berita padang - berita sumbar
headline
home berita Padang

Satu Pemuda Tewas Ketika Mandi di Bendungan Koto Pulai Padang, Ini Tanggapan Walikota Mahyeldi

Selasa, 03 Januari 2017 - 21:37:30 WIB - 1167
Satu Pemuda Tewas Ketika Mandi di Bendungan Koto Pulai Padang, Ini Tanggapan Walikota Mahyeldi

PADANG – Walikota Padang H. Mahyeldi angkat bicara terkait ditemukan mayat Aldo yang dikabarkan hilang setelah berselfi dan mandi bersama teman di Bendungan Koto Pulai, Senin (2/1/2016) lalu. Mahyeldipun langsung meminta Balai Wilayah Sungai V segera memperbaiki bendungan Koto Pulai agar tidak terjadi bencana yang merenggut korban.


Akhirnya Bendungan Koto Pulai, Kecamatan Koto Tangah memakan korban jiwa. Seorang warga, Aldo (23) tewas setelah mandi-mandi dan terseret arus sungai, Senin (2/1/2016). Jasadnya ditemukan penambang pasir sehari kemudian.


Mendengar jatuhnya korban di lokasi bendungan itu, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo berharap agar Balai Wilayah Sungai V segera memperbaiki bendungan Koto Pulai. Sehingga tidak jatuh lagi korban di lokasi tersebut.


"Dengan situasi dan kondisi bendungan seperti itu kita harapkan Balai Wilayah Sungai V segera memperbaikinya. Jika intensitas hujan tinggi tentu akan lebih bahaya lagi, kita berharap segera dilakukan perbaikan," harap Mahyeldi.


Mahyeldi mengatakan, sejak awal Pemko tidak merekomendasikan lokasi tersebut sebagai kawasan wisata. Sebab bedungan tersebut rusak akibat banjir bandang. Sehingga cukup banyak besi dan beton yang yang membahayakan.


"Kita tidak merekomendasikan bendungan tersebut (sebagai objek wisata) sebagai tempat mandi-mandi maupun untuk kunjungan wisata, nanti kita akan buat larangan di kawasan tersebut," sebut Mahyeldi.


Walikota Padang menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Aldo yang terseret arus Bendungan Koto Pulai.


"Atas nama Pemerintah Kota Padang kami turut berduka cita atas musibah ini, semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi cobaan," tutur Walikota Padang.


Seperti diketahui, jasad Aldo ditemukan seorang penambang pasir, Selasa (3/1) siang. Penambang pasir, Amaik, menemukan jasad Aldo terapung dan tersangkut tunggul kayu di aliran sungai Batang Kabuang sekitar pukul 12.10 Wib. Jasad korban kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.


Diketahui, sebelumnya Aldo (23) dinyatakan hilang diduga terseret arus sungai saat mandi-mandi di bendungan tersebut pada Senin (2/1/2016) sekira pukul 17.30 WIB.


Pemuda itu bermain menghabiskan liburan tahun baru bersama lima rekan lainnya di bendungan Koto Pulai. (Charlie)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: metro,padang,peristiwa,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Awal 2017, Polres Bukittinggi Bahas Evaluasi Kinerja Selama 2016, Ini Hasilnya

Awal 2017, Polres Bukittinggi Bahas Evaluasi Kinerja Selama 2016, Ini Hasilnya

BUKITTINGGI - Kapolres Bukittinggi, AKBP. Arly Jembar Jumhana, SIK,MH beserta Wakil Kapolres serta jajarannya menggelar...

Ali Mukhni: 100 Hari Kerja OPD Padang Pariaman Harus Punya Terobosan Baru

Ali Mukhni: 100 Hari Kerja OPD Padang Pariaman Harus Punya Terobosan Baru

PADANG PARIAMAN - Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni pimpin rapat evaluasi kerja pertama bersama OPD (Organisasi...

Pelaku IKM Kota Pariaman Ditempa 18 Hari

Pelaku IKM Kota Pariaman Ditempa 18 Hari

PARIAMAN - Keseriusan Pemko Pariaman dalam membangun IKM (Industri Kecil Menengah) terus ditingkatkan, para pelaku IKM...

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni Segera Lantik Pejabat Eselon II.B

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni Segera Lantik Pejabat Eselon II.B

PADANG PARIAMAN – Gonjang-ganjing tentang tertunda-tundanya pelantikan pejabat eselon II.B atau Pimpinan Tinggi...

6 Raperda Tentang RTRW Kota Bukittinggi Disahkan, Ini Penjelasan Walikota

6 Raperda Tentang RTRW Kota Bukittinggi Disahkan, Ini Penjelasan Walikota

BUKITTINGGI - Sidang Paripurna Terbuka DPRD Kota Bukittinggi kembali digelar dengan agenda Penjelasan Rancangan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu