minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Nasional

Ketua DPD RI Oesman Sapta : Pesantren Garda Terdepan Menjawab Radikalisme dan Trans-ideologi

Jumat, 19 Mei 2017 - 17:38:03 WIB - 593
Ketua DPD RI Oesman Sapta : Pesantren Garda Terdepan Menjawab Radikalisme dan Trans-ideologiKetua DPD RI Oesman Sapta

NASIONAL - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Oesman Sapta (senator asal Kalimantan Barat) menyadari posisi pesantren sebagai garda terdepan untuk menjawab tantangan radikalisme dan trans-ideologi yang dinilai semakin menemukan tempatnya di Indonesia, selain peran pesantren untuk memberdayakan ekonomi pesantren dan masyarakat.

"Kita semua merasakan, radikalisme dan trans-ideologi semakin menancapkan kukunya di Indonesia. Dan, yang paling merisaukan, penganutnya adalah anak-anak muda yang terdidik. Mereka menjadi simpatisan, bahkan pengikut setia gerakan radikalisme," ucapnya.

Oesman menyatakannya saat memberikan pengarahan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) bertema "Menggairahkan Semangat Bela Negara" di Asrama Haji Jl Pondok Gede, Pinang Ranti, Jakarta Timur, Jumat (19/5/2017). Dia didampingi Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Zaini Ahmad, yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Pasuruan, Jawa Timur.

Dia menambahkan, "Banyak masalah dihadapi masyarakat daerah, seperti kemiskinan, kesenjangan, dan keamanan, yang mendorong kita untuk bergandengan tangan. Oleh karena itu, sejak awal saya mendukung berdirinya Ikatan Pesantren Indonesia, karena saya sangat menyadari posisi pesantren sebagai garda terdepan untuk menjawab tantangan yang kita hadapi," dalam rilis yang diterima Minangkabaunews dari Sekretaris Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Jumat (19/5).


Selaku Ketua DPD RI, Oesman berterima kasih kepada jajaran pengurus IPI karena berkesempatan untuk memberikan pengarahan, karena di samping bisa bertatap muka dan bersilaturahim dengan jajaran pengurus IPI dan keluarga besar pesantren Indonesia, dia juga bisa menyampaikan berbagai masalah kebangsaan, utamanya agenda kemajuan masyarakat daerah.

Menurutnya, sejalan dengan tuntutan demokrasi guna memenuhi rasa keadilan di daerah, DPD RI dibentuk sebagai lembaga perwakilan daerah di tingkat nasional. "Jadi, kami di DPD RI ini, tidak lepas dari upaya memajukan daerah. Kita memiliki niat dan tujuan yang sama, yaitu memajukan masyarakat, khususnya di daerah.

Selain radikalisme dan trans-ideologi, Oesman mencatat beberapa tantangan saat ini dan ke depan. Tantangan pertama, pemberdayaan ekonomi pesantren dan masyarakat. Hitung-hitungnya dari 10 persen masyarakat yang miskin, kebanyakan umat Islam. Untuk memperkuat ekonomi umat, diperlukan upaya pemberdayaan ekonomi pesantren. Di samping dibekali ilmu pengetahuan agama, para santri juga dibekali kemampuan mengakses ekonomi. Makanya, sangat relevan jika forum silaturahim Rakernas IPI bertema "Ekonomi Santri Indonesia Menuju Era Digital".

Tantangan kedua adalah radikalisme dan trans-ideologi yang dinilai semakin menemukan tempatnya di Indonesia. "Kita semua merasakan, radikalisme dan trans-ideologi semakin menancapkan kukunya di Indonesia. Dan, yang paling merisaukan, penganutnya adalah anak-anak muda yang terdidik. Mereka menjadi simpatisan, bahkan pengikut setia gerakan radikalisme. "Oleh karena itu, Oesman menyambut upaya IPI yang menggelar diskusi bertema “Menangkal Radikalisme dan Memupuk Semangat Nasionalisme NKRI Lewat Pesantren”.

Tantangan ketiga, masalah nasionalisme. Tidak bisa dipungkiri, Indonesia menghadapi globalisasi yang menyebabkan masyarakat Indonesia mudah terpengaruh ideologi selain Pancasila. Dia berharap, IPI bisa ambil bagian meningkatkan nasionalisme yang berpegang pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kita bersyukur, para pendiri negara merumuskan dan berkonsensus untuk menjadikan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi landasan untuk berbangsa dan bernegara. Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi kalau negara kita ini tidak disangga Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, bisa runtuh berantakan."

Sebagai Ketua DPD RI, Oesman menekankan pentingnya mengaktualisasikan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.(*)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: indonesia,metro,nasional,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

 Hotel Minang Jaya Gelar Grand Opening

Hotel Minang Jaya Gelar Grand Opening

PADANG PARIAMAN - Hotel Minang Jaya Syariah menggelar grand opening di Sungai Abang Lubuk Alung, Kabupaten Padang...

Regional Investment Forum (RIF), Padang Butuh Rp3 Triliun untuk Kembangkan Sektor Pariwisata

Regional Investment Forum (RIF), Padang Butuh Rp3 Triliun untuk Kembangkan Sektor Pariwisata

PADANG - Sebagai kota potensial dalam pengembangan sektor pariwisata, Kota Padang bakal menjadi surga investasi. Saat...

Apa Alasan ISIS Klaim Peristiwa Penembakan Las Vegas?

Apa Alasan ISIS Klaim Peristiwa Penembakan Las Vegas?

INTERNASIONAL - Tak lama setelah terjadinya penembakan massal di Las Vegas yang menewaskan setidaknya 59 orang dan...

Presiden Jokowi Batal Berkunjung ke Sumbar, Ini Alasannya

Presiden Jokowi Batal Berkunjung ke Sumbar, Ini Alasannya

PADANG - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) batal berkunjung ke Sumatera Barat pekan depan dalam rangka launching tol...

Astaghfirullah, Buku Pelajaran SD Berkonten Pornografi Beredar di Kota Pariaman

Astaghfirullah, Buku Pelajaran SD Berkonten Pornografi Beredar di Kota Pariaman

PARIAMAN - Dunia pendidikan di Kota Pariaman, Sumbar tercoreng dengan beredarnya buku pelajaran berkonten porno dan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu