minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Solok

Tambang Emas yang Diduga Dibekingi Oknum Polisi Timbulkan Polemik di Masyarakat Sungai Lasi Solok

Rabu, 21 Juni 2017 - 04:31:00 WIB - 1062
Tambang Emas yang Diduga Dibekingi Oknum Polisi Timbulkan Polemik di Masyarakat Sungai Lasi SolokIlustrasi Tambang Emas

SOLOK - Tambang emas ilegal yang sempat viral pemberitaannya di beberapa media online di Sumbar, selain diduga dibeking oleh oknum Polisi, juga diketahui dari masyarakat bahwa di tempat itu telah memakan korban jiwa beberapa bulan yang lalu serta sempat hampir memutuskan jalan penghubung di empat nagari.


Tambang emas ilegal yang hingga saat ini masih beroperasi di daerah Kabupaten Solok tepatnya di Kecamatan IX Koto Sungai Lasi tersebut, ternyata sudah lama menimbulkan polemik terhadap masyarakat di nagari itu. Namun karena takut menyuarakan hak dan keadilan terhadap mereka ditambah dengan adanya dugaan aparat Polisi yang membekingi, masyarakat lebih banyak bungkam seakan tidak terjadi apa-apa.


Dari data yang dihimpun awak media di lapangan, tambang emas yang beroperasi secara ilegal itu hampir memutuskan hubungan antara empat nagari di Sungai Lasi, antara lain Nagari Taruang-taruang, Nagari Bukik Bais, Nagari Siaroaro dan Nagari Sungai Durian. Akibatnya ada alat-alat berat yang melintasi jalan itu, tidak selayaknya dilalui oleh alat berat, hingga kerusakan parah membuat jalur tersebut hampir memutus akses yang menghubungkan empat nagari tersebut.


“Tambang ini sudah beroperasi kurang lebih tiga tahun lalu, kami sebagai warga merasa bingung kemana harus mengadu, kian hari kondisi jalan semakin parah, dan hal ini sudah kita sampaikan ke pemerintah daerah namun hingga saat ini masih belum ada tanggapan. Dan dari pihak tambang sendiri seperti tidak mau tahu, kami takut untuk menyuarakan hal ini, karena setiap mesin yang melintas di daerah ini selalu dikawal oleh oknum polisi," tutur salah satu sumber yang tidak bisa disebutkan namanya pada Sabtu (17/6/2017) kemarin.



Lebih jauh dijelaskannya, selain jalan yang rusak beberapa bulan lalu juga telah terjadi korban jiwa, tepatnya pada akhir tahun 2016 kemarin.


Menurut cerita nara sumber, pada suatu hari ada seorang dan anaknya yang hendak mencuci kaki di tempat bekas tambang terpeleset dan masuk ke dalam lubang bekas galian, malang ibu dan anaknya tersebut ditemukan dalam kondisi tewas terapung di lubang bekas galian tambang itu.


"Memang benar beberapa bulan lalu ada korban jiwa seorang ibu dan anaknya, yang hendak cuci kaki namun tergelincir dan masuk kedalam lubang galian bekas tambang dan ditemukan dalam kondisi terapung tak bernyawa. namun dari kejadian tersebut tambang hanya ditutup sementara dan selanjutnya tetap dibiarkan beroperasi seperti biasa," jelas nara sumber.


BACA JUGA : Oknum Polisi Diduga Terima Setoran Puluhan Juta, Bekingi Tambang Emas di Sungai Lasi Solok


Ia juga menegaskan bahwa di sekitar tambang sudah ada plang larangan dari pemerintah daerah, bahwasanya dilarang menambang di sekitar daerah tersebut, namun hal ini tidak dihiraukan para penambang, dan tidak ada ketegasan dari pemerintah daerah sendiri, hal ini yang membuat kami menjadi tanda tanya ada apakah di balik semua ini," jelas nara sumber
.
Parahnya lagi menurut Buyung, akibat dari galian tambang tersebut, masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih, sawah kami rusak, termasuk infrastruktur jalan menuju ke lokasi tambang. Kami sebagai warga berharap jalan di daerah kami dapat diperbaiki, sebab jika tidak diperbaiki bisa menimbulkan kecelakaan bagi warga dan bisa memutus hubungan antara empat nagari. "Kalo bisa tambang ditutup, harapnya.(Wandre/AMOI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Romeo/sumbartoday.com
Tag: daerah,metro,solok,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

PMPTP Padang Pariaman Sulap Ruang Kerja Jadi Tempat Pelayanan

PMPTP Padang Pariaman Sulap Ruang Kerja Jadi Tempat Pelayanan

PADANG PARIAMAN - Pelayanan terbaik bagi masyarakat terutama bidang Perizinan sedang gencar dilakukan oleh Dinas...

Dini Hari Tadi Gempa Laut 3,6 SR Hoyak Nias Selatan

Dini Hari Tadi Gempa Laut 3,6 SR Hoyak Nias Selatan

NIAS SELATAN -- Gempa laut berkekuatan 3,6 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Senin...

Toko Emas di Padang Dikupak Maling, 10 Kg Emas Raib

Toko Emas di Padang Dikupak Maling, 10 Kg Emas Raib

PADANG - Toko emas di Kawasan Koppas Plaza, Pasar Raya Padang Sabtu (2/9/2017) pagi tadi disatroni pencuri. Emas...

Dua Mahasiswa Sumbar yang Sempat Ditahan Aparat Mesir Akhirnya Pulang ke Ranah Minang

Dua Mahasiswa Sumbar yang Sempat Ditahan Aparat Mesir Akhirnya Pulang ke Ranah Minang

PADANG - Dua mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo Mesir asal Sumatera Barat (Sumbar) yang sempat ditahan aparat...

Panitia Kurban di Padang Tak Boleh Menerima Upah Daging

Panitia Kurban di Padang Tak Boleh Menerima Upah Daging

PADANG - Pengurus Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kota Padang Muhammad Ridho Nur menyebut, panitia kurban tidak dibolehkan...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu