berita padang - berita sumbar
headline
home berita Nasional

Ini Alasan Polri Jerat Penulis Buku Jokowi Undercover dengan Pasal Rasis

Senin, 09 Januari 2017 - 13:52:51 WIB - 325
Ini Alasan Polri Jerat Penulis Buku Jokowi Undercover dengan Pasal Rasis

NASIONAL - Keluarga Bambang Tri Mulyono, penulis buku Jokowi Undercover merasa janggal dengan pasal yang digunakan Mabes Polri untuk menjerat Bambang. Polisi memasukkan pasal antidiskriminasi dan rasis dalam perkara Bambang.


Polisi menjerat Bambang dengan dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Tidak hanya itu, Bambang Tri juga disangkakan dengan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 yang berbunyi "Setiap orang yang dengan sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi ras dan etnis".


Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan, penetapan tersangka itu karena buku yang ditulis Bambang bernuansa rasis, termasuk berisi hal-hal yang tidak benar dan menebar kebencian.


"Berisi rasis, berisi hal-hal yang tidak benar dan kebohongan, menebar kebencian. Berangkat dari sana, kita bertindak berdasarkan landasan hukum," kata Boy di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/1/2017) dikutip dari laman merdeka.com.


Bukan hanya itu, Bambang juga dianggap sengaja menyebar isi buku di media sosial. Atas dasar itu, polisi menetapkan Bambang sebagai tersangka dan dijerat UU ITE.


"Kan itu disebar di medsos, segala sesuatu yang ada di medsos dicermati didalami dan disaring untuk dilakukan langkah hukum," ujar dia.


Boy memastikan penetapan tersangka terhadap Bambang sesuai dengan prosedur hukum. Apa lagi, polisi sudah memiliki cukup bukti untuk menjerat Bambang.


"Jadi isi rasis, hal tidak sesuai fakta. Jadi berangkat dari sana aja kepolisian," tegas Boy.(mrd)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,metro,nasional

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Pengembangan Kawasan Wisata Lembah Harau Terkendala Izin Lahan, Ini Alasannya

Pengembangan Kawasan Wisata Lembah Harau Terkendala Izin Lahan, Ini Alasannya

LIMA PULUH KOTA - Beberapa kawasan wisata di Indonesia mulai di kembangankan oleh masing-masing daerah yang memiliki...

Pembunuh Pedagang Lontong di Kalumbuak Padang ini Dituntut 20 Tahun Penjara

Pembunuh Pedagang Lontong di Kalumbuak Padang ini Dituntut 20 Tahun Penjara

PADANG - Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri (PN) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menuntut Hamzah Fajar Kelana...

Pengadilan Negeri Batusangkar Sidangkan Kasus Pencurian Cabe 1,5 Kg Yang Dilakukan Santi

Pengadilan Negeri Batusangkar Sidangkan Kasus Pencurian Cabe 1,5 Kg Yang Dilakukan Santi

TANAH DATAR - Akhirnya Santi duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat,...

Target 1 Juta Wisatawan, 30 Guide Bukittinggi Ikuti Pembinaan dan Penerapan Pramuwisata

Target 1 Juta Wisatawan, 30 Guide Bukittinggi Ikuti Pembinaan dan Penerapan Pramuwisata

BUKITTINGGI - Dinas pariwisata pemuda dan olahraga (parpora) kota Bukittinggi menggelar pembinaan dan penerapan...

Presiden Filipina Duterte Memaki Uni Eropa, Puji China

Presiden Filipina Duterte Memaki Uni Eropa, Puji China

INTERNASIONAL - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengecam Uni Eropa (UE). Ia menyebut organisasi kawasan itu munafik....


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu