minangkabaunews
Redaksi - Info iklan - Disclaimer - Kontak
Sabtu, 29 November 2014  
facebook twitter
Mahyeldi dan Keteladanan Pemimpin
Sabtu, 24 September 2011 - 16:06:47 WIB
Mahyeldi di lahir di Bukittinggi, 25 Desember 1966, di usianya 45 tahun ini, hingga sekarang ia masih terus berkarya memberikan kontributif bagi masyarakat Kota Padang salahsatunya lewat program KJKS (Koperasi Jasa Keuangan Syariah) yang mengantarkan Kota Padangvmendapatkan penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Sosok seorang H. Mahyeldi Ansharullah,SP Dt Marajo menjadi perhatian media enam bulan belakangan ini pasalnya ketika tampuk pimpinan kota Padang yakni walikota Padang H. Fauzi Bahar harus mengikuti Lemhanas, selama 6 bulan tersebut wakil walikota berubah fungsi menjadi pejabat sementara walikota Padang, kendati kesibukan yang bertambah karena ditinggal pergi walikota Padang, aktivitas rutin dan agenda sibuk lainnya dijalankannyam dengan senyuman tanpa beban dan penuh keikhlasan, sesuai dengan motto hidupnya.."Pekerjaanku adalah ibadahku, melayani masyarakat bagian dari ibadahku…"

Jiwa kepemimpinan yang ditempa sejak menjadi da'i dan politisi baik ketika wakil ketua DPRD Sumbar, periode tahun 2004-2008, dari sinilah Mahyeldi memulai karir politiknya sebagai seorang legistlator, kemudian ia diamanahkan oleh warga Kota Padang untuk mendampingi Walikota Padang menjadi Wakil Walikota Februari 2009 hingga sekarang.

Tidak hanya itu, ia juga pernah bekerja sebagai tenaga pendidik di bimbel Adzkia tahun 1986 hingga tahun 1989. Selain itu ia juga seorang aktivis yakni pernah menjadi Pimpinan Ma'had Almadaniy tahun 1988 hingga tahun 2000. Sekarang ia juga diamanahkan sebagai Ketua BNK KOta Padang, BNK Kota Padang di bawah kepemimpinan Mahyeldi sedang gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba di sekolah-sekolah, kelurahan dan perkantoran.

Ia dikenal di kalangan teman-teman sejawat sebagai pribadi yang lembut, santun, ramah dan rendah hati serta banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan kota Padang, salahsatunya program Koperasi Jasa Keuangan Syariah di 56 kelurahan di kota Padang, di mata rekan-rekan maupun bawahan dia dipandang sosok yang disiplin, tauladan dan santun kepada siapapun, ide segar dan nasehat terus mengalir kepada rekan maupun bawahan. Beliau juga sosok yang disenangi dan suka menebar seyum tak heran setiap kali bertemu dengan siapapun dengan spontan ia lantas melempar senyumnya.

Mahyeldi di mata Harneli Bahar sebagai sorang suami panutan karena ia senantisa mengamalkan keteladan seorang pemimpin sesuai Sunnah baik di keluarga, masayrakat bahkan hingga di kantor Balaikota Padang, pria paruh baya ini akrab dipanggil buya oleh rekan-rekan sejawatnya kalu tidak dinas tetapi kalau dinas ia dipanggil pak wawa ( singkatan dari pak Wakil Walikota).

Sementara itu Harneli merupahka istri yang lembut, santun dan soleha. Harneli diamanahkan sebagai ketua Gerakan organisasi Wanita (GOW). Mahyeldi dikarunia 9 orang anak dari pernikahannya dengan Harneli Bahar yakni Diny Miftahul Muthmainnah, Silmy Izzati, Shofia Shabrina, M. Taufiqur Rahman, Rif'atiy Nizhamiy, M. Fathan, M. Hamdan Maskura, Fauzana Syamila dan Ahda Syakira.

Ingin tahu lebih banyak tentang Mahyeldi silahkan kunjungi www.mahyeldiforpadang.com atau email ke mahyeldi@yahoo.com.



Baca juga :
  • Sepenggal Kisah Tokoh Proklamator
  • Langkah Kuda Asnul ZA, Pejabat PJOK Padang

  • TERKINI
    TERPOPULER
    website murah

     
    Redaksi | Info iklan | Disclaimer | Kontak

    - Pilkada - Pos Polisi - BNK Padang - Pariwisata - Kesehatan - Kosmo - Kriminal - Olahraga - Nasional - Otomotif - Bola - Makan - Metro - ShowBiz - Sosial - Internasional - Peristiwa - Pendidikan - Ekonomi - Seni Budaya - Opini - Muhammadiyah - Bisnis - Minangkabau - Daerah - Perempuan - Tokoh - Teknologi - Politik
     
    Copyright 2011 - 2014 Minangkabaunews All Rights Reserved
    facebook twitter