minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Tokoh

Empat Tahun Mengajar di Melbourne Australia, Akademisi Ini Ungkap Posisi Bahasa Minang Saat ini

Minggu, 11 Juni 2017 - 02:11:16 WIB - 261
Empat Tahun Mengajar di Melbourne Australia, Akademisi Ini Ungkap Posisi Bahasa Minang Saat iniTemmy Thamrin, SS., M.Hum, Ph.D.

TOKOH - Ada sesosok wanita Minang yang mengangkat tesis tentang bagaimana posisi Bahasa Minangkabau saat ini, ia mengatakan pada Sabtu, (10/6/2017) kepada Minangkabaunews, bahwa telah terjadi pergeseran bahasa khususnya di ranah keluarga, sehingga generasi muda cenderung mulai meninggalkan penggunaan bahasa Minangkabau dalam percakapan mereka sehari-hari.


Dialah, Temmy Thamrin, SS., M.Hum, Ph.D, yang baru saja dilantik menjadi Kabid Kerjasama dan Promosi di Univeritas Bung Hatta, Jumat 9 Juni 2017 kemaren oleh Rektor Univeritas Bung Hatta Prof. Dr. Azwar Ananda, MA.


Temmy merupakan staff pengajar di Jurusan Sastra Inggris Universitas Bung Hatta yang menamatkan studi Ph.D dari La Trobe University Melbourne, Australia.


"Tesis ini me-warning kita semua, baik aparat pemerintah maupun ormas-ormas kemasyarakatan agar jangan sampai bahasa yang selama ini kita pergunakan dan kita bangga-banggakan, pada akhirnya punah ditelan oleh zaman," ujar Temmy.


Lanjutnya, sikap orang tua agar memposisikan bahasa daerah sebagai bahasa yg harus diperkenalkan kepada anak.


"Sebagai identitas diri mereka, sehingga anak-anak atau generasi muda Minang selalu bangga dengan Bahasa Minang dan segala sesuatu tentang Minangkabau," ungkap Temmy.


Ibu tiga anak kelahiran Padang ini juga pengajar BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) yang pada tahun 2016 lalu diutus oleh PPSDK (Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementrian Pendidikan Indonesia untuk memberikan pengajaran di Sacred Heart Girls College, Melbourne Australia, setingkat SMP dan SMA di Indonesia selama lebih kurang tiga setengah bulan secara intensif disemua level.


Selama menempuh pendidikan Ph.D di Melbourne, Temmy juga mendharmabaktikan ilmunya untuk menjadi guru pendamping pada pengajaran Bahasa Indonesia selama lebih kurang 4 tahun di Loyola College.


Di akhir penyampaiannya, secara gamblang Temmy menyatakan tentang harapannya, yaitu agar pemerintah daerah yang belum memasukan pelajaran Bahasa Minang kedalam kurikulum sekolah, baik ditingkat SD, SMP ataupun SMA.


Wanita yang juga aktif dalam seminar-seminar baik nasional maupun internasional ini berharap ilmu yang dia dapatkan dapat berguna bagi masyarakat Minangkabau. Aamin Y.R.A. (romeo)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: romeo
Tag: minangkabau,pemprov,pendidikan,perempuan,sumatra-barat,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Dini Hari Tadi Aceh Diguncang Gempa 5,5 SR

Dini Hari Tadi Aceh Diguncang Gempa 5,5 SR

SIMEULUE - Gempa dengan kekuatan 5,5 Skala Richter (SR) menggoyang wilayah Mentawai, Sumatera Barat. Gempa terjadi...

Putus Tren Negatif, Semen Padang FC Siap Taklukkan Pemuncak Klasemen Liga 1

Putus Tren Negatif, Semen Padang FC Siap Taklukkan Pemuncak Klasemen Liga 1

BOLA - Kabau Sirah Semen Padang FC ingin memutus tren negatif yakni selalu gagal memetik kemenangan di lima laga...

Timnas Indonesia U-19 Hadapi Thailand di Semifinal, Ini Jadwalnya

Timnas Indonesia U-19 Hadapi Thailand di Semifinal, Ini Jadwalnya

BOLA - Timnas Indonesia U-19 lolos ke semifinal Piala AFF U-18 2017 dengan menyandang status sebagai juara Grup B....

Sikat Brunei Delapan Gol Tanpa Balas, Indonesia Lolos ke Semifinal?

Sikat Brunei Delapan Gol Tanpa Balas, Indonesia Lolos ke Semifinal?

BOLA - Tim nasional Indonesia U-18 menutup laga penyisihan Grup B Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwunna, Yangon,...

Akper Pemda Padang Pariaman Segera Bergabung dengan UNP

Akper Pemda Padang Pariaman Segera Bergabung dengan UNP

PADANG PARIAMAN - Tim Visitasi Kemenristekdikti kunjungi Padang Pariaman dalam rangka penyatuan Akper Pemda ke...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu