berita padang - berita sumbar
headline
home berita Lima Puluh Kota

PDRI, Sjafruddin Prawiranegara, Kisah Penangkapan Sukarno-Hatta dan Hari Bela Negara

Senin, 19 Desember 2016 - 17:55:52 WIB - 342
PDRI, Sjafruddin Prawiranegara, Kisah Penangkapan Sukarno-Hatta dan Hari Bela Negara

PADANG - Pemerintah mencanangkan 19 Desember sebagai Hari Gerakan Bela Negara secara Nasional. Pada hari itu juga ditetapkan sebagai Hari Bela Negara. Pencanangan ini berdasarkan keputusan Presiden ke-6 RI Susilo bambang Yudhoyono melalui Surat bernomor 28 Tahun 2006 tentang Hari Bela Negara.


Walau keputusan Hari Bela Negara ditetapkan sejak 2006. Namun peringatan perdana Hari Bela Negara baru dilakukan di masa Presiden Joko Widodo pada Jumat 19 Desember 2014. Dalam Peringatan perdana hari bela Negara itu, Jokowi hadir dan bertindak sebagai inspektur upacara.


Dipilihnya19 Desember sebagai Hari Bela Negara merujuk pada deklarasi pendirian Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) oleh Sjafruddin Prawiranegara, yang saat itu menjabat Menteri Kemakmuran RI.


Saat Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditawan Belanda pada 19 Desember 1948, Sjafruddin sedang berada di Bukittinggi, Sumatera Barat.


Melihat kondisi tersebut, Sjafruddin bersama Gubernur Sumatera Barat Teuku Muhammad Hasan, dan seorang tentara berpangkat Kolonel, bernama Hidayat, mengambil inisiatif untuk membentuk pemerintahan darurat.


Inisiatif itu sejatinya sejalan dengan perintah Presiden Sukarno yang dikirim melalui telegram kepada Sjafruddin agar membentuk pemerintahan tersebut.


Namun, belakakangan diketahui telegram itu rupanya tidak pernah diterima Sjafruddin. Berarti, pembentukan PDRI bisa jadi merupakan inisiatif salah seorang tokoh Masyumi itu dikutip dari laman liputan6.com.


Melalui saluran radio darurat, Radio Rimba Raya, yang beroperasi dengan perlengkapan seadanya, Sjafruddin mengumumkan ke dunia internasional bahwa Republik Indonesia masih eksis. Pernyataan itu membantah klaim Belanda yang menyebut bahwa RI sudah tidak ada lagi ketika para pemimpinnya ditangkap.


Sukarno, Hatta, dan para pemimpin sipil lain sebenarnya tak jauh dari Sjafruddin. Mereka dibuang ke Pulau Bangka.


Berdirinya pemerintah darurat itu, akhirnya mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Belanda untuk kembali ke meja perundingan.


Kurang lebih selama delapan bulan (Desember 1948-Juli 1949), PDRI berhasil meneruskan kepemimpinan Republik dengan menjalankan roda pemerintahan secara bergerilya sampai ke wilayah Aceh.


Untuk mengenang sejarah perjuangan PDRI, pemerintah membangun Monumen Nasional Bela Negara di salah satu kawasan yang pernah menjadi basis PDRI dengan area seluas 40 hektare, tepatnya di Jorong Sungai Siriah, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. (lp)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,limapuluh-kota,metro,nasional,peristiwa,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Jokowi Panggil Gubernur Sumbar, Bahas Proyek Tol Hingga Kemiskinan

Jokowi Panggil Gubernur Sumbar, Bahas Proyek Tol Hingga Kemiskinan

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno untuk menghadiri...

Sebelas Orang Jamaah Haji Limapuluh Kota Menyusul dengan Kloter 17

Sebelas Orang Jamaah Haji Limapuluh Kota Menyusul dengan Kloter 17

LIMAPULUH KOTA - 302 jamaah haji Kabupaten Lima Puluh Kota telah diberangkatkan yang tergabung dalam kloter IX...

Satu CJH Asal Limapuluh Kota Meninggal Jelang Berangkat ke Tanah Suci

Satu CJH Asal Limapuluh Kota Meninggal Jelang Berangkat ke Tanah Suci

LIMAPULUH KOTA - Satu orang Calon Jemaah Haji (CJH) asal Jorong Lokuang, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh...

Gerakan Tanam Buah di Pekarangan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pariaman

Gerakan Tanam Buah di Pekarangan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pariaman

PARIAMAN - Petani di Desa Palak Aneh, Pariaman, Sumbar menerapkan program kebun sayur pekarangan guna meningkatkan...

Hujan Guyur Padang dari Siang Hingga Malam, Sejumlah Ruas Jalan Tergenang

Hujan Guyur Padang dari Siang Hingga Malam, Sejumlah Ruas Jalan Tergenang

PADANG - Hujan dengan intensitas sedang melanda Kota Padang dan sekitarnya, Jumat (10/8/2017) dari siang hingga...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu