minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Seni Budaya

Antara Jawa dan Minangkabau dalam Penciptaan Musik History of Love

Selasa, 24 Januari 2017 - 14:07:44 WIB - 952
Antara Jawa dan Minangkabau dalam Penciptaan Musik History of Love

Oleh: Dita Pahebong


Karya seni tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan melalui proses kreatif yang cukup lama dan tersusun. penciptaan karya musik merupakan proses kerja yang dilakukan seorang komposer mulai dari wilayah gagasan menuju bentuk. Proses yang dimaksud adalah tahapan-tahapan perenungan, tindakan, pembuatan, atau pengolahan sehingga menghasilkan bentuk berupa musik.


Sebuah karya musik sebagai pengungkapan tentang cerita cinta dikemas dalam bentuk penggabungan idium musik yang berangkat dari pengalaman estetis seorang komposer bernama Antonius Edi Dwi Purnama yang akrab dipanggil Purnomo, seorang mahasiswa Etnomusikologi Institut Seni Indonesia Yogyakarta asal Bukittinggi, Sumatera Barat, saat ini menempuh tugas Akhir penciptaan musik.


Karya musik berawal dari ketertarikan pada sebuah perjalanan cinta kedua orang tua. Ayah bernama Aron Suwito Prayitno yang berasal dari daerah Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Pasaman Barat, dan Ibu yang berasal dari daerah Wates, Kulon Progo. Pertemuan keduanya terdapat beberapa pengalaman yang unik sehingga menjadi guyonan dalam keluarga, atas dasar ini sehingga terinspirasi menjadikan sebagai ide dalam penciptaan musik etnis kali ini. Begitu katanya saat diwancarai di atas panggung.


Karya yang diberi judul "Story Of Love" yang dihelat pada 17 januari 2017 di Plaza jurasan Tari Institut Seni Indonesia Yogyakarta tercipta atas Latar belakang ide dari pertemuan kedua orangtua. Kemudian diwujudkan dalam bentuk karya musik instrumental, yaitu gabungan dari budaya Jawa dan Minangkabau kemudian instrumen musik barat sebagai jembatan dari kedua instrumen Jawa dan Minangkabau.


Penggabungan beberapa instrument tradisional ini tentunya tidak terlepas pada pelestarian budaya. Meminjam kalimat dari Endang Caturwati yang mengatakan bahwa tradisi sebagai landasan dasar pemikiran dan pola kreatif bagi para seniman dan ilmuan-ilmuan seni agar seni tradisi tidak lagi dianggap kuno, serta memberikan daya tarik tersendiri terhadap generasi muda agar mau melestarikan tradisi lokal sebagai identitas bangsa.


Terlepas dari pelestarian, kisah yang unik tentang perjalanan cinta kedua orangtua ini disebabkan oleh perbedaan jarak serta latar belakang budaya menjadi warna-warni peristiwa hingga sampai pada jenjang pernikahan. Dalam hal ini, sifat feminim, tegas, berani, cerdas serta bertanggung jawab merupakan sosok seorang Ibu, kemudian dituangkan dengan tangga nada pelog melalui permainan instrumen bonang pelog, slenthem pelog, gender dansuling. Istrumen berikut memiliki karakter suara yang lembut. Sedangkan sifat maskulin, tegas, bertanggungjawab, pintar, dan dewasa. Sebagai sosok Ayah yang digambarkan melalui idium budaya Minangkabau dengan menggunakan instrumen talempong, bansi, dan sarunai. Selanjutnya, menggunakan pola tabuik menjadi penggambaran maskulin serta tegas yang diaplikasikan dengan mengkolaborasikan instrumen drum, rebana, dan Instrumen menyerupai sarunai. Beberpa instrumen lainnya kemudian menjadi pendukung dalam memperkuat suasana yang akan direpresentasikan.


Dalam hal ini, warna cahaya serta simbol-simbol begitu juga dengan kostum sebagai artistik yang menjadi pendukung akan perwujudan konsep tersebut. Seperti yang kita ketahui bahwa audio visual menjadi satu kesatuan dan masing-masing mempunyai peranan dalam sebuah karya seni.
Dalam proses penciptaan musik kali ini, kita selaku pengapresiasi mendapat pengetahuan bahwa pemilihan instrumen merupakan bagian yang terpenting dalam mewujudkan sebuah peristiwa dalam karya seni. Dalam karya Story Of Love kali ini lebih terfokus pada penggambaran fenomena yang bersifat internal, dalam hal ini keluarga, secara kontribusi pada budaya Minangkabau dan jawa hanya terletak pada penggunaan instrumen dengan kemasan-kemasan yang lebih dapat dinikmati di era global ini.


Secara manfaat dari karya tersebut, tentunya merupakan bentuk pelestarian musik, terutama seni musik tradisional Jawa dan Minangkabau, yang kemudian mencakup fungsi musik etnis dalam sebuah pertunjukan, yang memberikan pengalaman dan pengetahuan serta wawasan yang terkandung dalam proses pelestarian musik etnis. Selain itu, juga dapat menjadi tambahan ciptaan karya, memperkaya kreatifitas dalam bidang seni musik tradisional.


*/ Penulis adalah Mahasiswa Etnomusikologi Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: bukittinggi,indonesia,nasional,padang,pasaman-barat,seni-budaya,showbiz,sumatra-barat,unik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sumbar Expo Tahun ini Akan Dihelat di Batam

Sumbar Expo Tahun ini Akan Dihelat di Batam

PADANG - Sumatera Barat akan menggelar Sumatera Barat (Sumbar) Expo 2017 yang akan dilaksanakan di Batam, Provinsi...

Presiden Jokowi Batal Berkunjung ke Sumbar, Ini Alasannya

Presiden Jokowi Batal Berkunjung ke Sumbar, Ini Alasannya

PADANG - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) batal berkunjung ke Sumatera Barat pekan depan dalam rangka launching tol...

Regional Investment Forum (RIF), Padang Butuh Rp3 Triliun untuk Kembangkan Sektor Pariwisata

Regional Investment Forum (RIF), Padang Butuh Rp3 Triliun untuk Kembangkan Sektor Pariwisata

PADANG - Sebagai kota potensial dalam pengembangan sektor pariwisata, Kota Padang bakal menjadi surga investasi. Saat...

Kepala BKPM RI Thomas Lembong Puji Muhammadiyah dan Siap Bersinergi

Kepala BKPM RI Thomas Lembong Puji Muhammadiyah dan Siap Bersinergi

PADANG - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal menggelar kunjungan dan silaturahim ke ranah minang, salah satu...

Heboh Buku Pelajaran SD Berkonten Porno Beredar di Pariaman, Begini Kata KPAI

Heboh Buku Pelajaran SD Berkonten Porno Beredar di Pariaman, Begini Kata KPAI

PARIAMAN - Buku pelajaran berkonten porno tersebar luas di Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kota Pariaman, Sumatera Barat...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu