minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
Pemko Bukittinggi home berita Bukittinggi

Go-Jek Ditolak Hadir di Bukittinggi, Ratusan Sopir Angkot Demo ke DPRD

Kamis, 10 Agustus 2017 - 17:12:11 WIB - 2016
Go-Jek Ditolak Hadir di Bukittinggi, Ratusan Sopir Angkot Demo ke DPRDIlustrasi Go-Jek

BUKITTINGGI - Dua pekan Go-Jek beroperasi di Kota Bukittinggi mendapat penolakan. Ratusan sopir angkot dan organda menolak kehadiran ojek online tersebut, mereka menggelar aksi mogok dan long march ke Kantor DPRD Bukittinggi, Kamis (10/8/2017), akibatnya Kota Bukittinggi lumpuh tanpa transportasi.

Ketua organda Bukittinggi, Syafrizal menjelaskan, alasan Kota Bukittinggi menolak keberadaan ojek online dengan pertimbangan bahwa Go-Jek mematikan pendapatan sopir angkot.

"Gojek mematikan pendapatan sopir angkot, ojek itu bukan angkutan publik atau massal. Ojek sendiri mulai merebak pasca-kerusuhan 1998. Saat itu, pekerjaan memang sulit dicari," kata Syafrizal.

Lanjutnya, kami mendesak DPRD agar menolak kehadiran Go-Jek karena mematikan income para sopir angkot.

Ketua DPRD Bukittinggi Beny Yusral mengatakan DPRD akan membawa masalah Go-Jek ini dalam rapat pimpinan dewan, untuk sikap resmi akan diputuskan Jumat mendatang dengan memanggil pihak Go-Jek.

Dia menjelaskan DPRD menolak, dalam aturan Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 tidak ada angkutan umum roda dua. Bila keberadaannya tetap dibiarkan transportasi berbasis aplikasi, Gojek, yang telah hadir di daerah itu sebanyak 200 unit lebih pada Agustus 2017, maka akan mematikan 500 lebih angkutan umum yang ada di Bukittinggi.

Selanjutnya Ia menjelaskan sampai saat ini surat ijin Go-Jek tidak ada, maka kepada lembaga Lesgalatif DPRD Kota Bukittinggi minta menghentikan pengoperasian Go-Jek di Kota Bukittinggi. Dihitung penghasilan satu ojek sebesar Rp100.000 jadi jika 200 ojek menghasilkan Rp20 juta berpindah dari angkutan umum, ini yang dikeluhkan pengusaha angkutan umum, bisa akhirnya angkutan umum gulung tikar. Menurut pengamatan sejak awal Agustus sudah menurun sebesar 15 persen pendapatan angkutan kota di Bukittinggi, ucap Syafrizal.

Seperti diketahui, Go-Jek menjadi buah bibir di kalangan masyarakat karena besarnya pendapatan yang bisa diperoleh dari pengendara ojek online itu. Fasilitas ojek yang menggunakan layanan siap panggil tersebut dianggap memudahkan pelanggan.

Arno Tse, Senior Vice President Operation PT Go-Jek Indonesia mengatakan "Biasalah Go-Jek barang baru, tentu yang lama nolak. Namun kami akan memberikan pelayanan terbaik bagi kota lainnya," ujarnya. (Iwin SB)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: bukittinggi,indonesia,nasional,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pengembangan Pengawasan Partisipatif  Dikemas Panwaslu Pariaman Lewat FGD

Pengembangan Pengawasan Partisipatif Dikemas Panwaslu Pariaman Lewat FGD

PARIAMAN - Upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu dan strategi pengembangan pengawasan partisipatif...

Inilah Peserta yang Lolos ke 16 Besar Liga Champion 2017/2018

Inilah Peserta yang Lolos ke 16 Besar Liga Champion 2017/2018

BOLA - Seluruh peserta ronde 16 besar Liga Champions 2017/18 telah diketahui seturut kelarnya babak penyisihan pada...

Inilah Hasil Undian Babak 16 Besar Liga Champions 2017-2018

Inilah Hasil Undian Babak 16 Besar Liga Champions 2017-2018

BOLA - Asosiasi Sepak Bola Eropa ( UEFA) resmi mengumumkan hasil undian babak 16 besar Liga Champions musim 2017-2018...

Ini Sikap Indonesia Tentang Pemindahan Ibu Kota Israel ke Yerusalem yang Disetujui AS

Ini Sikap Indonesia Tentang Pemindahan Ibu Kota Israel ke Yerusalem yang Disetujui AS

NASIONAL - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang...

Difteri Mewabah, DPR Minta Kemenkes Dievaluasi

Difteri Mewabah, DPR Minta Kemenkes Dievaluasi

NASIONAL - Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang...


KOMENTAR ANDA



gtv the next boy girl band season 2 padang kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media