minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Internasional

Rusia Ancam Kerahkan Kekuatan Penuh jika AS Berani Serang Suriah

Selasa, 11 April 2017 - 05:43:55 WIB - 531
Rusia Ancam Kerahkan Kekuatan Penuh jika AS Berani Serang Suriah

INTERNASIONAL - Tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memerintahkan serangan rudal ke pangkalan militer Suriah berbuntut panjang. Rusia dan Iran mengancam akan mengerahkan pasukan yang lebih besar jika negara adidaya tersebut kembali melanggar garis merah sekali lagi.


Dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (11/4/2017), ancaman itu diungkapkan sebagai tanggapan atas serangan rudal Tomahawk yang menghancurkan pangkalan militer Suriah di Homs. Kedua negara ini beraliansi untuk mendukung penuh kekuasaan Presiden Bashar al-Assad atas negerinya.


"Apa yang dilancarkan Amerika dalam agresi terhadap Suriah merupakan melewati batas merah. Mulai saat ini kami akan merespons dengan kekuatan penuh setiap agresor atau penerobosan batas merah dari siapapun itu, dan Amerika tahu kemampuan kami untuk meresponsnya dengan baik," demikian pernyataan pusat komando gabungan.


Donald Trump menyatakan serangan terhadap pangkalan udara al-Shayrat dekat Homs dengan menembakkan 59 rudal Tomahawk merupakan telah mewakili dunia. Markas itu diduga dipakai pasukan loyalis Assad untuk mempersiapkan serangan gas beracun, yang menewaskan lebih dari 70 warga sipil, termasuk anak-anak.


Menteri Pertahanan Inggris, Sir Michael Fallon, meminta Rusia untuk mengendalikan Assad. Dia juga menyebut Moskow bertanggung jawab atas setiap kematian warga sipil di Khan Sheikhoun.


Fallon menyebut serangan itu terjadi dalam pantauan mereka, dan Vladimir Putin harus menepati janjinya untuk menghancurkan senjata kimia milik Assad.


Inggris, AS dan Prancis menuduh rezim Assad melakukan serangan gas terhadap kota yang dikuasai pasukan pemberontak Suriah, namun Damaskus membantah tuduhan itu dan mengaku sudah menghancurkan penyimpanan senjata kimia sesuai perjanjian internasional pada 2013 lalu.


Sebagai tanggapan atas serangan AS tersebut, Rusia telah mengirimkan kapal perang bernama Admiral Grigorovich yang dilengkapi rudal jelajah. Kapal tersebut selama ini ditempatkan di Laut Hitam.


"Kapal ini akan beroperasi di kawasan tersebut untuk menghadapi perubahan situasi militer," lapor media pelat perah Rusia, sembari menambahkan kapal itu dilengkapi rudal jelajah, sistem pertahanan rudal, artileri, senjata anti-pesawat, torpedo dan sebuah dok helikopter.(mrd)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/merdeka
Tag: internasional,metro,peristiwa

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Peduli Rohingya, Seniman Minang Turun ke Jalan

Peduli Rohingya, Seniman Minang Turun ke Jalan

PADANG - Aksi kemanusiaan terus digalang untuk kaum muslim di Rohingya. Teranyar, Seniman Minang se-Sumatera Barat yang...

Pariaman Serahkan 7 SK CPNS kepada Penyuluh Pertanian

Pariaman Serahkan 7 SK CPNS kepada Penyuluh Pertanian

PARIAMAN - Wakil Walikota Pariaman Genius Umar serahkan SK CPNS kepada tujuh orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu...

Torabika Campus Cup 2017 Resmi Dibuka di Padang, 80 Universitas Siap Bersaing

Torabika Campus Cup 2017 Resmi Dibuka di Padang, 80 Universitas Siap Bersaing

PADANG - Torabika Campus Cup kembali hadir di Kota Padang, Sumbar. Ivent bergengsi ini diikuti oleh 80 kampus dari lima...

 Bantu Etnis Rohingya, Jokowi Utus Menlu ke Myanmar dan Bangladesh

Bantu Etnis Rohingya, Jokowi Utus Menlu ke Myanmar dan Bangladesh

NASIONAL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah Indonesia tak hanya sekedar melakukan kecaman terhadap...

Ribuan Pelajar se-Bukittinggi Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat dan Pemeriksaan Golongan Darah Gratis

Ribuan Pelajar se-Bukittinggi Tumpah Ruah Ikuti Jalan Sehat dan Pemeriksaan Golongan Darah Gratis

BUKITTINGGI - Ribuan peserta pelajar sekolah dasar hingga sekolah lanjutan atas sederajat dan warga masyarakat...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu