minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Opini

Melirik Kota Pariaman Sebagai Daerah Tujuan Wisata di Sumatera Barat

Selasa, 13 Juni 2017 - 17:54:56 WIB - 777
Melirik Kota Pariaman Sebagai Daerah Tujuan Wisata di Sumatera BaratHoyak Tabuik destinasi andalan Kota Pariaman

Oleh: Warman


Sesuai dengan undang-undang otonomi daerah No.12 th 2002 pada tgl 2 Juli 2002 Kota Pariaman resmi berdiri sebagai kota otonom melepaskan diri dari kabupaten Padang Pariaman.


Semenjak berdiri kota tabuik telah beberapa kali berganti kepemimpinan diantaranya Firdaus Amin (2002), Sultanai Wirman (2003), Nasri Nasar (2003), Mahyudin (2007), Mukhlis Rahman (2008 s/d Sekarang).


Berbagai terobosanpun dilakukan oleh para pemimpin kota tabuik ini guna menggenjot nilai PAD, salah satunya melalui sektor pariwisata karena satu-satunya jalan meningkatkan pendapatan dearah hanya melalui sektor kepariwisataan maklum pariaman tidak memiliki SDA yang memadai untuk berkembang.


Perlahan namun pasti pergantian setiap kepemimpinan di kota yang baru berusia 15 tahun ini mulai terlihat dan membuahkan hasil. Di era kepemimpinan Mukhlis-Genius sektor pariwisata makin di tingkatkan sebagaimana juga dengan visi kota pariaman sebagai kota tujuan wisata dan ekonomi kreatif.


Visi tersebut sangatlah berkolerasi dengan tonggak sejarah kota pariaman yang sejak zaman kolonial belanda merupakan pusat perdagangan dan jasa, sebagai pusat perkembangan agama islam di wilayah pesisir pantai sumatera dan markas ALRI pada 1948.


Secara geografis kota pariaman terletak di pantai barat pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan samudera hindia di apit oleh Kabupaten Padang Pariaman pada sisi Utara, Selatan dan Timur kemudian memiliki 4 kecamatan, 71 Desa dan Kelurahan dengan jumlah penduduk 84.709 jiwa (BPS Sensus 2015).


Dengan luas wilayah daratan 73,36 km2 dan luas wilayah lautan 282,69 km2 serta memiliki garis pantai lebih kurang 12 km2 dan memiliki 6 buah pulau kecil yaitu pulau Kasiak, Anso duo, Bando, Gosong, Tangah, dan Pulau Ujuang.


Dari tinjauan sejarah Pariaman di zaman lampau merupakan daerah yang cukup dikenal oleh pedagang bangsa asing semenjak tahun 1500an. Catatan tertua tentang Pariaman ditemukan oleh Tomes Pires (1446-1524), seorang pelaut Portugis yang bekerja untuk kerajaan Portugis di Asia. Ia mencatat telah ada lalu lintas perdagangan antara India dengan Pariaman, Tiku dan Barus.


Sebagai daerah yang terletak di pinggir pantai, Pariaman sudah menjadi tujuan perdagangan dan rebutan bangsa asing yang melakukan pelayaran kapal laut beberapa abad silam. Pelabuhan entreport Pariaman saat itu sangat maju. Namun seiring dengan perjalanan masa pelabuhan ini semakin sepi dan ditinggalkan karena salah satu penyebabnya adalah dimulainya pembangunan jalan kereta api dari Padang ke Pariaman pada tahun 1908.


Sedangkan dari sisi perkembangan agama islam di pesisir barat pantai Sumatera dapat juga kita lihat peninggalan ulama terkemuka pada zaman itu seperti adanya kuburan panjang di Pulau Angso duo yang dikabarkan merupakan kuburan dari murid Syekh Burhanuddin di Ulakan yang bernama Katik Sangko, kemudian ada juga Mesjid Badano di Sungai Rotan dan Mesjid Raya Kampung perak sebagai cagar budaya.


Sebagai pusat sejarah perjalanan kemerdekaan bangsa indonesia, perairan Pariaman sempat juga digunakan sebagai tempat pendaratan armada dan pertahanan penjajah Jepang selama 3 tahun. Meskipun tidak bertahan lama seperti penjajahan kolonial yang mencapai 3,5 abad di bumi pertiwi.


Namun beberapa bukti menunjukkan bahwa negeri matahari tersebut sempat menanamkan kekuasaannya di Pariaman dengan beberapa peninggalan yang masih dapat kita lihat sampai sekarang seperti lobang/bunker pertahanan negeri Sakura tersebut yang dikenal dengan lobang Jepang.


Pasca kemerdekaan 17-8-1945 tiga tahun kemudian belanda kembali ingin menguasai indonesia dengan melakukan dua kali agresi militer, pertama di th 1947 dan yang kedua pada tgl 19 s/d 20 Desembaer 1948 termasuk diwilayah Sumatera. Di saat agresi yang kedua inilah kaum agresor mendaratkan pasukannya di pesisir pantai pariaman, atas inisiatif para pejuang saat itu mereka memilih melakukan perlawanan dengan membentuk ALRI pertama di Pariaman, dengan tujuan untuk membendung laju pasukan Belanda.


Dari beberapa catatan kecil sejarah penting di atas ada banyak peninggalan penting yang membuktikan bahwa pariaman juga mengikuti sejarah perjalanan dan perjuangan bangsa indonesia terlihat dari beberapa peninggalan yang ada di antaranya: ada 4 Mesjid sebagai Cagar Budaya, 1 makam ulama, 2 Stasiun kereta api, 17 rumah dan gedung tua peninggalan Belanda dan 26 lobang jepang (sumber Dinas Pariwisata).


Tidak salahlah kiranya jika Pariaman bisa dikatakan sebagai kota sejarah dan perjuangan. Kemudian dari sisi budaya pariaman juga memiliki kebudayaan yang sudah tersohor dan mendunia yang sangat dikenal dengan Tabuik.


Memanfaatkan momentum sejarah inilah Pemerintah Kota Pariaman membuat berbagai terobosan baru semenjak 2013 hingga sekarang dalam hal menarik kunjungan wisatawan ke Kota Tabuik ini.


Pembangunan objek wisatapun terus di gencarkan mulai dari pantai Gandoriah, pantai Cermin dan pantai Kata hingga pembangunan dermaga apung di pulau Anso Duo serta direncanakannya juga pembangunan mesjid raya terapaung di Pantai Pauh. Dan baru-baru ini Pemko. Pariaman bekerjasama dengan Mabesal (Markas Besar Angkatan Laut) mendatangkan sebuah Meriam dan Tank Marinir yang ditempatkan dekat dengan monumen ALRI yang peresmiannyapun langsung ditandatangani oleh Laksamana TNI-AL Ade Supandi.


Melalui dinas pariwisata dan koperindag beberapa vestival dan event tahunanpun diselenggarakan seperti, lomba desain dan rancang busana, festival marching band, pariaman fashion parade, festival pesona gandoriah, gebyar PAUD, pesta pantai, gebyar HUT Kota Pariaman, turnamen sepak bola, triathlon, Pariaman expo, marathon 10 k, TDS, turnamen volly, pesona hoyak tabuik, kejuaraan volly pantai nasional, MTQ nasional, Pariaman batagak gala dan tabligh akbar musik kasidah.


Dari berbagai event dan festifal tersebut Pemko. Pariaman berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan setiap tahunnya di tahun 2013 kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara sebanyak 791.658 orang, kemudian di 2014 naik menjadi 1.233.741 orang selanjutnya di tahun 2015 terus meningkat hingga mencapai 2.675.669 orang dan kenaikan signifikan terus berlangsung hingga 2016 mencapai angka tertinggi yakninya 2.907.882 wisatawan (sumber Dinas Pariwisata).


Dari sumber data diatas terobosan pariwisata oleh Pemko. Pariaman terlihat sudah berhasil namun apakah sudah merasa puas atas keberhasilan tersebut.


Kota Pariaman Butuh inovasi objek wisata baru


Peraturan menteri pariwisata RI No.14 tahun 2016 tentang pedoman destinasi pariwisata berkelanjutan yang salah satu isinya mewajibkan setiap dearah memiliki den mengelola wisata unggulan dengan tujuan untuk meningkatan ekonomi masyarakat derah. Dan ini juga sejalan dengan salah satu nawacita presiden RI bahwa kedepannya bangsa indonesia harus bisa menciptakan inovasi terbaru pariwisata, kebudayaan dan perfileman.


Atas dasar inilah setiap daerah mulai mengembangkan objekwisatanya terutama yang berada diwilayah pesisir pantai seperti Pesel, Kota Padang, Padang Pariaman dan Pantai Tiku Kab. Agam yang Masing-masingnya memiliki keunggulan destinasi wisata handal.


Terlepas dari hal itu Kota Pariaman harus mampu menciptakan inovasi wisata andalan terbarukan, dikarenakan jika hanya fokus pada wisata pesisir dikahwatirkan kita akan tertinggal oleh beberapa daerah tetangga di atas.


Kembali kita melirik kutipan sejarah di atas, jika kita melihat lebih detail belum sepenuhnya Pemko. Pariaman melalui Dinas Pariwisata memanfaatkan peninggalan sejarah dan cagar budaya tersebut sebagai objek wisata. Jika 52 peninggalan sejarah dan cagar budaya tadi termanfaatkan apa salahnya Kota Pariaman juga bisa menciptakan paket wisata untuk wisatawan berkunjung kesana.


Mengembalikan tradisi dan budaya sebagai destinasi wisata


Tidak hanya mengandalkan tabuik sebagai event budaya tahunan namun kita harus mampu menggali dan mengembalikan tradisi dan budaya sebagai potensi destinasi wisata, misalkan tradisi malamang, adat istiadat pernikahan, buru tupai dan lainnya.


Bahkan hobi atau kebiasaan masyarakatpun bisa dijadikan objek wisata seperti memancing, buru babi ataupun ketika panen padi di sawah termasuk menghidupkan kembali transportasi padati petani yang tugunya ada di Simpang Jati.


Tentunya ini butuh keseriusan, kerjasama dan kerja keras tidak hanya tugas Walikota dan Wakil walikota saja memikirkan hal tersebut, namun apabila seluruh OPD mampu berkolaborasi untuk menciptkan ide kreatif untuk tujuan objek wisata, niscaya terobosan pariwisata baru akan membawa kota tabuik jadi perhatian tidak hanya di Sumbar namun akan jadi nomor satu di pulau Sumatera.(***)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: metro,opini,pariaman,pariwisata,seni-budaya,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Sikat Brunei Delapan Gol Tanpa Balas, Indonesia Lolos ke Semifinal?

Sikat Brunei Delapan Gol Tanpa Balas, Indonesia Lolos ke Semifinal?

BOLA - Tim nasional Indonesia U-18 menutup laga penyisihan Grup B Piala AFF U-18 2017 di Stadion Thuwunna, Yangon,...

Menarik, Presiden Singapura Pernah Berjualan Nasi Padang, Inilah Kisahnya

Menarik, Presiden Singapura Pernah Berjualan Nasi Padang, Inilah Kisahnya

JAKARTA - Halimah Yacob (62) akan dinaubatkan menjadi Presiden muslimah pertama Singapura pada Rabu (13/9/2017). Namun...

Warga Padang Minta Akses Menuju Shelter Evaksuasi Dipermudah

Warga Padang Minta Akses Menuju Shelter Evaksuasi Dipermudah

PADANG - Kota Padang berada tepat di pinggir Samudera Hindia. Rawan bencana seperti banjir, gempa, dan lainnya. Agar...

UNP Jadi Juara TCC 2017 Sumbar

UNP Jadi Juara TCC 2017 Sumbar

PADANG - Universitas Negeri Padang naik ke podium juara Torabika Campus Cup 2017 yang digelar di Lapangan Universitas...

Dini Hari Tadi Aceh Diguncang Gempa 5,5 SR

Dini Hari Tadi Aceh Diguncang Gempa 5,5 SR

SIMEULUE - Gempa dengan kekuatan 5,5 Skala Richter (SR) menggoyang wilayah Mentawai, Sumatera Barat. Gempa terjadi...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu