berita padang - berita sumbar
headline
home berita Ekonomi

Tax Amnesty, Angin Segar yang Kurang Diminati

Selasa, 21 Februari 2017 - 13:59:45 WIB - 396
Tax Amnesty, Angin Segar yang Kurang Diminati

NASIONAL - Wakil Rektor Perbanas Institute, Dr. Wiwiek Prihandini, Ak., M.M., CA menuturkan harapan Pemerintah untuk menarik dana WNI yang berada di luar negeri belum sepenuhnya menjadi kenyataan. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Center for Indonesia Taxation dan OJK, harta likuid WNI di luar negeri mencapai Rp. 700 Triliun, yang direpatriasi baru Rp. 141 Triliun, sedangkan yang disetorkan ke dalam gateway baru 105 triliun.


Program yang memberikan kemudahan, bahkan janji tidak akan ada penyelidikan asal muasal dana warga Indonesia yang berada di luar negeri ini dinilai masih kurang menarik, masih banyak WNI yang tidak berminat menaruh uangnya di Indonesia, terbukti dengan perbandingan komitmen repatriasi dan fakta harta likuid di luar negeri.


Wakil Rektor Perbanas ini menuturkan "Program ini tidak bisa dikatakan tidak berhasil, karena nyatanya sudah ada dana yang terkumpul, agar lebih menarik lagi, Pemerintah dapat membuat insentif seperti tax holiday atau kemudahan izin pembukaan usaha. Dimana usaha tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, namun sebaliknya, jika semakin banyak kemudahan yang diberikan Pemerintah, justru akan menjadi dilema tersendiri karena mencederai orang-orang yang sudah patuh menjalankan ketentuan perpajakan".


Untuk membangun kepatuhan pajak, Pemerintah perlu menyusun strategi yang dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Berdasarkan Slippery Slope Framework, yaitu sinergitas antara power of authorities dan trust in authorities. Power of authorities adalah power otoritas pajak yang menekan masyarakat untuk patuh membayar pajak. Dapat dilakukan pemeriksaan, sanksi atau denda, sedangkan trust in authorities berupa kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah, sehingga masyarakat patuh membayar pajak.


"Dalam meningkatkan penerimaan negara sebaiknya Pemerintah mengajak masyarakat untuk berperan serta. Pemerintah tidak hanya berfokus pada pengelolaan fiskal (APBN), namun juga harus memperhatikan perkembangan industri kreatif, khususnya untuk generasi muda sekaligus dalam rangka mempersiapkan bonus demografi Indonesia tahun 2030," tutur Dr. Wiwiek Prihandini di sela-sela acara syukuran Dies Natalis ke-48 Perbanas Institute, Selasa 21/2/2017). (Arus Akbar Silondae)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Go-Jek Ditolak Hadir di Bukittinggi, Ratusan Sopir Angkot Demo ke DPRD

Go-Jek Ditolak Hadir di Bukittinggi, Ratusan Sopir Angkot Demo ke DPRD

BUKITTINGGI - Dua pekan Go-Jek beroperasi di Kota Bukittinggi mendapat penolakan. Ratusan sopir angkot dan organda...

Pariaman Berlakukan One Day For Children, Apa Itu?

Pariaman Berlakukan One Day For Children, Apa Itu?

PARIAMAN - Walikota Pariaman Mukhlis Rahman resmikan One Day for Children (satu hari bersama anak) yang diangkatkan...

Bhakti TNI KB-Kes 2017, Kodim 0308 Gandeng Pemko Pariaman dan Pemkab Padang Pariaman

Bhakti TNI KB-Kes 2017, Kodim 0308 Gandeng Pemko Pariaman dan Pemkab Padang Pariaman

PARIAMAN - Kodim 0308 Pariaman yang dikomandoi Letkol. Arh. Hermawansyah gandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan...

Pawai Telong-Telong Bikin Kota Padang jadi Warna-warni di Malam Hari

Pawai Telong-Telong Bikin Kota Padang jadi Warna-warni di Malam Hari

PADANG - Kota Padang kembali disapa event keren. Bagi yang suka cahaya warna-warni di malam hari, baiknya kosongkan...

Mengenai Keharusan Full Day School, Ini Penjelasan Jokowi

Mengenai Keharusan Full Day School, Ini Penjelasan Jokowi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak ada keharusan bagi sekolah untuk menerapkan program pendidikan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu