berita padang - berita sumbar
headline
home berita Nasional

Inilah Pernyataan dan Sikap Jokowi Terhadap Hasil Pertemuan Prabowo dan SBY di Cikeas

Sabtu, 29 Juli 2017 - 01:03:53 WIB - 351
Inilah Pernyataan dan Sikap Jokowi Terhadap Hasil Pertemuan Prabowo dan SBY di CikeasPresiden Jokowi

NASIONAL - Kekuasaan absolut di negara Indonesia sebenarnya tidak dapat dipraktikkan. Apalagi sebagai negara penganut demokrasi Pancasila, Indonesia juga memisahkan kekuasaan ke dalam tiga bagian, yakni legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Hal itu ditambah dengan kehadiran pers dan rakyat sebagai pihak di luar pemerintahan yang dapat turut mengawasi jalannya kekuasaan.


Demikian pandangan yang diutarakan Presiden Joko Widodo menanggapi hasil pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.


"Perlu saya sampaikan bahwa saat ini tidak ada yang namanya kekuasaan absolut, yang mutlak. Kita ada pers, ada media, ada LSM, ada juga yang mengawasi di DPR. Rakyat juga bisa mengawasi langsung," ujar Presiden ketika dimintai tanggapannya terhadap pertemuan tersebut oleh para jurnalis di Kawasan Greenland International Industrial Center, Cikarang, Jumat, (28/7/2017).


Melalui pertemuan pada Kamis malam kemarin, kedua tokoh politik tersebut sempat menyampaikan kekhawatirannya terhadap pemerintah bila sampai melampaui batas sehingga terjadi apa yang disebut dengan "abuse of power". Kepala Negara berpandangan bahwa hal tersebut tidaklah relevan dengan dinamika politik yang terjadi saat ini.


"Sangat berlebihan," kata Presiden menanggapi.


Bila yang dimaksud ialah mengenai persoalan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang organisasi masyarakat, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan bahwa Perppu itu sendiri merupakan produk undang-undang. Dalam mengeluarkan Perppu itu, pemerintah juga harus mengikuti mekanisme yang ada.


"Artinya setelah presiden mengeluarkan Perppu itu ada mekanisme lagi di DPR yang di situ juga ada mekanisme yang demokratis. Ada fraksi-fraksi, apakah setuju atau tidak setuju. Artinya sekarang ini tidak ada lagi kekuasaan absolut. Dari mana?" ucapnya.


Pihak-pihak yang tidak menyetujui Perppu tersebut pun masih memiliki mekanisme yang dapat digunakan, yakni melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Inilah keterbukaan proses demokrasi yang dijalani Indonesia, bahkan hingga kini.


"Kita ini kan negara demokrasi sekaligus negara hukum. Jadi proses seperti itu sangat terbuka sekali, ada tambahan bonus demo juga tidak apa. Jadi jangan dibesar-besarkan hal yang sebetulnya memang tidak ada," Presiden sambil berkelakar.


Adapun terkait dengan ambang batas pencalonan presiden dalam Pemilu, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan bahwa sudah dua kali Pemilu di Indonesia menggunakan ambang batas sebesar 20 persen, tepatnya pada tahun 2009 dan 2014. Dalam dua penyelenggaraan pemilihan tersebut, Indonesia dinilai berhasil melalui ujian demokrasi dengan jujur, adil, dan damai.


Kepala Negara kemudian menambahkan, bila ambang batas pencalonan presiden ditiadakan, apa yang dapat terjadi bila satu partai dengan perolehan suara rendah mencalonkan presiden dan terpilih dalam Pemilu? Bayangkan apa yang terjadi nantinya di Parlemen.


"Kita dulu yang 38 persen saja kan, haduh. Ini proses politik yang rakyat harus mengerti, jangan ditarik seolah-olah presidential threshold 20 persen itu salah. Ini produk demokrasi yang ada di DPR, produknya DPR, bukan pemerintah. Di situ juga ada mekanisme proses demokrasi yang ada di DPR. Kemarin juga sudah diketok dan aklamasi. Itulah yang harus dilihat oleh rakyat," ucapnya.(Romeo)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Seagames 2017: Prediksi Indonesia vs Timor Leste

Seagames 2017: Prediksi Indonesia vs Timor Leste

BOLA - Momentum positif yang baru saja diraih Timnas Indonesia U-22 di Sea Games 2017 dengan mengalahkan Filipina...

Oknum TNI yang Pukul Polisi Lalu Lintas di Riau Ditahan

Oknum TNI yang Pukul Polisi Lalu Lintas di Riau Ditahan

PEKANBARU - Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigadir Jenderal TNI Abdul Karim, membenarkan seorang prajuritnya terlibat...

Begini Kronologis Laka Lantas yang Mengakibatkan Mantan Kabiro Humas Pemprov Sumbar Wafat

Begini Kronologis Laka Lantas yang Mengakibatkan Mantan Kabiro Humas Pemprov Sumbar Wafat

PADANG - Kecelakaan lalu lintas yang akhirnya menewaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kampar, Surya...

Hujan Guyur Padang dari Siang Hingga Malam, Sejumlah Ruas Jalan Tergenang

Hujan Guyur Padang dari Siang Hingga Malam, Sejumlah Ruas Jalan Tergenang

PADANG - Hujan dengan intensitas sedang melanda Kota Padang dan sekitarnya, Jumat (10/8/2017) dari siang hingga...

Go-Jek Ditolak Hadir di Bukittinggi, Ratusan Sopir Angkot Demo ke DPRD

Go-Jek Ditolak Hadir di Bukittinggi, Ratusan Sopir Angkot Demo ke DPRD

BUKITTINGGI - Dua pekan Go-Jek beroperasi di Kota Bukittinggi mendapat penolakan. Ratusan sopir angkot dan organda...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu