berita padang - berita sumbar
headline
home berita Muhammadiyah

Sidang Lanjutan Pemeriksaan Saksi Penistaan Agama, Inilah Kesaksian AMM Pedrikasman

Rabu, 11 Januari 2017 - 16:36:51 WIB - 425
Sidang Lanjutan Pemeriksaan Saksi Penistaan Agama, Inilah Kesaksian AMM Pedrikasman

JAKARTA - Sidang perkara penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, (10/1/2016). Sidang kelima ini masih memeriksa saksi-saksi pelapor dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).


Dalam kesaksiannya Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah, Pedri Kasman mengungkapkan berdasarkan pernyataan Ahok dalam video di Kepulauan Seribu, khususnya pernyataan pada menit ke-24, 20-24 dan 33 ".., dibohongin pakai surat al Maidah 51 macam-macam itu..dibodohin gitu ya.., Kami merasa tersinggung dengan kalimat tersebut sebagai ummat Islam. Keimanan selaku umat islam kami terusik," ujarnya.


Manurut Pedri, Bukti yang kami serahkan berupa satu keping CD yang berisi video lengkap pidato Ahok dengan durasi 1 jam 48 menit 33 detik. Bukan penggalan video 13 detik seperti opini yang dibangun Ahok dan pengacaranya.


Selanjutnya, saya ingin fokus di kalimat "dibohongi pakai Almaidah ayat 51" sebagai pokok perkara dugaan penistaan agama. Pertanyaan-pertanyaan di luar konteks perkara saya menolak untuk menjawab.


Lanjutnya, Banyak pertanyaan dan pernyataan dari pengacara terdakwa yang tidak relevan dengan perkara. Misalnya soal mekanisme yang ada di Pemuda Muhammadiyah, tentang pilkada, kasus Buni Yani, tentang makna pemimpin, termasuk soal tafsir surat al maidah 51.


Pedrikasman menyayangkan cara-cara ini karena hanya menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak perlu. Dan ternyata terindikasi kuat Pihak Ahok memanfaatkan itu untuk membangun opini publik untuk kepentingan politik.


"Saya tegaskan bahwa saya tidak merasa perlu menafsirkan isi Al-Maidah 51 dalam perkara ini. Karena yang dilaporkan adalah soal pernyataan "dibohongi" dan "dibodohi". Bukan soal isi ayat itu. Soal isi dan tafsir Al-Maidah 51 cukuplah menjadi bahasan di internal umat Islam," tuturnya.


Dia meminta Majelis Hakim untuk melakukan penahanan terhadap terdakwa (Ahok) dengan alasan pertama bahwa setiap tersangka kasus penodaan agama selama ini langsung di tahan, kedua ancaman hukumannya 5 tahun penjara sesuai pasal 156a KUHP, ketiga demi menjaga persatuan dan kesatuan, keberagaman dan menghindari konflik sosial. (RI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: muhammadiyah,nasional,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI



BE SMART, READ MORE

Tatap Pileg 2019 dan Pilkada Serentak, Nasdem Sumbar Gelar Rakor Bapilu

Tatap Pileg 2019 dan Pilkada Serentak, Nasdem Sumbar Gelar Rakor Bapilu

PADANG - DPD Partai Nasdem Sumbar menggelar Rapat Koordinasi Bapilu Partai Nasdem se-Sumbar di Hotel Rocky Padang,...

Garap Potensi Daerah, Lima Puluh Kota Kini Miliki BUMNag

Garap Potensi Daerah, Lima Puluh Kota Kini Miliki BUMNag

LIMA PULUH KOTA - Untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menggarap potensi daerah. Kabupaten Lima Puluh Kota,...

Ketua Dasawisma Anggrek 71 Tarok Dipo Wakili Bukittinggi ke Tingkat Sumbar

Ketua Dasawisma Anggrek 71 Tarok Dipo Wakili Bukittinggi ke Tingkat Sumbar

BUKITTINGGI - Keberhasilan ketua kelompok dasawisma Kelurahan Tarok Dipo Kecamatan Guguak Panjang, Deswita, dalam...

Lembah Harau Butuh Infrastruktur Berstandar Internasional

Lembah Harau Butuh Infrastruktur Berstandar Internasional

LIMA PULUH KOTA - Kabupaten Lima Puluh Kota banyak memiliki destinasi wisata yang patut dikunjungi. Namun, hal itu...

Inilah Penjabaran Hukum dan Pungli oleh Kejari Tanah Datar Kepada Kepsek dan Ka.KUA Kemenag

Inilah Penjabaran Hukum dan Pungli oleh Kejari Tanah Datar Kepada Kepsek dan Ka.KUA Kemenag

TANAH DATAR - Dalam rangka meningkatkan kinerja, tugas dan wewenang kejaksaan dalam bidang Peningkatan kesadaran hukum...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu