minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Internasional

Dai Dompet Dhuafa Tuntun Syahadat Desi WN Filipina di Macau

Jumat, 16 Juni 2017 - 15:44:44 WIB - 326
Dai Dompet Dhuafa Tuntun Syahadat Desi WN Filipina di MacauDai Dompet Dhuafa Islam WN Filipina

MACAU--Siang itu, Ahad (27/5/2017), Ratusan muslimah asal Indonesia yang bekerja sebagai buruh migran di Macau, berkumpul di majelis taklim masyarakat Indonesia di Macau.

Acara itu diberi nama Pondok Ramadhan diadakan di Masjid Mo Lo Yuen, Macau. Pondok Ramadhan kali ini, menjadi berbeda dengan kehadiran Desi, Warga Negara Filipina, beragama Katolik.

Desi datang bersama temannya, yang juga orang Indonesia, hadir dengan niat bulat untuk memeluk Islam, beralih dari agama sebelumnya.

Desi sudah setahun bekerja di Macau. Sebetulnya, Desi sudah tertarik pada Islam sejak ia bekerja di Malaysia beberapa tahun lalu. Kebetulan majikannya keluarga muslim.

Di Malaysia itu pula ia melihat bahwa Islam adalah agama terbaik. Kesan itu tersimpan rapat-rapat dalam kalbu dan sanubarinya. Namun, itu belum membuatnya bersyahadat, padahal Malaysia negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Barulah ketika berada di Macau, negara yang terkenal sebagai pusat judi di Asia, hatinya justru semakin kuat untuk memeluk Islam. Kebetulan teman dekatnya yang orang Indonesia membantu Desi untuk kenal Islam.

Setahun ini ia tekun belajar tentang Islam. Ia membaca berbagai buku tentang Islam, baik yang didapatnya sendiri atau yang dipinjam dari temanya. Dan, Ahad itu Allah Swt., benar-benar memantapkan hatinya untuk memeluk Islam.

Di hadapan Dai Ambassador Dompet Dhuafa yang dikirim ke Macau, Dr. Moch. Syarif Hidayatullah dan ratusan jamaah yang hadir, Desi mengikrarkan syahadatnya. Desi resmi menjadi mualaf dalam keadaan sedang puasa di siang itu.

Dr. Moch. Syarif Hidayatullah yang tergabung dalam Dai Cordofa (Corps Dai Dompet Dhuafa), menuntunnya bersyahadat dan memberinya nama Islam “Fathima”.

“Harapannya agar dia bisa seperti putri Rasulullah Saw dan istri Sayyidina Ali itu,” kata Syarif yang juga dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Meskipun keislamannya bukan karena saya, tapi ikut menghantarkannya menjadi muslimah tentu merupakan karunia tersendiri bagi saya. Apalagi ini pengalaman pertama saya mengislamkan. Semoga iman dan Islam dibawanya hingga nafas terakhirnya,” pungkas Syarif. (Maifil)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: internasional,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pakar Ilmu Kelautan ITB: Reklamasi Ini Tidak Melindungi Jakarta Malah Menenggelamkan

Pakar Ilmu Kelautan ITB: Reklamasi Ini Tidak Melindungi Jakarta Malah Menenggelamkan

NASIONAL - Pakar Ilmu Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB) Muslim Muin menegaskan, agar Reklamasi tidak perlu...

Dua Sekolah di Batusangkar Disegel, Gerbang Tertutup, Ratusan Murid Tak Dapat Masuk

Dua Sekolah di Batusangkar Disegel, Gerbang Tertutup, Ratusan Murid Tak Dapat Masuk

TANAH DATAR - Guru dan ratusan siswa SD 26 Baringin dan SMPN 2 Batusangkar, Tanah Datar, Sumbar sempat kebinggungan dan...

Tekan Inflasi, Distribusi LPG 3 Kg di Padang Kembali Dipetakan

Tekan Inflasi, Distribusi LPG 3 Kg di Padang Kembali Dipetakan

PADANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Pertamina dan Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas...

Jadwal Lengkap Tour de Singkarak (TdS) 2017

Jadwal Lengkap Tour de Singkarak (TdS) 2017

PADANG - Dinas Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar), keluarkan secara resmi jadwal lomba balap sepeda internasional Tour...

Subuh Berdarah di Canduang Agam, Ibu Cangkul Kepala Anak Sendiri Hingga Tewas

Subuh Berdarah di Canduang Agam, Ibu Cangkul Kepala Anak Sendiri Hingga Tewas

AGAM - Warga Koto Laweh, Canduang, Agam, Sumatera Barat (Sumbar) buncah dengan peristiwa subuh berdarah, Laspitri (30)...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu