minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Kesehatan

Masih Bingung? Ini Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan - Jaminan Hari Tua

Senin, 15 Mei 2017 - 17:25:31 WIB - 1606
Masih Bingung? Ini Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan - Jaminan Hari TuaKartu BPJS Ketenagakerjaan - Jaminan Hari Tua

KESEHATAN – BPJS Ketenagakerjaan adalah program perlindungan untuk tenaga kerja dalam mengantisipasi resiko sosial ekonomi tertentu atau dengan kata lain asuransi sosial dari lembaga negara. Dulunya BPJS lebih dikenal dengan nama PT Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja), namun pada tanggal 1 Januari 2014 berganti menjadi BPJS. Berdasarkan Undang-undang No. 3 Tahun 1992, program BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan kewajiban yang perlu dibayarkan dari pihak pemberi kerja (perusahaan) dan pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan melindungi pekerja dengan berbagai jaminan yang ditawarkan. Jaminan tersebut salah satunya termasuk adalah solusi persiapan masa depan untuk para pekerja di Indonesia yakni Jaminan Hari Tua (JHT). Selama Anda masih bekerja, Anda akan membayar BPJS Ketenagakerjaan dan sebagiannya akan ditabung untuk dana JHT. Kemudian ketika Anda berumur 56 tahun atau sudah bekerja selama 10 tahun, maka Anda dapat mencairkan JHT. Dulunya, JHT dapat dicairkan 100% antara jika Anda telah berumur 56 tahun, meninggal dunia, mengalami cacat total, pindah ke luar negeri ataupun mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saja. Namun kini dana Jaminan Hari Tua ini dapat dicairkan tidak hanya di kondisi tersebut saja, tetapi juga dalam bentuk persentase untuk persiapan dana pensiun ataupun untuk biaya perumahan.

Untuk mengklaim BPJS Ketenagakerjaan JHT tidaklah susah. Kini dengan tersedianya layanan online, maka Anda dapat melakukan klaim secara praktis dengan layanan e-klaim. Daripada Anda menunggu antrian yang panjang untuk pengajuan klaim, maka ada baiknya Anda melakukan e-klaim terlebih dahulu untuk hemat waktu dan biaya. Akan tetapi sebelum Anda berpikir untuk melakukan klaim, ada baiknya untuk mengetahui persyaratan dan prosedur serta ketentuan untuk cara klaim BPJS JHT.

Simak juga : Cara perpanjang paspor Online dalam 5 menit saja

Bagaimana Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan JHT?

Berdasarkan dari Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2015, cara klaim BPJS Ketenagakerjaan JHT terbagi dalam 3 pilihan. Pilihan tersebut dibedakan berdasarkan dari jumlah saldo JHT yang ingin diklaim. Jadi kini tenaga kerja yang hendak melakukan klaim dapat memilih antara pencairan sebesar 10%, 30% dan 100% dari besar saldo JHT. Dengan pilihan tersebut, pekerja di Indonesia dapat memiliki kebebasan untuk menentukan jumlah yang ingin dicairkan, dibandingkan dulunya hanya 100% pencairan saja. Akan tetapi untuk klaim 10% dan 30% tidak boleh dipilih keduanya, dengan kata lain hanya boleh memilih antara 10% atau 30%. Masing-masing dari 3 pilihan ini memiliki ketentuan dan persyaratan yang berbeda, berikut uraiannya.

1. Cara Klaim JHT 10%

Klaim 10% dari saldo JHT diperuntukan khusus persiapan pensiun saja. Dan seperti yang dijelaskan diatas, berdasarkan peraturan baru Anda hanya boleh memilih salah satu klaim antara 10% atau 30%. Setelah mencairkan 10% dari saldo JHT maka pencairan berikutnya adalah 100% atau klaim JHT secara penuh. Untuk mengklaim JHT 10%, tersedia beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya adalah:

- Telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan selama 10 tahun
- Masih aktif bekerja di perusahaan

Jika Anda memenuhi kedua persyaratan ini, maka selanjutnya mempersiapkan dokumen secara lengkap sebelum ke kantor BPJS. Dokumen yang dibutuhkan untuk klaim JHT 10% terdiri dari:

- Fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu aslinya
- Fotokopi KTP atau paspor peserta beserta yang aslinya
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta yang aslinya
- Surat keterangan yang menyatakan masih aktif bekerja di perusahaan
- Buku rekening tabungan

2. Cara Klaim JHT 30%

Perbedaan utama dari klaim 10% dengan 30% JHT adalah tujuannya. Jika klaim 10% untuk persiapan pensiun, klaim BPJS JHT 30% diperuntukan khusus untuk membayar biaya perumahan. Jadi bagi Anda yang ingin merencanakan untuk membeli rumah. Maka Anda dapat mendapatkan sebagian dana tambahan dari Jaminan Hari Tua untuk pembayaran uang muka / DP rumah tersebut.

Sama seperti ketentuan klaim 10%, berdasarkan dari Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2015 setelah mencairkan 30% dari saldo JHT, maka pencairan berikutnya yang dapat dilakukan adalah 100% atau klaim penuh JHT. Dalam hal persyaratan klaim JHT 30%, kriteria yang harus Anda penuhi adalah sebagai berikut:

- Telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan selama 10 tahun
- Masih aktif bekerja di perusahaan

Sedangkan dalam hal dokumen yang diperlukan untuk klaim JHT 30% adalah:

- Fotokopi kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu yang asli
- Fotokopi KTP atau paspor beserta menunjukkan wujud aslinya
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta yang aslinya
- Surat keterangan masih aktif bekerja di perusahaan
- Dokumen yang menyangkut perumahan
- Buku rekening tabungan

3. Cara Klaim JHT 100%

Pada dasarnya cara klaim BPJS Ketenagakerjaan JHT 100% dapat dilakukan dengan 5 persyaratan berikut: antara Anda menginjak umur 56 tahun, meninggal dunia, mengalami cacat total, pindah ke luar negeri atau terkena PHK. Tetapi dengan ketentuan baru jika Anda tidak bekerja, Anda tidak perlu lagi menunggu hingga usia 56 tahun atau meninggal dunia atau salah satu kondisi tersebut terpenuhi untuk mengklaim JHT 100%. Cukup dengan menunggu 1 bulan saja setelah Anda berhenti bekerja maka Anda dapat mencairkan 100% saldo JHT. Jadi jika Anda masih bekerja, maka prosedur pencairan saldo JHT berlaku berdasarkan ketentuan persentase 10% untuk persiapan pensiun, 30% untuk biaya perumahan dan 100% jika antara 5 kondisi tersebut terjadi.

Jika Anda menginjak usia 56 tahun, ini merupakan usia yang layak untuk memasuki waktu pensiun. Jaminan Hari Tua merupakan sumber dana yang dapat menyokong kehidupan Anda selanjutnya. Jika Anda hendak melakukan klaim JHT 100% ketika berusia 56 tahun berikut dokumen yang harus dilengkapi:

- Fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
- Fotokopi KTP atau paspor beserta aslinya
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta aslinya
- Fotokopi surat keterangan pensiun dari perusahaan beserta aslinya
- Buku rekening tabungan

Apabila Anda meninggal dunia, maka klaim penuh JHT dapat dilakukan dan diberikan kepada ahli waris Anda. Untuk mencairkan dana tersebut, keluarga Anda harus mempersiapkan dokumen seperti berikut:

- Fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
- Fotokopi KTP atau paspor beserta aslinya
- Fotokopi surat keterangan dari perusahaan beserta aslinya
- Fotokopi surat keterangan kematian dari rumah sakit beserta aslinya

Sedangkan jika Anda mengalami kecelakaan atau terkena penyakit, yang mengakibatkan Anda menderita cacat total maka Anda dapat juga klaim 100% untuk BPJS Ketenagakerjaan JHT. Anda dapat meminta anggota keluarga atau kerabat untuk mewakili Anda mencairkannya. Cukup berikan surat kuasa kepada perwalikan Anda dan siapkan dokumen berikut:

- Fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
- Fotokopi KTP atau paspor beserta aslinya
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta aslinya
- Fotokopi surat keterangan dari perusahaan beserta aslinya
- Fotokopi surat keterangan sakit mengalami cacat total tetap dari rumah sakit beserta aslinya
- Buku rekening tabungan

Untuk Anda yang ingin pindah ke luar negeri, baik untuk alasan pindah kerja secara permanen ataupun pernikahan yang membuat Anda menetap di luar negeri maka Anda dapat mencairkan penuh dana BPJS. Dokumen yang perlu Anda persiapkan untuk alasan ini adalah sebagai berikut:

- Fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
- Fotokopi Paspor beserta aslinya
- Fotokopi visa bekerja atau ijin tinggal di luar negeri beserta bukti aslinya
- Fotokopi surat keterangan perpindahan kerja ke luar negeri

Jika Anda terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau memutuskan untuk berhenti bekerja dan Anda tidak mencari pekerjaan lagi maka Anda dapat mencairkan 100% dana JHT. Cukup menunggu satu bulan setelah Anda berhenti bekerja, kemudian Anda dapat melakukan klaim JHT. Dokumen yang perlu disediakan adalah:

- Fotokopi Kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta kartu asli
- Fotokopi KTP atau paspor beserta aslinya
- Fotokopi Kartu Keluarga (KK) beserta aslinya
- Fotokopi surat pengalaman kerja/ referensi kerja dari perusahaan (Paklaring) beserta aslinya
- Buku rekening tabungan

Pastikan Tujuan Klaim Anda dan Bijak Dalam Pengajuan Klaim

Setelah mengetahui berebagai prosedur dan cara klaim BPJS Ketenagakerjaan JHT, maka ada baiknya Anda untuk memastikan tujuan klaim terlebih dahulu sebelum melakukan klaim. Jika Anda memang ingin mempersiapkan untuk pensiun maka Anda dapat melakukan klaim 10%. Bila untuk keperluan biaya perumahan maka pilihlah klaim 30%. Begitu juga untuk klaim penuh 100% JHT, pastikan Anda mengajukan klaim dengan bijak. Sebelum melakukan klaim pikir kembali tujuannya dan jangan sampai difoya-foyakan dana tersebut. Karena uang BPJS Jaminan Hari Tua merupakan perlindungan untuk Anda di masa depannya.

*Kerjasama artikel dari Aturduit Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan.

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: indonesia,kesehatan,metro,nasional,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pemilik Sapi Bunting di Padang Dapat Duit dari Pemko

Pemilik Sapi Bunting di Padang Dapat Duit dari Pemko

PADANG - Dinas Pertanian Kota Padang kembali menyerahkan insentif untuk peternak sapi bunting di Kecamatan Pauh....

Diduga Teroris, Dua Orang Penyerang Polres Dharmasraya Sumbar Tewas Ditembak

Diduga Teroris, Dua Orang Penyerang Polres Dharmasraya Sumbar Tewas Ditembak

DHARMASRAYA - Polres Dharmasraya, Sumbar dibakar dua orang tak dikenal, Minggu (12/11/2017) dini hari tadi. Dua orang...

Inilah Identitas Pelaku Penyerangan Mapolres Dharmasraya Sumbar

Inilah Identitas Pelaku Penyerangan Mapolres Dharmasraya Sumbar

PADANG - Setelah melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap kedua jenazah terduga teroris yang membakar Mapolres...

Dua Sekolah di Batusangkar Disegel, Gerbang Tertutup, Ratusan Murid Tak Dapat Masuk

Dua Sekolah di Batusangkar Disegel, Gerbang Tertutup, Ratusan Murid Tak Dapat Masuk

TANAH DATAR - Guru dan ratusan siswa SD 26 Baringin dan SMPN 2 Batusangkar, Tanah Datar, Sumbar sempat kebinggungan dan...

Kafilah Pariaman Tembus 18 Cabang Lomba dan Masuk Final di MTQ ke-37 Tingkat Sumbar

Kafilah Pariaman Tembus 18 Cabang Lomba dan Masuk Final di MTQ ke-37 Tingkat Sumbar

PARIAMAN - 3 hari pelaksanaan MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat ke-37 sebagian peserta telah memasuki babak...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu