berita padang - berita sumbar
headline
home berita Nasional

Ormas Bertentangan dengan Pancasila, Presiden Jokowi : Kita Gebuk

Jumat, 19 Mei 2017 - 22:19:05 WIB - 282
Ormas Bertentangan dengan Pancasila, Presiden Jokowi : Kita Gebukberbicara di hadapan sekitar 1.500 prajurit TNI usai menunaikan salat Jumat dan santap siang di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat, (19/5/2017).

NASIONAL - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya ideologi bagi bangsa Indonesia. Demikian ditegaskannya saat berbicara di hadapan sekitar 1.500 prajurit TNI usai menunaikan salat Jumat dan santap siang di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat, (19/5/2017).


"Sekali lagi, negara Pancasila itu sudah final. Tidak boleh dibicarakan lagi," ujarnya.


Bahkan menurutnya, bila di kemudian hari terdapat organisasi massa (ormas) yang ingin keluar dan mengganggu ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan kebinekaan bangsa, maka hal tersebut dapat dianggap bertentangan dangan hal yang sangat fundamental bagi bangsa Indonesia. Terhadap hal tersebut, Presiden memastikan bahwa negara tidak akan tinggal diam.


"Kalau ada ormas yang seperti itu, ya kita gebuk," ia menegaskan.


Hal yang sama akan dilakukan bila ada yang mengatakan bahwa PKI yang berhaluan komunis bangkit kembali di Tanah Air. Sebab, Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 telah mengatur hal tersebut dan menyatakan bahwa PKI sebagai organisasi terlarang.


"Ya kita gebuk, kita tendang, sudah jelas itu. Jangan ditanyakan lagi, jangan ditanyakan lagi, payung hukumnya jelas, TAP MPRS," tutur Presiden.


Masalah lain yang juga disampaikan Presiden adalah dampak dari penggunaan media sosial. Meski demikian, hal ini diakui juga dialami oleh hampir semua negara di dunia.


"Kalau media sosial, di negara mana pun dengan keterbukaan mengalami masalah yang sama semuanya. Ada fake news, ada hoaks, berita fitnah, berita bohong dan semua orang banyak yang kena," kata Presiden.


Presiden juga menceritakan pengalamannya saat bertemu berbagai kepala negara atau kepala pemerintahan. Pada umumnya mereka juga mengeluhkan penyebaran berita hoaks yang juga terjadi di negara mereka masing-masing.


"Mereka menyampaikan, Presiden Jokowi, kalau media mainstream, koran, majalah, televisi bisa kita ajak bicara. Tapi kalau media sosial, setiap individu bisa menyampaikan berita benar atau tidak benar, setiap individu bisa membuat blog, situs, bisa ngetweet, facebook, bisa membuat vlog, semua individu bisa," tutur Presiden menirukan ucapan mereka.


Maka itu, dibutuhkan upaya bersama untuk mengatasi dampak negatif dari penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab itu. Salah satunya ialah dengan melawan penyebaran berita hoaks dimaksud untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan hal yang benar kepada masyarakat.


"Tugas kita bersama untuk membentengi negara ini dari, kadang-kadang, panasnya suasana, kabar-kabar bohong seperti itu, kabar-kabar fitnah seperti itu," ucapnya.


Presiden kemudian berpesan agar jangan sampai energi bangsa ini habis karena mengerjakan hal-hal yang tidak perlu.


"Saling fitnah, saling menghujat, saling menjelekkan, saling mencemooh, saling mendemo, saling menolak, habis energi kita untuk itu," katanya.


Sebab menurutnya, pada saat yang sama, negara lain sudah memikirkan mengenai kemajuan teknologi. Bila bangsa kita terus berkutat pada hal-hal yang disebut tidak produktif itu, Kepala Negara khawatir bahwa bangsa kita akan semakin tertinggal.


"Kita hanya terjebak pada hal yang menghabiskan energi. Energi kita habis dan kita tidak mendapatkan apa-apa, kecuali saling curiga di antara kita," ia menambahkan.


Turut hadir mendampingi Presiden ialah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono. (Romeo)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Romeo
Tag: indonesia,metro,nasional,riau,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Rehabilitasi Anak Jalanan, Padang Libatkan Militer

Rehabilitasi Anak Jalanan, Padang Libatkan Militer

PADANG - Anak jalanan di Kota Padang tidak boleh lagi berkeliaran di jalan. Mereka akan diselamatkan dan dibina di...

Gubernur Sumbar Belum Hadir, Pembukaan Kejurnas Karate PPLP Molor

Gubernur Sumbar Belum Hadir, Pembukaan Kejurnas Karate PPLP Molor

PADANG - Pembukaan Kejurnas Karate antar PP LP/D dan sentra olahraga di GOR Prayoga Padang, seharusnya sudah dibuka...

Polisi Kantongi Identitas 5 Pelaku Pembakar Pria yag Dituduh Mencuri Amplifier

Polisi Kantongi Identitas 5 Pelaku Pembakar Pria yag Dituduh Mencuri Amplifier

NASIONAL - Polisi mengantongi identitas lima pelaku yang diduga ikut mengeroyok dan membakar M Alzahra atau Joya (30)...

Diduga Stres, Wanita Asal Bukittinggi Ini Nyaris Bakar Rumah Warga

Diduga Stres, Wanita Asal Bukittinggi Ini Nyaris Bakar Rumah Warga

TANAH DATAR - Diduga mengalami gangguan jiwa, Gita Suryati (36), ditinggalkan oleh orang tak dikenal di Nagari Batu...

Kerjakan Irigasi Batang Sinamar Tanah Datar, Operator Alat Berat Tewas Tertimbun

Kerjakan Irigasi Batang Sinamar Tanah Datar, Operator Alat Berat Tewas Tertimbun

TANAH DATAR - Untung sepanjang hari, malang sekejap mata. Pepatah inilah yang menggambarkan musibah yang menimpa Joni...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu