minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Politik

Membaca Maksud dan Tujuan Jokowi Temui Prabowo di Hambalang

Selasa, 01 November 2016 - 05:27:43 WIB - 753
Membaca Maksud dan Tujuan Jokowi Temui Prabowo di Hambalang

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendadak berkunjung ke kediaman Ketua umum Gerindra Prabowo Subianto, siang kemarin, Senin (31/10). Kunjungan ini tentu mendapat perhatian publik khususnya dunia perpolitikan Tanah Air.


Wajar, Jokowi dan Prabowo pernah bertarung dalam Pilpres 2014 lalu. Kini keduanya tampak akrab, saling puji satu sama lain. Bahkan Prabowo mengajak mantan Wali Kota Solo itu berkeliling rumah, sembari menunggangi kuda peliharaannya.


"Beliau baik sama saya. Kadang-kadang Gerindra keras tapi ujungnya kita punya kepentingan untuk NKRI," kata Prabowo.


Prabowo menjelaskan, Jokowi meminta pandangan darinya soal beberapa persoalan bangsa. Salah satunya, persoalan keamanan.


"Karena beliau adalah Panglima tertinggi, saya wajib menyampaikan pandangan-pandangan saya. Saya menyampaikan komentar saya," kata mantan Panglima Kostrad ini.


Pertemuan Jokowi dan Prabowo ini juga mengundang banyak spekulasi. Salah satunya tentang isu Pilgub DKI 2017 dan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Ahok diketahui memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi.


4 November nanti, Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah ormas keagamaan bakal menggelar aksi yang diklaim besar-besaran. Tujuannya satu, mendesak penegak hukum segera mengusut tuntas kasus Ahok tersebut.


Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad) Muradi meyakini salah satu yang menjadi topik pembahasan antara Prabowo dan Jokowi adalah menyangkut nasib Ahok pada 4 November nanti. Meskipun, alasan kunjungan Jokowi juga sebagai balasan karena Prabowo pernah berkunjung ke Istana Bogor beberapa waktu lalu.


Muradi menilai, Jokowi bertindak preventif dengan mengunjungi Prabowo dalam antisipasi demonstrasi pada tanggal 4 November lalu. Dia mengatakan, biar bagaimanapun, masih banyak pendukung Prabowo yang anti Jokowi, pasca Pilpres 2014 lalu.


"Katakanlah presiden dapat jaminan dari Pak Prabowo pendukungnya yang menggagas 4 November bisa dikondisikan," analisa Muradi dikutip dari merdeka.com, Senin (31/10) malam.


Muradi juga tak menjamin bahwa "pengkondisian" ini membuat massa pada 4 November nanti menjadi melempem. Hal ini tergantung dampak dari pertemuan Jokowi dan Prabowo itu sendiri.


"Perlu dipertegas, Pak Jokowi masalahnya apakah kemudian diskusi bisa menghasilkan impact positif," kata dia.


Muradi menganalisa, kasus dugaan penistaan terhadap Ahok sebetulnya tak perlu didesak untuk segera diusut tuntas. Sebab, kata dia, dalam aturan jelas, kasus hukum yang terjadi selama proses Pilkada harus ditunda, diselesaikan pasca pemilihan.


Menurut dia, dalam pertemuan di Hambalang, Jokowi berusaha menjelaskan itu. Proses hukum Ahok akan dilakukan pasca pemilihan di DKI selesai dilakukan.


"4 November mengarah ke sana, mendesak (Ahok segera diusut), ini kan non petahana diuntungkan, ini politik yang tidak terlalu baik jika seperti itu, nah presiden ingin menjelaskan itu ke Prabowo. Pilgub DKI inikan mini Pilpres," terang dia.


"Saya pikir Pak Jokowi berikan pesan itu ke Prabowo," imbuhnya.


Muradi pun memprediksi, demo 4 November tidak akan terjadi apa-apa. Hanya aksi demonstrasi seperti biasa, berjalan damai dan tertib, tidak sampai anarkis seperti yang dikhawatirkan. Terlebih, Jokowi sudah temui Prabowo, yang dianggap juga berkepentingan meredam aksi massa untuk bertindak anarkis.


Bahkan dia yakin ada pihak tertentu yang marah dengan pertemuan positif Prabowo dan Jokowi tersebut. Sebab dia yakin, ada penumpang gelap yang mengatasnamakan jihad untuk bertindak anarkis pada demo nanti.


"Kalau melihat presiden mau mendatangi Pak Prabowo, aksi demo berjalan normal, kecuali belum ada pertemuan. Pasti kan ada orang yang marah, karena berarti Pak Prabowo nanti minta jangan dulu jor-joran," pungkasnya. (mrd)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi/merdeka.com
Tag: indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Hermina Group Bangun Rumah Sakit Senilai Rp60 Milyar di Padang

Hermina Group Bangun Rumah Sakit Senilai Rp60 Milyar di Padang

PADANG - Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah meletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Hermina Padang di kawasan...

Sebelum Lebaran 2019, Ruas Tol Padang-Sicincin Sudah Dapat Berfungsi

Sebelum Lebaran 2019, Ruas Tol Padang-Sicincin Sudah Dapat Berfungsi

PADANG PARIAMAN - Pembangunan tol Padang-Pekanbaru akan segera terwujud, karena Pemerintah menargetkan sebelum lebaran...

Rawan Bencana, PMI Kota Bukittinggi Gelar Simulasi Kesiapsiagaan, Berikut Videonya

Rawan Bencana, PMI Kota Bukittinggi Gelar Simulasi Kesiapsiagaan, Berikut Videonya

BUKITTINGGI - Kota Bukittinggi merupakan salah satu kawasan rawan bencana alam. Oleh karena itu masyarakat dituntut...

Delegasi HPI Sumatera Barat Tampilkan Kasanah Budaya Minangkabau dalam Rakernas Ke-16

Delegasi HPI Sumatera Barat Tampilkan Kasanah Budaya Minangkabau dalam Rakernas Ke-16

BUKITTINGGI - Delegasi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumatera Barat yang berjumlah sebanyak 8 orang yang...

Kemkominfo Akan Blokir Nomor HP yang Tak Teregistrasi dengan NIK KTP?

Kemkominfo Akan Blokir Nomor HP yang Tak Teregistrasi dengan NIK KTP?

NASIONAL - Pemerintah melalui Kementerian Kominfo (Kemkominfo) akan mewajibkan pemilik nomor telepon genggam prabayar...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu