minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Opini

Pemain Sandiwara dalam Hak Angket KPK

Selasa, 02 Mei 2017 - 16:21:00 WIB - 337
Pemain Sandiwara dalam Hak Angket KPKLuthfi Mutty, Anggota Fraksi Partai NasDem

Oleh: Media Center Fraksi NasDem

DPR resmi menyetujui usulan hak angket terhadap pelaksanaan tugas dan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuh dari sepuluh fraksi yang ada menyatakan setuju dengan penggunaan hak ini dalam rapat paripurna, Jumat (28/4) kemarin. Adapun tiga fraksi yang menyatakan tidak setuju adalah Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, dan Fraksi Partai Gerindra.

Adanya penolakan dari sebagian fraksi ini mengundang kritis dari anggota Fraksi Partai NasDem, Luthfi Mutty. Dalam pesan singkatnya, Luthfi menyatakan bahwa Senayan adalah ruang sandiwara, dan lakonnya adalah para anggota DPR.

"Dua setengah tahun sudah saya berda di Senayan. Dua setengah tahun ternyata belum cukup membuat saya jadi politisi yg bisa memainkan lakon sandiwara yg penuh dinamika. Di Senayan, lakon di panggung belakang sering kali berbeda 180 derajat dgn apa yg harus dimainkan di panggung depan," demikian kata Luthfi dalam pesan tersebut, Selasa (2/5).

Lebih lanjut politisi asal Sulawesi Selatan ini menyebut, mereka yang menolak hak angket sebenarnya begitu garang terhadap KPK. Namun ketika berada di "panggung" mereka ramai-ramain menyatakan penolakannya.

"Lihat saja kasus angket KPK. Ketika masih berada di panggung belakang, betapa garangnya para pemain sandiwara di Senayan ini. Tapi begitu pentas di panggung depan, semua bermuka manis kpd para penonton," tambah Luthfi.

Agaknya, dia melanjutkan, mereka yang menolak hak angket memang sadar betul bahwa masyoritas warga negara ini masih menaruh kepercayaan lebih kepada lembaga anti rasuah yang didirikan tahun 2001 itu.

"Itu semua didasari pada kesadaran bhw mayoritas penonton masih percaya kpd KPK sebagai lembaga yg diharapkan dapat membersihkan negara ini dari para bandit dan rampok negara. Berseberangan dgn sikap penonton sama saja dg melakukan bunuh diri secara politik. Karena itu maka perubahan sikap yg sangat ektrim dari sikap awal, tiada lain krn berharap simpati para penonton agar tetap terpilih sebagai pemain sandiwara pada pileg berikut," pungkasnya. (mediacenterfraksinasdem2gmail.com)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: mediacenterfraksinasdem2gmail.com
Tag: indonesia,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kematian Tersangka Narkoba di Agam, Keluarga Nilai Ada Kejanggalan

Kematian Tersangka Narkoba di Agam, Keluarga Nilai Ada Kejanggalan

AGAM - Tewasnya seorang tersangka narkoba yang diamankan Polres Agam di Tiku, Nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung...

KPU Pariaman Lakukan Sosialisasi dan Penyuluhan Tata Cara Calon dan Pencalonan Walikota 2018

KPU Pariaman Lakukan Sosialisasi dan Penyuluhan Tata Cara Calon dan Pencalonan Walikota 2018

PARIAMAN - Komisioner Pemilihan Umum Kota Pariaman lakukan sosialisasi sekaligus penyuluhan bagi calon Walikota dan...

PD Nasyiatul Aisyiyah Padang 2016-2020 Dilantik, Ini Kata Harneli Mahyeldi

PD Nasyiatul Aisyiyah Padang 2016-2020 Dilantik, Ini Kata Harneli Mahyeldi

PADANG - PW Nasyiatul Aisyiyah Sumbar melantik secara resmi pengurus PD NA Kota Padang periode 2016-2020 di Aula Masjid...

Cegah Korupsi Dana Desa, Padang Pariaman MoU dengan Dua Polres

Cegah Korupsi Dana Desa, Padang Pariaman MoU dengan Dua Polres

PADANG PARIAMAN - Pemerintah kabupaten Padang Pariaman lakukan MoU dengan dua Polres dalam hal pencegahan...

Dikritik Fahri Hamzah Soal Pernikahan Puterinya, Ini Jawaban Jokowi

Dikritik Fahri Hamzah Soal Pernikahan Puterinya, Ini Jawaban Jokowi

NASIONAL - Pesta pernikahan puteri Presiden Jokowi Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution dikritik Wakil Ketua DPR Fahri...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu