minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Opini

Pembelajaran Penting dari Pilkada DKI Jakarta 2017

Senin, 24 April 2017 - 04:03:35 WIB - 399
Pembelajaran Penting dari Pilkada DKI Jakarta 2017

Oleh: Mardiansyah


Beberapa hari lalu Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia telah menyelesaikan pemilihan kepala daerah, Pilkada Jakarta bisa dikatakan bukan saja pesta demokrasi pendududuk Jakarta saja, tapi sudah menjadi pesta demokrasi rakyat Indonesia. Pilkada Jakarta yang merupakan ibu kota negara mendapatkan perhatian lebih dari penduduk Indonesia, berbagai opini, prediksi, dan persepsi muncul tidak hanya dari warga Jakarta yang mengikuti pilkada tetapi juga daerah lain di Indonesia, dan bahkan dari luar negeripun para WNI antusias untuk mengikuti perkembangan pilkada Jakarta ini.


Ada apa dengan pilkada Jakarta ? mungkin pertanyaan ini terlalu lumrah dan mungkin juga anda sudah punya jawaban masing-masing terkait pertanyaan ini. Perlu digarisbawahi jika pilkada Jakarta dari dulu sejak awal dimulainya pemilihan kepala daerah secara langsung memang mendapat perhatian lebih dari publik karena status Jakarta sebagai ibu kota negara, namun sepertinya ada yang perlu dicermati lagi kenapa pilkada Jakarta kali ini begitu ramai dibanding sebelumnya.


Kalau dicermati rasanya kurang pas hanya mengatakan jika ramainya pilkada Jakarta hanya disebabkan faktor bahwa Jakarta adalah ibu kota Indonesia, pasti ada faktor lain yang menyebabkan pilkada ini begitu ramai di jagad perpolitikan nasional. Beberapa faktor utama munkin adalah panasnya suhu politik di Jakarta sebelum pilkada yang diakibatkan ada beberapa pihak yang kurang setuju dengan kebijakan gubernur petahana yang dianggap kurang pro dengan rakyat kecil serta adanya gesekan sang gubernur dengan beberapa golongan di Jakarta.


Faktor tersebut meluncur deras sampai pilkada Jakarta dimulai dan melimpahkan electoral yang cukup tinggi kepada lawan politik sang gubernur petahana, seperti kita ketahui Basuki Tjahadja Purnama sebagai gubernur petahana dihadapkan pada 2 calon potensial Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Rasyid Baswedan sebagai lawan politiknya di pilkada Jakarta. Dan di tengah perjalanan pilkada tersebut lagi-lagi konsentrasi public Indonesia tersedot dengan adanya isu besar nasional yang cukup menggemparkan, isu tersebut adalah adanya dugaan penistaan agama islam yang dilakukan oleh gubernur petahana Basuki Tjahadja Purnama.


Isu tersebut bagai bensin ditengah kobaran api yang belum padam, aksi massa pun muncul sebagai respons atas kasus tersebut, aksi massa yang munculpun bukan sebatas warga Jakarta saja tapi juga dari seluruh Indonesia, hal ini mungkin karena dugaan penistaan tersebut sudah menyangkut ranah keyakinan beragama. Aksi demi aksi muncul di ibu kota dan semakin membuat panas suasana pilkada, dan inilah salah satu faktor utama kenapa pilkada Jakarta begitu menyedot perhatian.


Isu tersebut semakin membuat persaingan sengit antar calon gubernur Jakarta, dan sekali lagi isu tersebut menjadi limpahan electoral bagi sang lawan politik gubenrur petahana. Diluar faktor tadi ada juga faktor 3 kekuatan politik besar yang bertempur di pilkada Jakarta ini yaitu poros Partai Demokrat, PDI-P Dan Partai Gerindra. Dimana tentunya dalam pertarungan besar ini banyak hal yang akan menarik perhatian nasional.


Tapi ada satu kemajuan yang dapat menjadi pembelajaran dari pilkada Jakarta kali ini. Dibalik keras dan panasnya pilkada kali ini ada sebuah kabar baik yang akan menjadi angin segar demokrasi di Indonesia, kabar baik tersebut adalah kualitas pemilih yang mengalami peningkatan cukup pesat.


Hal ini dapat dilihat dari fenomena ramainya rakyat menyaksikan debat para kandidat dan bahkan di beberapa titik diadakan nonton bareng debat tersebut, bukankah ini fenomena yang unik karena ternyata saat ini rakyat ingin tau program dari para calon gubernur supaya tidak salah pilih, pencitraan sudah tidak laku lagi dan bahkan cara kotor lama seperti pembagian sembako dan politik uang juga tidak sama sekali efektif di pilkada Jakarta.


Dan pembelajaran kedua yang dapat diambil adalah fakta bahwa pilkada Jakarta yang begitu panas ini ternyata berakhir aman dan damai tanpa ada gesekan apapun, semua yang bersitegang di awal karena berbeda pilihan kembali saling merangkul. Sikap negarawan para calon gubernur juga patut di apresiasi.


Ini seharusnya jadi titik awal buat para pemilih di berbagai daerah bahwa sudah seharusnya pemilih menjadi cerdas dan tidak terhasut oleh isu ataupun hal-hal lainnya yang menciderai demokrasi. Kedewasaan demokrasi seperti ini sudah seharusnya ditumbuhkan mulai saat ini dan harus diingat negara punya agenda besar pemilihan presiden 2019, semoga saja di 2019 rakyat Indonesia sudah dapat menerapkan penmbelajaran yang mereka dapatkan dari pilkada Jakarta.(*)



*/ Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pamulang, Divisi Kebijakan Publik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Tangerang dan Pendiri Lingkaran Peneliti Politik Muda Indonesia (LIPPMI) / 087877674695 / marrdiansyah@gmail.com

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri/Mardiansyah
Tag: indonesia,pilkada,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Investor Malaysia Buka Peluang Investasi di Kota Pariaman

Investor Malaysia Buka Peluang Investasi di Kota Pariaman

PARIAMAN - Rombongan IECM (Indian Enterpreneur Chambers Malaysia "Melaka") yang dipimpin langsung oleh...

Tidak Pusing Setelah Konsumsi Daging Kurban, Inilah Tipsnya

Tidak Pusing Setelah Konsumsi Daging Kurban, Inilah Tipsnya

PADANG – Sebagian orang pernah mengalami pusing kepala usai memakan daging kambing ataupun daging sapi. Hal itu...

Siswa MTsN Kamang Magek Agam Tewas Tenggelam di Batang Agam

Siswa MTsN Kamang Magek Agam Tewas Tenggelam di Batang Agam

BUKITTINGGI - Seorang siswa MTsN Kamang Hilia, Kecamatan kamang Magek, Agam yang bernama Arya Aditia (13) meninggal...

Toko Emas di Padang Dikupak Maling, 10 Kg Emas Raib

Toko Emas di Padang Dikupak Maling, 10 Kg Emas Raib

PADANG - Toko emas di Kawasan Koppas Plaza, Pasar Raya Padang Sabtu (2/9/2017) pagi tadi disatroni pencuri. Emas...

Putus Tren Negatif, Semen Padang FC Siap Taklukkan Pemuncak Klasemen Liga 1

Putus Tren Negatif, Semen Padang FC Siap Taklukkan Pemuncak Klasemen Liga 1

BOLA - Kabau Sirah Semen Padang FC ingin memutus tren negatif yakni selalu gagal memetik kemenangan di lima laga...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu