minangkabaunews
Redaksi - Info iklan - Disclaimer - Kontak
Kamis, 27 November 2014  
facebook twitter
Bank Syariah Kurang dilirik Nasabah
Jumat, 30 September 2011 - 22:34:20 WIB
Padang, MinangkabauNews -- Salah satu tantangan utama perbankan di Indonesia saat ini, adalah sulitnya mencari nasabah baru. Bank Syariah salah satunya sebagai pendatang baru, harus bersaing dengan bank konvensional.

"Untuk itu sangat penting diketahui mengapa nasabah enggan beralih ke bank Syariah, dan pada dasarnya nasabah bukan tidak mau beralih dari bank konvensional ke bank Syariah, namun masih enggan," ungkap Agus Arman, pengamat perbankan di Gedung Bank Indonesia (BI) Padang, Kamis (29/9).

Menurut Agus, bagi nasabah isunya bukan lagi soal halal atau haram, tetapi bagaimana kepentingan nasabah dapat diakomodir oleh perbankan, dan penting pula diketahui bagaimana tanggapan nasabah terhadap bank syariah.

Di Padang, lanjut Agus, telah dilakukan penelitian, dimana responden meliputi nasabah bank konvensional yang belum memiliki rekening pada bank syariah, dan nasabah bank syariah namun relatif masih kecil.

Selain itu, hasil pengamatan dikonfirmasi kepada karyawan bank syariah yang kompoten. Dari hasil penelitian, terdapat berbagai tanggapan antara lain adanya keraguan tentang syariah dan bank Syariah, penggunaan istilah-istilah untuk produk dan jasa syariah dianggap kurang familiar.

"Bahkan, informasi tentang produk dan jasa dan keunggulannya belum diketahui dan tidak begitu agresif. Faktor lain yang menyebabkan kurangnya nasabah beralih ke bank syariah antara lain mesin ATM yang terbatas, lokasi kurang strategis, ruang kantor yang sempit, faktor kenyamanan bertransaksi, fasilitas online terbatas, serta jaringan kerjasama instansi yang juga terbatas," terang Agus.

Sementara itu, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan terkait perbankan Syariah karena melihat berbagai potensi yang dimiliki bank syariah.

BI melihat perkembangan Bank Syariah di Indonesia terus berkembang, dan maju semakin cepat sejak tahun 1992 dengan pertumbuhan rata-rata diatas 30 % per tahun.

"Dilihat dari hasil pembiayaan Bank Syariah di tahun 2010, telah menembus diangka Rp100 triliun, sehingga menempatkan bank syariah sebagai 10 Bank terbesar di Indonesia," kata Roy Cohar, Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia.

Menurut Roy, pertumbuhan jumlah rekening Dana Pihak Ketiga,(DPK) dan PYD hingga akhir Juli 2011, telah mencapai Rp1,1 triliun, atau mengalami pertumbuhan tiga kali lipat.

"Tingginya pertumbuhan DPK perbankan Syariah disebabkan masih kompetitifnya imbas bagi hasil yang ditawarkan bank Syariah," jelasnya.

Pimpinan Bank Indonesia Lambok A Siahaan, mengungkapkan, Sulsel terus mencatat kemajuan yang signifikan sampai dengan agustus 2011, baik dari total aset penghimpunan dana maupun penyaluran pembiayaan.

Untuk aset perbankan syariah berada pada posisi Agustus 2011 tumbuh 56,91 % menjadi Rp2,78 triliun. Nilai aset tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan aset posisi Agustus 2010 dan Desember 2010, yang masing-masing baru mencapai 1,90%.

"Dengan pertumbuhan aset yang cukup besar, aset bank syariah terhadap total aset Bank umum Sulsel meningkat dari 3,92% pada Agustus 2010 menjadi 4,72% pada posisi Agustus 2011, " terang Lambok.

Demikian pula dari segi penghimpunan dana, tumbuh sebesar 34,13% menjadi Rp1,31 triliun (Agustus 2010 sebesar Rp982 miliar dan Desember 2011 Rp1,13 miliar). Sebagian besar terdiri dari tabungan dan deposito.

Sementara pertumbuhan pembiayaan syariah mencapai 52,95 %. Dengan angka pertumbuhan tersebut, pembiayaan syariah Agustus 2011 mencapai Rp2,81 triliun, atau memiliki share 5,44% terhadap total kredit bank umum.

Nilai pembiayaan di maksud, kata Lambok, juga jauh lebih besar dibandingkan posisi Agustus 2010 sebesar Rp1,83 triliun, dan Desember 2010 sebesar Rp2,02 triliun.

Berdasarkan jenis pembiayaan maka pembiayaan bersifat masih relatif dominan dengan pangsa 61,08%, sedangkan untuk mendukung kegiatan produktif, yaitu untuk pembiayaan modal kerja dan investasi masing-masing sebesar 24,05% dan 14,43%.

"Pertumbuhan volume usaha perbankan syariah didukung sejumlah bank, dan jaringan kantor perbankan syariah di Sulsel sebanyak 15 kantor yang dioperasikan pada enam bank umum," jelas Lambok.



Baca juga :
  • Industri Pembiayaan Tumbuh 30 %
  • Bisnis Ritel Tumbuh 1,60%
  • Pertumbuhan Keuangan KJKS Padang Rata-rata 20-30%
  • Harga Emas Turun, Bank Syariah Siapkan Dana Cadangan
  • Musim Haji, Omzet Pedagang Ayam Turun 50%

  • TERKINI
    TERPOPULER
    website murah

     
    Redaksi | Info iklan | Disclaimer | Kontak

    - Pilkada - Pos Polisi - BNK Padang - Pariwisata - Kesehatan - Kosmo - Kriminal - Olahraga - Nasional - Otomotif - Bola - Makan - Metro - ShowBiz - Sosial - Internasional - Peristiwa - Pendidikan - Ekonomi - Seni Budaya - Opini - Muhammadiyah - Bisnis - Minangkabau - Daerah - Perempuan - Tokoh - Teknologi - Politik
     
    Copyright 2011 - 2014 Minangkabaunews All Rights Reserved
    facebook twitter