minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Kriminal

Meski Sudah Minta Maaf, Kasus Karyawan Ponpes Padang Panjang Ini Tetap Dilanjutkan

Rabu, 31 Mei 2017 - 00:04:14 WIB - 2139
Meski Sudah Minta Maaf, Kasus Karyawan Ponpes Padang Panjang Ini Tetap DilanjutkanFacebook

JAKARTA - Polri memastikan tetap akan melanjutkan kasus dugaan posting-an serangan bom Kampung Melayu sebagai rekayasa kepolisian, meski Ahmad Rifai Pasra (37) sudah meminta maaf kepada Kapolri.


Menurutnya, permintaan maaf itu di luar proses penyidikan. Kasus ini adalah upaya memberikan efek jerah bagi para netizen.


"Permintaan maaf dan upaya damai di luar proses penyidikan. Kita akan menampung informasi di luar dan akan jadi bagian dalam gelar perkara," ungkapnya.


Polri memaafkan ARP (37) karyawan ponpes Padang Panjang ini, tersangka kasus ujaran kebencian, yang diciduk polisi siber akibat menuding serangan bom Kampung Melayu sebagai rekayasa kepolisian. Namun kepolisian menilai perlu ada upaya hukum untuk memberi efek jera kepada ARP dan netizen-netizen lain agar hal serupa tak terjadi di kemudian hari.


Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan "Seluruhnya bisa menyampaikan permintaan maaf. Ini kita terima, tapi kita harus melihat bahwa ada sekitar 425 ribu anggota Polri dan ada masyarakat Jakarta yang ditebar ketakutan, kecemasan karena bom ini, dan juga masyarakat Indonesia melihat bahwa ledakan bom bunuh diri juga mengagetkan mereka. Ada rasa untuk melakukan satu upaya proses hukum terhadap informasi yang disebarkan di medsos," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul .


"Kita perlu beri efek jera bagi masyarakat lainnya apabila melakukan posting-an yang menebarkan kebencian, permusuhan. Sehingga tidak muncul lagi hal yang sama, yang kemudian membuat orang bisa katakan apabila kebohongan terus berulang disampaikan, bisa diyakini sebuah kebenaran," ucap Martinus.


Menyikapi permohonan ARP agar penahanannya ditangguhkan, Martinus menyampaikan hal tersebut masuk ranah penyidik. Martinus kembali menegaskan proses hukum terhadap ARP penting dilakukan guna memberikan pelajaran kepada masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijaksana.


"(Penangguhan penahanan, red) akan jadi penilaian penyidik apakah bisa ditangguhkan apa tidak. Kita harus lihat proses penegakan hukum jadi pembelajaran bagi kita supaya berhati-hati untuk mem-posting, apalagi yang di-posting itu jadi kegiatan sehari-hari," ucap Martinus.


Martinus mengungkapkan, tulisan ARP mengenai serangan bom Kampung Melayu yang dianggap sebagai rekayasa kepolisian membuat para prajurit Bhayangkara tercengang karena serangan tersebut memakan korban jiwa serta luka ringan dan berat. Korban pun berasal dari elemen Polri dan sipil.


"Yang bersangkutan mem-posting beberapa tulisan, termasuk bahwa bom Kampung Melayu adalah rekayasa polisi. Ini sungguh sangat membuat kita tercengang dengan adanya tuduhan seperti ini. Karena korbannya selain anggota Polri, juga beberapa warga yang luka dan sampai saat ini ada trauma yang kita beri trauma healing," ujar Martinus.


ARP (37) meminta pengampunan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian karena menyebut peristiwa ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, sebagai rekayasa. ARP juga memohon penangguhan penahanan kepada penyidik Bareskrim Polri.


Kuasa Hukum ARP, M Ihsan mengatakan "Hari ini tim penasihat hukum akan mengirimkan permohonan maaf kepada Kapolri dan surat penangguhan penahanan dengan jaminan dari keluarga dengan harapan dikabulkan oleh penyidik," ujar kuasa hukum ARP, M Ihsan.


Diketahui ARP ditangkap di rumahnya di Jl Sutan Syahrir, Silaing Bawah, Padang Panjang Barat, Sumatera Barat, pada Ahad (28/5/2017) sore. ARP ditangkap tanpa melakukan perlawanan. (dtk/RI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: hukum,indonesia,kriminal,nasional,pos-polisi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Semarak Sambut Tahun Baru Islam 1439 H di Pariaman Diwarnai Pawai Obor dan Tabligh Akbar

Semarak Sambut Tahun Baru Islam 1439 H di Pariaman Diwarnai Pawai Obor dan Tabligh Akbar

PARIAMAN - Pawai obor Tahun Baru Islam dan tabligh akbar 1 Muharram 1439 Hijriyah, dilaksanakan pada Rabu malam (20/9)...

Hadapi Persib Bandung, Semen Padang FC Tampil Full Team

Hadapi Persib Bandung, Semen Padang FC Tampil Full Team

BOLA - Kabau Sirah Semen Padang FC akan menjalani laga penuh gengsi melawan Persib Bandung, Sabtu depan (9/9) di...

Pasca Puncak Haji, 10 Jemaah Asal Embarkasi Padang Meninggal Dunia

Pasca Puncak Haji, 10 Jemaah Asal Embarkasi Padang Meninggal Dunia

MAKKAH - Pasca puncak haji, tercatat 10 jemaah asal embarkasi Padang meninggal di Tanah Suci. Ada yang meninggal di...

Video Viral Adu Mulut Driver Gojek dengan Sopir Angkot di Bukittinggi

Video Viral Adu Mulut Driver Gojek dengan Sopir Angkot di Bukittinggi

VIDEO - Pasca aksi demo penolakan Go-Jek dan penutupan kantor perwakilan Go-Jek di Kantor Balaikota Kota Bukittinggi,...

Masyarakat Aur Malintang Sepakat Dukung Ali Mukhni jadi Gubernur Sumbar

Masyarakat Aur Malintang Sepakat Dukung Ali Mukhni jadi Gubernur Sumbar

PADANG PARIAMAN - Masyarakat Aur Malintang sepakat mendukung Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni sebagai Calon Gubernur...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu