabila pengendara tidak memindahkan gigi mesin yg lebih rendah maka putaran mesin dinamo kendaraan bermotor dan koil yang ada dapat seketika mati akibat faktor medan magnit boggie KA yg dihantarkan oleh rel KA sangat besar dan kuat, sehingga mesin kendaraan mati mendadak.


Oleh karena itu petugas JPL selalu menutup pintu perlintasan sebelum KA mendekati perlintasan (berjarak -+ 3 Km). Bila ada pengemudi tetap menerobos/melintasi rel KA yg berjarak kurang dr 1 Km akan mengakibatkan mesin dinamo dan koil mobil yg sdh lemah dpt mati karena medan magnet KA di rel sangat besar.


Bila hal ini terjadi segera keluar dari mobil anda, karena mesin mobil akan susah untuk di stater kembali.


Maka di sarankan jgn melintasi rel KA bila sudah terlihat KA walaupun masih berjarak 1 Km dari perlintasan sebidang demi keselamatan anda, Ingat KA tidak bisa mengerem mendadak krn roda dan rel terbuat dari baja sehinga tiddk ada friksi, rata - rata KA akan berhenti sejauh 800 M setelah di rem. (Bagas Senoadji/PPNS Perkeretaapian)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: metro,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Jembatan Siti Nurbaya Kota Padang Kembali jadi Arena Tawuran

Jembatan Siti Nurbaya Kota Padang Kembali jadi Arena Tawuran

PADANG - Diduga terlibat tawuran, tiga pemuda menggunakan sepeda motor babak belur dihajar warga Kampung Batu yang...

KPPOD : Padang Peringkat 17 dari 32 Provinsi se-Indonesia

KPPOD : Padang Peringkat 17 dari 32 Provinsi se-Indonesia

PADANG - KPPOD menggelar seminar regional dan lokakarya terbatas di Hotel Pangeran Beach Padang, Jumat lalu. KPPOD...

Waspada, Aktivitas Gempa di Laut Pesisir Sumbar Meningkat, Ini Kata BMKG

Waspada, Aktivitas Gempa di Laut Pesisir Sumbar Meningkat, Ini Kata BMKG

PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang merilis, aktivitas kegempaan di wilayah laut...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu