berita padang - berita sumbar
headline
home berita Nasional

Harga Bahan Pokok Naik saat Ramadan, DPR : Satgas Pangan Tindak Pihak yang Bermain

Jumat, 19 Mei 2017 - 17:25:38 WIB - 180
Harga Bahan Pokok Naik saat Ramadan, DPR : Satgas Pangan Tindak Pihak yang BermainSlamet Junaidi, Anggota Komisi VI DPR-RI

NASIONAL - Bulan Ramadan tidak berapa lagi akan tiba. Umat Islam Indonesia akan menyambut dengan suka cita. Akan tetapi di sisi lain, dari tahun ke tahun, masyarakat selalu dihantui oleh kenaikan harga bahan pokok.


Persoalan klasik ini selalu tidak bisa dikontrol ketat oleh pemerintah. Mengacu dari pengalaman pemerintahan sebelumnya, biasanya kenaikan harga ini hanya diantisipasi dengan melakukan operasi pasar tanpa ada tindakan hukum yang tegas kepada pihak yang "bermain".


Di masa Pemerintahan Jokowi saat ini, melalui Kementerian Perdagangan, harga bahan pokok mulai diatur secara ketat. Setidaknya ada beberapa upaya yang dilakukan, seperti membentuk satgas pangan dan menentukan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) kepada tiga bahan pokok.


Satgas pangan ini dibentuk lintas kementerian dan lembaga negara yakni Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kepolisian Republik Indonesia, Bulog, dan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU).


Terbentuknya satgas pangan ini disambut positif anggota Komisi VI DPR RI Slamet Junaidi. Dia menilai keberadaan satgas menjadi hal baru yang dilakukan oleh pemerintah. Ini yang membedakannya dengan pemerintahan sebelumnya.


“Tentu, kita perlu mengapresiasi kehadiran satgas ini," ujar Slamet saat dihubungi, Jumat (19/5).


Dia menilai, kehadiran satgas pangan relevan dengan meningkatnya daya beli masyarakat di masa Ramadan dan Idul Fitri. Keberadaannya bisa mengantisipasi pihak-pihak yang sering memanfaatkan situasi tersebut.


Politisi NasDem ini mengharapkan, kehadiran satgas pangan tidak hanya bergerak di momen-momen tertentu, tetapi bisa berkelanjutan. Jika berkelanjutan, diharapkan satgas bisa melakukan tindakan hukum agar ada efek jera.


“Saya meminta satgas pangan tidak seperti macam ompong nantinya, nampak sangar tapi tidak bertaji. Satgas ini bisa mencontoh satgas pungli yang lebih dahulu terbentuk. Dalam beberapa waktu saja sudah mampu membongkar kasus praktik pungutan liar di berbagai instansi," tutur legislator dapil Jatim XI ini.


Pria yang biasa dipanggil Haji Idi berkeyakinan jika satgas pangan bisa memberikan shock therapy bagi pihak yang nakal, ke depan harga bahan pokok akan jauh lebih aman karena terpantau dan terawasi.


"Dengan begini, kita harapkan Indonesia tidak selalu menjadikan impor sebagai jalan keluar tatkala ada masalah kekurangan bahan pokok masyarakat," pungkasnya.(ND)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: bisnis,ekonomi,indonesia,legislator,metro,nasional,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Gubernur Sumbar Belum Hadir, Pembukaan Kejurnas Karate PPLP Molor

Gubernur Sumbar Belum Hadir, Pembukaan Kejurnas Karate PPLP Molor

PADANG - Pembukaan Kejurnas Karate antar PP LP/D dan sentra olahraga di GOR Prayoga Padang, seharusnya sudah dibuka...

BPOM Padang Musnahkan Makanan dan Obat Ilegal Senilai Rp. 1,8 Milyar

BPOM Padang Musnahkan Makanan dan Obat Ilegal Senilai Rp. 1,8 Milyar

PADANG - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pemusnahan obat dan makanan ilegal senilai lebih dari Rp. 1,8...

 Peringati HUT RI ke72, Jemaah Haji Sumbar Gelar Doa Bersama untuk Nagari

Peringati HUT RI ke72, Jemaah Haji Sumbar Gelar Doa Bersama untuk Nagari

PARIAMAN - Doa bersama dari tanah suci mekkah diangkatkan oleh rombongan Jemaah Haji yang diketuai TK. Baharrudin yang...

Truk Tangki Tabrak Pemotor di Sijunjung, Korban Meninggal di Lokasi

Truk Tangki Tabrak Pemotor di Sijunjung, Korban Meninggal di Lokasi

SIJUNJUNG - Kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Sijunjung kembali terjadi, yang mengakibatkan pengendara...

Wow! Sejak 2016 Polda Sumbar Tangani 63 Ribu Kasus Narkoba

Wow! Sejak 2016 Polda Sumbar Tangani 63 Ribu Kasus Narkoba

PADANG - Meskipun termasuk daftar provinsi terendah peredaran narkoba, namun Kapolda Sumbar Irjen Pol. Fakhrizal...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu