berita padang - berita sumbar
headline
home berita Nasional

Masuki Zona Terlarang, 2 Mahasiswa Asal Sumbar Ditangkap Aparat Mesir

Kamis, 10 Agustus 2017 - 13:27:27 WIB - 396
Masuki Zona Terlarang, 2 Mahasiswa Asal Sumbar Ditangkap Aparat MesirKairo, Mesir

NASIONAL - Ketua Kesepakatan Mahasiswa Minangkabau di Mesir, Muhammad Alfatih menyebutkan, sehari setelah penahanan dua mahasiswa Indonesia yang kuliah di Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, pihak KBRI sudah melakukan upaya pencarian dengan mendatangi markas Aga untuk melakukan negosiasi.


Dua mahasiswa Universitas Al-Azhar itu kini sudah ada di tingkat 3 dan berasal dari Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Mereka ditangkap karena disebut memasuki area terlarang bagi warga asing.


Sayangnya, menurut Muhammad Alfatih, upaya negosiasi untuk membebaskan dua mahasiswa yang sudah ditahan sejak 1 Agustus 2017 lalu, gagal. Pihak keamanan markas Aga bersikeras untuk tidak membebaskan dan tetap menahan mereka.


Bahkan utusan dari KBRI, dilaporkan sama sekali tidak diizinkan bertemu dengan kedua WNI itu.


"Pihak KBRI sudah mendatangi markas Aga untuk membebaskan mereka. Namun upaya itu tidak berhasil. Bahkan mereka tidak dizinkan untuk bertemu dengan Nurul Islami dan Muhammad Hadi," kata Muhammad Alfatih, melalui pesan WhatsApp, Rabu malam (9/8/2017).


Walau belum berhasil membebaskan kedua rekannya, pihak KBRI di Kairo tetap berupaya membebaskan mereka. KBRI juga meminta para mahasiswa Indonesia tetap tenang karena persoalan ini sudah menjadi ranah diplomasi antara pemerintah.


"KBRI sudah menyampaikan ke kita, jika persoalan ini menyangkut diplomasi antarnegara dan tetap akan berupaya keras agar mereka segera dibebaskan," lanjut Muhammad Alfatih.


Demi proses pembebasan kedua mahasiswa tersebut cepat selesai, dibuat kesepakatan Mahasiswa Minangkabau di Mesir agar terus menjalin komunikasi intens dengan KBRI. Pula mereka melakukan koordinasi dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Kairo.


Sebelumnya, Nurul Islami dan Muhammad Hadi dikabarkan ditahan oleh pihak keamanan Markas Aga, Provinsi ad-Daqohliyyah sejak 1 Agustus 2017 lalu karena memasuki zona terlarang di Desa Samanud usai membeli minuman sekira pukul 02.00 dini hari waktu setempat.


Desa Samanud beberapa tahun belakangan memang sudah dilarang oleh pemerintah Mesir didatangi warga asing. Sebelum dilarang oleh pemerintah setempat, kedua mahasiswa tersebut memang sempat tinggal di Desa Samanud. Mereka disebut kembali untuk menjemput sisa barang yang masih tertinggal.


Pada saat mereka membeli minuman, keduanya lalu diamankan oleh aparat yang sedang berpatroli.(vv)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,internasional,limapuluh-kota,minangkabau,nasional,padang,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Swissindo Disorot DPRD, Begini Tanggapan OJK Sumbar

Swissindo Disorot DPRD, Begini Tanggapan OJK Sumbar

PAYAKUMBUH - Masyarakat Kota Payakumbuh resah dengan adanya kegiatan yang memberikan penawaran janji dalam pelunasan...

Semen Padang FC Resmi Depak Didier Zokora, Ini Alasannya

Semen Padang FC Resmi Depak Didier Zokora, Ini Alasannya

BOLA - Kabau Sirah Semen Padang FC resmi tidak memperpanjang kontrak marquee player mereka Didier Zokora menjelang...

Printer Inkjet Canon, 18 Tahun Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia

Printer Inkjet Canon, 18 Tahun Menjadi Pilihan Masyarakat Indonesia

PADANG - Canon melalui pt. Datascrip selaku authorized distributor di Indonesia berhasil mengukuhkan posisinya sebagai...

Semen Padang FC Pinjam Muchlis Hadi Ning dari Bhayangkara FC

Semen Padang FC Pinjam Muchlis Hadi Ning dari Bhayangkara FC

BOLA - Semen Padang FC meminjam Muchlis Hadi Ning dari Bhayangkara FC untuk menghadapi putaran kedua kompetisi Liga 1....

MUI: Fatwa Haram Pasang Bendera di Masjid itu Hoax

MUI: Fatwa Haram Pasang Bendera di Masjid itu Hoax

NASIONAL - Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons berita bohong atau hoax terkait haramnya pemasangan bendera merah...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu