berita padang - berita sumbar
headline
home berita Nasional

PP Pemuda Muhammadiyah : Majelis Hakim Mesti Tolak Eksepsi PH dan Tahan Ahok

Senin, 26 Desember 2016 - 20:09:58 WIB - 281
PP Pemuda Muhammadiyah : Majelis Hakim Mesti Tolak Eksepsi PH dan Tahan Ahok

JAKARTA - Sidang ketiga kasus dugaan tindak pidana penistaan agama dengan Terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan agenda sidang putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa, (27/12/2016).


Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedrikasman mengatakan Berdasarkan kajian kami terhadap sidang pertama dan kedua, majelis hakim sudah selayaknya secara tegas memutuskan untuk menolak eksepsi terdakwa dan Penasehat Hukum (PH)nya. Dengan alasan eksepsi terdakwa dan PH-nya telah masuk ke pokok perkara, dengan kata lain bukan lagi eksepsi tapi sudah mengarah ke pledoi (pembelaan).


Lanjutnya, dalam eksepsi PH menunjukkan secara jelas dan nyata tidak memahami unsur dan dalil yang dimaksud pada pasal 156a KUHP. PH juga banyak menggunakan istilah dan kondisi yang tidak relevan atas dakwaan JPU. Atas dasar itu kami minta Majelis Hakim melanjutkan persidangan berikutnya dengan agenda pembuktian.


PP Pemuda Muhammadiyah meminta kepada Majelis Hakim untuk segera memerintahkan Penahanan terhadap terdakwa Ahok, karena telah sangat memenuhi syarat untuk itu. Seharusnya dari awal sudah dilakukan penahanan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (4) KUHAP.


Menurutnya, berdasarkan ketentuan Pasal 21 ayat (3) KUHAP menyatakan untuk kepentingan pemeriksaan hakim sidang pengadilan dengan penetapannya berwenang melakukan penahanan, dimana pada saat dimulainya persidangan maka kewenangan untuk melakukan penahanan menjadi kewenangan peradilan. Bahwa walaupun tidak dilakukan penahanan selama proses di Kepolisian dan Kejaksaan, namun berdasarkan kewenangan yang dimiliki oleh Pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 190 huruf a KUHAP sangat dimungkinkan dilakukan penahanan oleh hakim/pengadilan. Pasal 190 huruf a KUHAP berbunyi "Selama pemeriksaan di sidang, jika terdakwa tidak ditahan, pengadilan dapat memerintahkan dengan surat penetapannya untuk menahan terdakwa apabila dipenuhi ketentuan Pasal 21 dan terdapat alasan cukup untuk itu".


Di samping itu bahwa selama ini setiap kasus penodaan agama jika sudah berstatus tersangka pelakunya langsung ditahan. Seperti pada kasus Arswendo, Ahmad Musadeq, Lia Aminuddin dan lain-lain. Hal ini bisa jadi yurispudensi. Sedangkan Ahok saat ini sudah berstatus terdakwa. Kami yakin Majelis Hakim akan sangat adil melihat fakta ini dan akan menegakkan keadilan dengan menahan Ahok.


Keberadaan Majelis Hakim sangat sentral dan menentukan dalam persidangan ini. Kepada merekalah harapan Penegakkan Keadilan dititipkan. Masyarakat pencari keadilan akan dapat menilai apakah hakim tersebut bebas dari intervensi dan bebas pelanggaran etik sehingga harapan terciptanya pengadilan yang berkeadilan dapat terpenuhi.


Tambahnya, publik menunggu ketukan palu Majelis Hakim. Rakyat akan bersama hakim yang pro-keadilan. Majelis Hakim tak perlu takut dengan segala bentuk intervensi apapun bentuknya. (RI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Wako Pariaman Terima 93 Orang Lulusan Baru Fakultas MIPA UNAND

Wako Pariaman Terima 93 Orang Lulusan Baru Fakultas MIPA UNAND

PARIAMAN - Walikota Pariaman Mukhlis Rahman yang juga sebagai Ketua Ikatan Alumni MIPA UNAND, menghadiri sekaligus...

Meski Minoritas, Taiwan Perhatikan Kebutuhan Muslim

Meski Minoritas, Taiwan Perhatikan Kebutuhan Muslim

TAIWAN - Warga Muslim di Taiwan mengaku bebas menjalankan ibadah, halal center dan mendirikan masjid di lingkungan...

Humas Pemko Bukittinggi Sikapi Pemberitaan Media tentang Pelantikan Pejabat Eselon II

Humas Pemko Bukittinggi Sikapi Pemberitaan Media tentang Pelantikan Pejabat Eselon II

BUKITTINGGI - Kabag Humas Pemko Bukittinggi Yulman, SIP, M.M., melalui Kasubag Pemberitaan, Hirwandi Imam menyingkapi...

IKB Asmax Gelar Reuni Akbar

IKB Asmax Gelar Reuni Akbar

BUKITTINGGI - Puluhan tahun tidak bertemu satu dengan lainnya, kini dengan itikad kebersamaan untuk berkumpul kembali,...

Menteri PPPA, Yohana Yembise : Permasalahan yang Dihadapi Perempuan dan Anak Sangat Kompleks

Menteri PPPA, Yohana Yembise : Permasalahan yang Dihadapi Perempuan dan Anak Sangat Kompleks

BUKITTINGGI - Rapat Koordinasi Daerah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu