minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Pesisir Selatan

Alat Pendeteksi Tsunami Seharga Rp1 Miliar di Pessel Sumbar Hilang Digondol Maling

Rabu, 29 Maret 2017 - 00:28:06 WIB - 590
Alat Pendeteksi Tsunami Seharga Rp1 Miliar di Pessel Sumbar Hilang Digondol Maling

PESISIR SELATAN - Sirine peringatan dini Tsunami yang terletak di atas Bukit Biawak Kenagarian Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) dilaporkan hilang setelah ruang penyimpanan alat tersebut "dikupak" maling.


Alat-alat yang dilaporkan hilang dari ruangan itu berupa pepeater Dinas Sosial Sumbar, repeater BNPB, repeater BPBD Provinsi Sumatera Barat, repeater milik PMI, accu VRLA 8 unit dan antena cellwave


"Total berat barang yang hilang itu sekira 1,2 ton dengan nilainya Rp1 miliar," kata Ketua dua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Sumatera Barat Suri Hamdazir, Selasa (28/3/2017).


"Pintu ruangan yeng terbuat dari besi berlubang bekas "dikupak". Alat-alat seperti sirine tsunami dan alat komunikasi, sangat penting bagi kami untuk untuk mengurangi resiko bencana," tuturnya.


Suri menjelaskan, peristiwa hilangnya alat-alat tersebut baru diketahui pada minggu pagi. "Kami sampai di lokasi ternyata pintu sudah terbuka dan ada bekas congkelan. Ternyata pas dilihat ke dalam semuanya sudah raib," jelasnya.


Sementara Kepala Markas PMI Sumbar, Hidayatul Irwan menuturkan kecurigaan hilangnya alat tersebut saat BPBD Pesisir Selatan pada Minggu, (26/3) melakukan uji coba sirine dengan alat sistem peringatan dini gempa dan tsunami yang ada di Bukit Biawak. Setelah dilakukan beberapa kali uji coba sirine, namun tidak ada respon antara tower pemancar dengan sistem yang ada di kantor BPBD Pessel.


"Setelah tim BPBD melakukan pengecekan tersebut pada hari Senin kemarin ternyata peralatan yang disimpan dalam ruang dengan pintu besi sudah terbuka. Padahal alat tersebut sangat penting dan membantu menyelamatkan ribuan nyawa orang pada saat terjadi bencana," terangnya.


Hilangnya sejumlah alat komunikasi dan sirine tsunami tersebut petugas BPBD Persisir Selatan melaporkan kejadian tersebut Polres Pesisir Selatan dengan nomor STTLP/103/B/III/2017/SPKT-II/Res Pes-Sel.(romeo)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Foto : Suri Hamdazir
Tag: hukum,kriminal,metro,pesisir-selatan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pers Rilis Qbar : Masyarakat Laporkan Dugaan Maladministrasi Komisi Informasi Sumbar

Pers Rilis Qbar : Masyarakat Laporkan Dugaan Maladministrasi Komisi Informasi Sumbar

PADANG - Perjuangan menolak masukan investasi pertambangan di daerah mereka belum juga surut. Kali ini masyarakat...

Atraksi Tapak Suci MTsM Lakitan Pukau Peserta Rapimwil Muhammadiyah Sumbar

Atraksi Tapak Suci MTsM Lakitan Pukau Peserta Rapimwil Muhammadiyah Sumbar

PESSEL - Rapat pimpinan Muhammadiyah Sumbar Ahad (8/10/2017) dibuka dengan penampilan atraksi silat dari Tapak Suci...

DPRD Kota Pariaman Sahkan APBD-P Kota Pariaman Tahun 2017

DPRD Kota Pariaman Sahkan APBD-P Kota Pariaman Tahun 2017

PARIAMAN - Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD P) Kota Pariaman disahkan menjadi APBD P Kota...

Semen Padang FC Siap Tampil Habis-habisan di Kandang Persela Lamongan

Semen Padang FC Siap Tampil Habis-habisan di Kandang Persela Lamongan

BOLA - Semen Padang FC punya tugas besar menghadapi Persela Lamongan dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion...

Lestarikan Adat Minang, LKAAM akan Gelar Iven Pariaman Batagak Gala II

Lestarikan Adat Minang, LKAAM akan Gelar Iven Pariaman Batagak Gala II

PARIAMAN - Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Pariaman, menggelar Rapat persiapan untuk...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu