minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Internasional

PBB Jatuhkan Sanksi Paling Keras Sepanjang Satu Generasi untuk Korut

Minggu, 06 Agustus 2017 - 16:17:11 WIB - 319
PBB Jatuhkan Sanksi Paling Keras Sepanjang Satu Generasi untuk KorutPemimpin Korut, Kim Jong Un,mengklaim telah berhasil menguji kemampuan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu menjangkau daratan Amerika Serikat

INTERNASIONAL - Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( DK PBB) menyepakati sanksi baru terhadap Korea Utara ( Korut) terkait program-program rudal negeri itu.

Dalam sidangnya, dengan suara bulat para anggota DK PBB menyetujui sebuah resolusi yang melarang ekspor Korut dan membatasi investasi di negara tersebut.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan bahwa ini adalah "sanksi paling keras terhadap suatu negara dalam satu generasi," dikutip dari laman mirror.co.uk, Minggu (6/82017).

Korut menguji dua rudal balistik antarbenua pada Juli 2017, kemudian menyatakan bahwa sekarang mereka memiliki kemampuan untuk menyerang wilayah manapun di AS.

Namun, para ahli meragukan kemampuan rudal-rudal Korut untuk mencapai target mereka secara tepat.

Uji coba itu dikutuk oleh Korea Selatan ( Korsel), Jepang dan Amerika Serikat (AS), dan mendorong disusunnya sanksi terbaru PBB ini.

Diperkirakan, Korut mendapatkan sekitar 3 miliar dollar AS pendapatan setiap tahun dari ekspor batubara, bijih besi dan bahan mentah lainnya ke China – dan sanksi ini dapat menghilangkan sepertiga dari perdagangan yang merupakan satu dari setikit sumber pemasukan Korut.

Awal tahun ini, China menghentikan impor batubara untuk meningkatkan tekanan pada Pyongyang.

Namun, sanksi berulang sejauh ini selalu gagal untuk mencegah Korut melanjutkan pembangunan rudalnya.

China, satu-satunya sekutu internasional Korut dan anggota DK PBB yang memegang hak veto, kali ini mendukung resolusi tersebut.

Sebelumnya, China sering kali melindungi Pyongyang dari resolusi yang berdampak buruk terhadap Korut.

Duta Besar AS Nikki Haley imengatakan DK telah meningkatkan hukuman atas aktivitas rudal balistik Korut "ke suatu tingkat yang sangat lain."

"Hari ini DK telah berkumpul untuk memperingatkan diktator Korut," kata Haley di DK PBB setelah pemungutan suara.

"Tindakan Korea Utara yang serampangan dan tidak bertanggung jawab terbukti merupakan hal yang mahal bagi rezim tersebut," katanya sambil juga memuji sikap China.

Duta Besar China, Liu Jieyi, mengatakan bahwa resolusi tersebut menunjukkan bahwa dunia "bersatu dalam sikapnya mengenai nuklir di semenanjung Korea".

Dia menyambut baik pernyataan Menlu AS sebelumnya bahwa AS tidak bermaksud mengupayakan perubahan rezim atau memprioritaskan penyatuan kembali Korea.

Tapi -bersama duta besar Rusia- dia mengecam penempatan sistem rudal THAAD di Korsel, dan menyerukan agar hal itu dihentikan.

Pertemuan Utara-Selatan?

Uji coba rudal dan senjata nuklir negara yang dikucilkan dunia itu dikecam oleh negara-negara tetangga di wilayah tersebut.

Namun Korsel mengatakan bahwa pihaknya mungkin akan mengadakan pembicaraan langsung dengan Korut dalam sebuah pertemuan regional akhir pekan ini.

Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha mengatakan bahwa dia bersedia untuk berbicara dengan mitranya dari Pyongyang, jika muncul kesempatan "secara alami."

Para menteri luar negeri dari Perhimpunan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) bertemu di Manila Filipina, akhir pekan ini.

Kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan "ada kemungkinan" Kang Kyung akan bertemu dengan mitranya dari Korut, Ri Yong Ho di sela-sela forum tersebut.

"Jika ada kesempatan yang munvul secara alami, kami harus berbicara," kata Kang.

"Saya ingin menyampaikan keinginan kami kepada Korut untuk menghentikan provokasinya dan menanggapi secara positif ajakan khusus baru-baru ini (untuk melangsungkan pembicaraan) yang bertujuan untuk membangun sebuah perdamaian."

Sekretaris Negara AS Rex Tillerson juga akan menghadiri perundingan akhir pekan ini, yang dijadwalkan akan menjadikan program nuklir Korut sebagai topik utama.

Saat pertemuan dimulai, anggota-anggota ASEAN mengeluarkan sebuah pernyataan bersama yang mengatakan bahwa mereka memiliki "keprihatinan yang mendalam" atas tindakan Korut, yang "secara serius mengancam perdamaian." (kp)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: internasional,metro,peristiwa,tokoh

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Wagub Nasrul Abit Optimistis Target 9 Juta Wisnu dan 6000 Wisman Tercapai

Wagub Nasrul Abit Optimistis Target 9 Juta Wisnu dan 6000 Wisman Tercapai

PARIAMAN - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, yakin bahwa animo berwisata ke Sumbar semakin kencang. Dari data...

Choirul Huda Meninggal, Ini Kesaksian Striker Semen Padang FC Marcel Sacramento

Choirul Huda Meninggal, Ini Kesaksian Striker Semen Padang FC Marcel Sacramento

BOLA - Kiper Persela Lamongan, Choirul Huda meninggal setelah berbenturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues. Di...

Sumbar Talenta Konser ke Negara Perantau Minang

Sumbar Talenta Konser ke Negara Perantau Minang

PADANG - Memenuhi undangan Pertubuhan Pribumi Perkasa, sebuah organisasi pengusaha pribumi di Negeri Sembilan, dan dari...

Hujan Deras, Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pariaman Tetap Berjalan Khidmat

Hujan Deras, Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Pariaman Tetap Berjalan Khidmat

PARIAMAN - Ditengah Hujan Deras yang menguyur Kota Pariaman sejak malam sampai pagi, tidak menyurutkan jiwa...

Anies Baswedan: Dari 6 Proyek Garapan Ahok-Djarot Cuma 1 Selesai Tepat Waktu

Anies Baswedan: Dari 6 Proyek Garapan Ahok-Djarot Cuma 1 Selesai Tepat Waktu

NASIONAL - Dari enam proyek pembangunan infrastruktur yang dimulai pada era Basuki Tjahja Purnama ( Ahok) dan Djarot...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu