minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Tanah Datar

Inilah hal Unik dan Spektakuler di Nagari "Durian" Sungayang Tanah Datar

Rabu, 11 Januari 2017 - 23:17:49 WIB - 1180
Inilah hal Unik dan Spektakuler di Nagari "Durian" Sungayang Tanah Datar

TANAH DATAR - Salah satu desa yang sangat terkenal dengan buah berduri yang digemari berbagai kalangan, mulai anak-anak sampai orang dewasa, ada di Sumatera Barat, Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di Nagari Sungayang.

Buah ini bisa menjadi momok menakutkan bagi penderita hipertensi dan kolesterol, karena mempunyai cita rasa yang sangat berbeda, terkadang para penikmat buah ini sering mengabaikan penyakit mereka tatkala lidahnya telah mencicipi nikmat buah berduri asal Sungayang yang sangat terkenal.

"Durian Sungayang".................

Sensasi berbeda akan di rasakan para pemburu buah durian jika telah mencicipi durian Sungayang ini. Durian asli Sungayang Tanah Datar ini memiliki rasa yang manis dan lemak, bentuk biji duriannya ada yang coklat dan kuning.

Saat musim durian tiba untuk harga, jika langsung membeli ke Sungayang, sangat murah dibandingkan di Medan atau Jakarta. Untuk 1 buah, bisa dihargai mulai dari 10 ribuan hingga 20 ribuan.

Selain rasa spektakuler yang hadir dalam beberapa ruas buah durian sungayang, ada beberapa keunikan dan hal yang sangat berbeda saat Musim durian tiba dapat kita saksikan di Nagari Sungayang Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat Indonesia.

1. Peredaran uang otomatis meningkat drastis di nagari saaat musim durian tiba, beberapa pembeli dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, pekanbaru, Medan, Padang, Bukitinggi, Jambi, Lampung bahkan Surabaya datang mengunakan berbagai jenis kendaraan, mulai carry, L-300 bahkan colt Diesel membawa durian durian itu untuk di jual.

"Bayangkan dalam satu malam saat musim durian tiba, bisa 5-8 mobil colt diesel membawa durian sungayang ke berbagai daerah di Indonesia, dan untuk satu unit mobil Colt Diesel mengangkut 4000 buah durian, jika di kalikan minimal Rp. 10.000,- saja per buah nya maka "Toke Durian" (pengumpul buah durian *red) untuk satu mobil bertransaksi Rp.40.000.000,- dan di kalikan 5 mobil saja maka perputaran uang bisa mencapai 200 juta untuk satu harinya, hanya untuk buah-buah durian sungayang, " ujar Datuak Bijo salah seorang Perantau Sungayang yang sengaja pulang dari Rantaunya saat musim durian datang, pada Rabu (11/01/2017).

2. Para penduduk yang memiliki ladang/kebun pada saat musim durian, ada yang meninggalkan rumah mereka, untuk berpindah tempat tinggal di Rumah Pondok/Gubuk yang sengaja mereka buat di areal Ladang/Kebun Durian selama 1 sampai 2 bulan lamanya, bersama anak, cucu dan anggota keluarga yang ada.

Dalam pondok tersebut Peralatan rumah tangga pun telah tersedia, seperti piring, kompor, kasur, pakaian dan kebutuhan lainnya, selama masa musim durian.

"Dalam waktu 1 sampai 2 bulan kami sekeluarga tinggal dan melakukan aktifitas di gubuk ini, karena sekitar 20 batang pohon durian kami di ladang ini, setiap harinya buahnya selalu jatuh sekitar 50 biji setiap harinya mulai dari pagi sampai malam, dan bila terdengar suara buah durian jatuh ketanah, walaupun malam atau dini hari suami saya mengumpulkan untuk di bawa kedalam rumah pondok ini, " tutur yanti salah seorang pemilik Ladang durian di Sungayang yang saat ini tinggal di Pondok/Gubuk jorong 4 Nagari Sungayang bersama suami dan tiga orang anaknya.

3. Dibeberapa jalan desa di Nagari Sungayang ini bahkan masyarakat memasang jaring-jaring penahan seperti jala penangkap ikan di atas jalanan yang di lalui masyarakat atau kendaraan, agar durian yang jatuh tidak menimpa kepala orang dan kendaraan yang lalu lalang di jalanan aspal milik desa tersebut.

4. Satu hal yang cukup unik yang di lakukan masyarakat Sungayang ini, menurut salah seorang tokoh masyarakat di Nagari itu bahwa di daerah sungayang tidak mengenal istilah "Belah Durian", karena sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Sungayang jika ingin menikmati buah durian mereka memotong sama besar buah durian tersebut pada tenggah buah tersebut, diantara ujung dan pangkal buah, sehingga untuk menikmati buahnya mereka mengunakan jari untuk mencongkel buah durian yang yang terletak dalam sekitar 5-7 lobang/ ruas yang ada.

Hingga Dapat di Simpulkan Durian Sungayang benar benar luar biasa dan spektakuler, Jika anda ke Tanah Datar Tak lengkap perjalanan anda jika belum memakan Durian dari Nagari ini.(romeo)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: romeo
Tag: makan,sumatra-barat,tanah-datar

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Wako Pariaman Luruskan Polemik Tidak Ditanda Tanganinya APBD 2018 oleh Dirinya

Wako Pariaman Luruskan Polemik Tidak Ditanda Tanganinya APBD 2018 oleh Dirinya

PARIAMAN - Walikota Pariaman luruskan seputar persoalan jalan-jalan ke luar negeri yang merupakan 1 dari 4 item yang...

Disdukcapil Kota Payakumbuh Gelar Renstra

Disdukcapil Kota Payakumbuh Gelar Renstra

PAYAKUMBUH - Dalam rangka penerapan amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 yang diantaranya mengenai rangkaian kegiatan...

Tertangkap Tangan Buang Sampah Sembarangan di Kota Padang, Siap-siap Terima Sanksi Moral Ini

Tertangkap Tangan Buang Sampah Sembarangan di Kota Padang, Siap-siap Terima Sanksi Moral Ini

PADANG - Belum terlalu efektifnya penerapan Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah membuat Pemerintah Kota...

Kini, Walikota dan Ketua DPRD Payakumbuh Bergelar Pandeka

Kini, Walikota dan Ketua DPRD Payakumbuh Bergelar Pandeka

PAYAKUMBUH - Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau menganugerahkan Gala Pandeka di Festival Silek se-Luak Limopuluah...

Ketua Umum MUI: Untuk Apa Reuni Alumni 212? Masalah Ahok Sudah Selesai

Ketua Umum MUI: Untuk Apa Reuni Alumni 212? Masalah Ahok Sudah Selesai

NASIONAL - Maruf Amin, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, reuni alumni 212 memungkinkan disusupi...


KOMENTAR ANDA



gtv the next boy girl band season 2 padang kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media