minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Opini

Quick Count Putaran Dua Pikada DKI Hasilkan Pemimpin Jakarta Baru

Kamis, 20 April 2017 - 01:50:53 WIB - 514
Quick Count Putaran Dua Pikada DKI Hasilkan Pemimpin Jakarta Baru

Oleh: Ikhwan Arif


Kontestasi Pemilihan Gubermur DKI Jakarta Putaran Kedua Tahun 2017 telah mencapai puncak kematangan. Pemilihan ini menandakan sengitnya persaingan yang terjadi di Jakarta. Persaingan yang ketat berimplikasi terhadap tingginya tensi masyarakat untuk segera mengetahui hasil Pilgub DKI Jakarta kali ini. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, beberapa lembaga survei resmi merilis hasil perhitungan cepat pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Putaran Kedua Tahun 2017.

Dari hasil quick count yang diselenggarakan beberapa lembaga survei pasangan nomor urut 3 Anies Rasyied Baswedan – Sandiaga Salahuddin Uno unggul dari pasangan nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Syaiful Hidayat. Salah satunya Lembaga Voxpol Center Research And Consulting dengan perolehan hasil suara Anis – Sandi sebesar 59,40% berbanding Ahok – Djarot 40.60%. Sebagian besar lembaga survey menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan margin error 1%. Metode yang digunakan pada umumnya untuk Quick Count ini adalah systematic random sampling yang mana sampel diacak secara sistematis sesuai pola yang telah ditentukan.


Pada Pilgub DKI Jakarta kali ini adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam memilih. Partisipasi pemilih pada Pilgub putaran kedua ini naik sekitar 1% dibandingkan pada putaran pertama yaitu sebelumnya 77% menjadi 78%. Berkaca pada putaran pertama pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylvi memperoleh suara sebesar 17%. Pada hasil ini tentuya yang dilihat kemana limpahan suara AHY-Sylvi.

Tepat pada perolehan hasil quick count putaran kedua ini suara Anis meningkat drastis dibandingkan Ahok. Merapatnya segmen pemilih AHY-Sylvi kepada pasangan Anis-Sandi merupakan suntikan positif terhadap perolehan suara Anis. Kemiripan pemilih AHY-Sylvi dan Anis ternyata tidak membuat para pendukung pasangan tersebut menyia-nyiakan hak pilih mereka untuk mendukung pasangan Anis-Sandi.

Kemenangan pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno ini menandakan bahwa pasangan tersebut berhasil mendapatkan limpahan suara yang besar dari pasangan Agus Harimurti – Sylviana Murni. Kesamaan basis pemilih Islam antara AHY- Slyvi menjadi faktor utama adanya kenaikan drastis suara pasangan Anies-Sandi. Pernyataan sikap partai PPP dan PKB secara institusional untuk mendukung pasangan Basuki-Djarot tidak serta merta diikuti oleh para kader dan simpatisannya. Pernyataan sikap partai seakan hanya menjadi himbauan yang terabaikan, oleh para kader dan simpatisan.

Kuatnya kinerja partai pendukung dan relawan pasangan Anies-Sandi juga merupakan faktor penentu yang tidak bisa dihindarkan. Kuatnya basis massa Basuki-Djarot di daerah Jakarta Utara dan Jakarta Barat berhasil dipangkas oleh para relawan dan pendukung Anies-Sandi. Degradasi pemilih ini jelas terjadi di daerah Jakarta Barat yang sebelumnya merupakan basis suara Basuki-Djarot berdasarkan hitungan cepat Voxpol Center, Jakarta Barat diangka 52,74% sekarang hanya menjadi 50,97%. Fenomena serupa juga terjadi di daerah Jakarta Utara paslon nomor urut 2 ini mengalami penurunan suara dari 46,77% menjadi 42,78 %.


Penurunan perolehan suara pada pasangan Ahok-Djarot tidak terlepas dari ketatnya persaingan antara petahana dan Anis. Solidnya pasangan Anis-Sandi dalam memangkas isu-isu miring yang mencoba menjatuhkan elektabilitas pasangan Anis. Kecolongan terjadi pada pasangan Ahok-Djarot yang notabene pemilihnya terkotak-kotak sehingga tidak solid dalam menentukan pilihan. Pasangan Anis-Sandi memang unggul pada hasil quick count di beberapa lembaga begitu juga hasil survei beberapa lembaga sebelum hari pemilihan. Hasilnya positif dan tidak jauh berbeda.

Berkaca pada beberapa hari sebelum pemilihan timses pasangan Ahok-Djarot melakukan blunder politik. Misalnya pembagian sembako oleh timses pasangan Ahok-Djarot pada masa tenang yang berdampak pada kekalahan Ahok di putaran kedua. Sebelumnya pada debat Pilkada yang diadakan KPU DKI Jakarta pasangan Ahok-Djarot diserang oleh pasangan Anis-Sandi dengan program-program petahana yang tidak efektif dan tidak memihak kepada masyarkat di DKI Jakarta.


Momen ini yang kemudian dimanfaatkan oleh pasangan Anis-Sandi yang diajadikan objek figure yang dinantikan oleh masyarakat DKI Jakarta. Disamping itu gejolak di DKI Jakarta pada saat proses kampanye dan masa tenang dijadikan sebagai bentuk aksi penyatuan pemilih Jakarta dalam menyelamatkan DKI Jakarta yang berada pada posisi yang tidak tenang, terlebih setelah Umat Islam diguncang isu penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Terbukti di hari pemilihan pasangan Ahok-Djarot tumbang kemudian Anis-Sandi mampu menarik simpati pemilih di DKI Jakarta.(*)



*/ Penulis adalah Direktur Indonesia Political Power / 085263265336 / ikhwanarifaku@gmail.com

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: indonesia,nasional,pilkada,politik,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Korea Utara Uji Coba Nuklir, Getaran Gempanya Terekam BMKG Sumbar

Korea Utara Uji Coba Nuklir, Getaran Gempanya Terekam BMKG Sumbar

PADANG - BMKG mendeteksi adanya aktivitas seismik yang tidak lazim yang berpusat di Korea Utara. Aktivitas seismik...

Angkat Budaya Kuliner Nusantara, Padang Helat KulineRun 2017

Angkat Budaya Kuliner Nusantara, Padang Helat KulineRun 2017

PADANG - Kota Padang, Sumatera Barat memiliki agenda baru untuk menarik wisatawan. Kali ini melalui "Padang...

Kapolres Tanah Datar Sambut Kedatangan Jamaah Haji di Depan Pintu Bus

Kapolres Tanah Datar Sambut Kedatangan Jamaah Haji di Depan Pintu Bus

TANAH DATAR - Selasa (19/9/2017), 300 jamaah yang pulang dari Tanah Suci, menginjakan kakinya di Bumi Pagaruyuang...

Cegah Gratifikasi, Pariaman MoU dengan KPK

Cegah Gratifikasi, Pariaman MoU dengan KPK

PARIAMAN - Walikota Pariaman Mukhlis Rahman membuka secara langsung Sosialisasi Dan Penandatanganan Komitmen...

Tebing Longsor Hantam Dua Bangunan di Bukittingi

Tebing Longsor Hantam Dua Bangunan di Bukittingi

BUKITTINGGI - Tebing dengan ketinggian sekitar lima meter longsor di dekat Simpang Garegeh, Bukittinggi, Sabtu...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu