minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Makan

Inilah 2 Rumah Makan Padang Tertua di Jakarta

Selasa, 01 November 2016 - 05:56:36 WIB - 1888
Inilah 2 Rumah Makan Padang Tertua di Jakarta

JAKARTA - Nyaris setengah abad yang lalu, bisa menemukan rumah makan Padang otentik di Ibu Kota bukanlah perkara mudah. Pada tahun 1969, hanya ada dua tempat yang menyajikan makan makanan khas Minang yang otentik. Kedua rumah makan itu adalah RM Sepakat di kawasan Mayestik dan RM Pondok Djaja di Pasar Baru.


RM Pondok Djaja


Pemilik rumah makan ini adalah Sjoffian Chaedir (83) tahun. Ia pertama membuka rumah makan Padang tahun 1969. Gerai pertama di Jalan Krekot Bunder, daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat.


"Tahun 1974 pindah ke Hayam Wuruk. Baru empat tahun yang lalu pindah ke sini," tutur Sjoffian, Senin (31/10/2016).


Satu-satunya gerai Pondok Djaja kini ada di Jalan Hasyim Ashari No 13 B, Jakarta Barat. Pada etalase kaca berisi 15 jenis menu masakan khas Sumatera Barat. Uniknya, hanya ada satu koki yang memasak semua makanan dari dulu hingga sekarang.


"Yang memasak istri saya, dari pertama kali buka. Sekarang usianya 84 tahun. Masih dia yang memasak," terang Sjoffian yang lahir di Kota Padang.


Resep dan cara masak tradisional adalah rahasia suksesnya RM Pondok Djaja. Dari 15 menu yang tersaji di etalase, bukan rendang yang paling diincar.Menu paling favorit di sini adalah ayam goreng, lengkap dengan serundeng yang harum dan khas.


"Ayam goreng jadi favorit di sini. Makannya harus bersama sambal petai," tambah Sjoffian.


RM Sepakat


Rumah makan ini terletak di bangunan berlantai tiga di samping Blok M Square, Jakarta Selatan. Sama halnya dengan Pondok Djaja, RM Sepakat juga dibuka sejak 1969. Yuniar (55) adalah salah satu anak pemilik rumah makan sekaligus penerus bisnis orangtuanya.


"Waktu itu pertama kali buka di Panglima Polim, tahun 1967. Awalnya seperti warung, jual kue-kue dan nasi bungkus. Kemudian pindah ke Blok M tahun 1969, baru menjadi rumah makan Padang," tutur Yuniar kepada KompasTravel.


Almarhum ayah Yuniar adalah seorang perantau asal Bukittinggi, sementara ibunya yang kini berusia 84 tahun lahir di Painan. Yuniar sendiri lahir di Padang.


Sebagai keluarga Minang asli, Yuniar berkata, wajib melestarikan khasanah kuliner yang kaya. "Di sini bisa mencicipi gulai gajebo. Jarang sekali di Jakarta," tambah dia.


Gulai gajebo, alias gulai sandung lamur asam padeh adalah salah satu lauk otentik khas Padang yang keberadaannya "terancam punah" di Jakarta.


Bagian punuk sapi, dengan lemak tebal yang menempel di bagian dagingnya, adalah bahan utama masakan ini. Potongan daging berlemak tersebut dimasak asam padeh. Tanpa santan, hanya menggunakan air kelapa. (kp)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,makan,nasional,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Apa Alasan ISIS Klaim Peristiwa Penembakan Las Vegas?

Apa Alasan ISIS Klaim Peristiwa Penembakan Las Vegas?

INTERNASIONAL - Tak lama setelah terjadinya penembakan massal di Las Vegas yang menewaskan setidaknya 59 orang dan...

Presiden Jokowi Batal Berkunjung ke Sumbar, Ini Alasannya

Presiden Jokowi Batal Berkunjung ke Sumbar, Ini Alasannya

PADANG - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) batal berkunjung ke Sumatera Barat pekan depan dalam rangka launching tol...

Duh.. Teluk Bayur Padang Tercemar Lagi, Kali Ini Solar Tumpah

Duh.. Teluk Bayur Padang Tercemar Lagi, Kali Ini Solar Tumpah

PADANG - Setelah tumpahan 50 ton minyak sawit akhir September lalu, pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatera Barat...

Hermina Group Bangun Rumah Sakit Senilai Rp60 Milyar di Padang

Hermina Group Bangun Rumah Sakit Senilai Rp60 Milyar di Padang

PADANG - Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah meletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit Hermina Padang di kawasan...

LPCR PWM Sumbar Gelar Konsolidasi Cabang Ranting Zona III dan Lahirkan Deklarasi Satu Oktober

LPCR PWM Sumbar Gelar Konsolidasi Cabang Ranting Zona III dan Lahirkan Deklarasi Satu Oktober

PADANG PARIAMAN -- Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PW Muhammadiyah Sumatera Barat menggelar konsolidasi...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu