berita padang - berita sumbar
headline
home berita Padang

Undangan Natal Bahasa Minang & Pakai Rumah Gadang Bikin Heboh, Netizen Ranah Minang Geram

Rabu, 11 Januari 2017 - 10:06:39 WIB - 2839
Undangan Natal Bahasa Minang & Pakai Rumah Gadang Bikin Heboh, Netizen Ranah Minang Geram

PADANG - Adat Basandi Syarak Syarak Bersandi Kitabullah ternodai dengan undangan perayaan Natal dari GPDi Batam yang bikin heboh netizen ranah minang yang beredar luas di dunia maya. Netizen Ranah Minang bereaksi keras.


Dalam surat undangan yang berlatar belakang rumah gadang itu tertulis TEMA KARAMBIA BATAM "TIDAK SEORANGPUN DATANG KEPADA BAPA KALAU TIDAK MEMELALUI AKU"(YOHANES 14:6)


"INDAK SURANG JUWO URANG NAN BISA DATANG KAPADO BAPAK JIKO INYO INDAK MELALUI AMBO"


Undangan perayaan Natal beredar luas media sosial dan masyarakat, akibatnya netizen ranah minang geram. Pihak Paga Ngari menyatakan penggunaan logo Rumah Gadang dan Bahasa Minang adalah simbol yang melekat dengan Minangkabau dengan ciri khas Islam (ABS-SBK).



Ini Pernyataan Sikap Pagar Nagari :


Pernyataan Paga Nagari Sumbar Tentang Penggunaan Logo Rumah Gadang Oleh Pihak GPdi Batam Bahwa Simbol Minangkabau terutama Rumah Gadang adalah simbol yang melekat dengan Minangkabau. Gonjong lurus ke atas mencerminkan tauhid dan kalighrafi Allah yang menunjukkan Adat basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adat Mamakai. Karena itu, kami sepakat Minangkabau adalah Muslim, tidak dapat disebut orang Minangkabau kalau bukan beragama Islam. Dan kalaupun ada orang yang sebelumnya Minangkabau (beragama Islam serta yang orang tua biologisnya berdarah Minangkabau) kemudian orang itu murtad (keluar dari Islam) maka bukan lagi orang Minangkabau.


Bahwa penggunaan Simbol Rumah Gadang tersebut oleh pihak lain yang bukan dari Muslim adalah tidak sah dan kami orang Minangkabau tak akan mengizinkannya.


Bahwa penggunaan Simbol oleh kelompok Gereja GpdI Batam yang mengundang Pdt Yusnita Tanjung (salah seorang Pimpinan Gereja tersebut di Cibinong Jakarta) kami anggap telah melecehkan Minangkabau dengan simbol-simbolnya. Pdt Yusnita Tanjung beserta jemaatnya bukanlah orang Minangkabau dan tak dapat mempergunakannya untuk keperluan penyiaran agama mereka.


Oleh karena itu, pertama, meminta kepada masyarakat Minangkabau yang berada di Batam untuk dapat bekerja sama dengan pihak penegak hukum memperoses kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku di tanah air (NKRI).


Meminta kepada pihak GPdI di Batam dan di Cibinong untuk meminta maaf kepada masyarakat Minangkabau.


Kepada seluruh masyarakat Minangkabau di mana saja berada agar tetap tenang dan tak mudah terprovokasi. Tetap saja waspada dari usaha provokasi dan memecah belah persatuan bangsa.


Padang, 9 Januari 2017


Paga Nagari Sumatera Barat
Pimpinan


Ibnu Aqil D. Ghani

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: daerah,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Madenpom Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Cafe Cinta Fitri Payakumbuh

Madenpom Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Cafe Cinta Fitri Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Rekontruksi perkara dugaan pelecehan seksual yang mengakibatkan sebuah cafe dibakar massa Kamis (19/1)...

Hangat dan Harmoni Warnai Pisah Sambut Priyadi Syukur dengan Pemko Payakumbuh

Hangat dan Harmoni Warnai Pisah Sambut Priyadi Syukur dengan Pemko Payakumbuh

PAYAKUMBUH - Pemko Payakumbuh menggelar acara pisah sambut Pelaksana tugas Walikota Payakumbuh Priadi Syukur dengan...

Walikota Padang Keluarkan SE 15 Februari Sebagai Libur Nasional

Walikota Padang Keluarkan SE 15 Februari Sebagai Libur Nasional

PADANG - Meski tidak seluruh daerah melakukan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 15 Februari 2017 ini,...

10.000 Warga Muhammadiyah Siap Hadiri Aksi 112

10.000 Warga Muhammadiyah Siap Hadiri Aksi 112

JAKARTA - Jutaan muslim seluruh Indonesia diprediksi kembali memutihkan Jakarta, namun aksi ini beda dari sebelumnya...

Kadindagkop UKM Limapuluh : Pelaku Koperasi Perlu Lakukan Terobosan & Inovasi dengan Waserda

Kadindagkop UKM Limapuluh : Pelaku Koperasi Perlu Lakukan Terobosan & Inovasi dengan Waserda

LIMAPULUH KOTA - Koperasi di Limapuluh Kota, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah, tumbuh dan berkembang pesat...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu