minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Padang

Rehabilitasi Anak Jalanan, Padang Libatkan Militer

Kamis, 10 Agustus 2017 - 20:04:47 WIB - 352
Rehabilitasi Anak Jalanan, Padang Libatkan MiliterIlustrasi anak jalanan

PADANG - Anak jalanan di Kota Padang tidak boleh lagi berkeliaran di jalan. Mereka akan diselamatkan dan dibina di Batalyon 133/Yudha Sakti oleh tentara bekerjasama dengan Dinas Sosial Kota Padang.

Menyusul hal itu, Pemerintah Kota Padang meluncurkan program inovatif penanganan anak jalanan melalui pola pembinaan terpadu. Launching langsung dilakukan oleh Direktur Jendral Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI DR. Marjuki dan Walikota Padang serta Danrem 032 /Wirabraja di lapangan Batalyon I33/YS, Kamis (10/8/2017).

Dirjen menilai hal ini sebagai langkah yang serius untuk meminimalisir jumlah anak Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Sekaligus meningkatkan kualitas anak-anak jalanan tersebut.

Yang dilaksanakan Pemko Padang melalui Dinas Sosial ini, menurut Dirjen, suatu langkah serius sekaligus inovatif dalam penanganan masalah anak jalanan.

"Nantinya mereka disamping dilatih disiplin dan kemampuan fisik, secara mental mereka juga diberikan pembinaan," kata Marjuki.

Pada kesempatan ini, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah menyebut, keberadaan anak-anak yang hidup di jalanan adalah kenyataan yang tidak diharapkan.

"Terjadinya hal itu pasti karena ada faktor lain. Sedangkan untuk menyelamatkan mereka adalah kewajiban kita bersama," kata Mahyeldi.

Dengan launching ini, lanjut Mahyeldi, diharapkan akan menekan jumlah anak di jalanan. Kepada mereka diberikan pembinaan dan dilanjutkan pendidikannya agar mereka bisa menjadi generasi penerus yang diharapkan bangsa.

"Anak-anak ini nanti diharapkan melanjutkan pendidikan dan jadi generasi harapan bangsa," imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial Padang Amasrul menyebutkan, ada 25 orang anak jalanan yang saat ini sudah mulai diberikan pembinaan di Batalyon I33. Mereka berasal dari berbagai latar belakang keluarga dan rata-rata putus sekolah.

"25 orang anjal yang telah dibina. Mereka dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda," sebutnya.(Charlie)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: kesehatan,metro,padang,pendidikan,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kemkominfo Akan Blokir Nomor HP yang Tak Teregistrasi dengan NIK KTP?

Kemkominfo Akan Blokir Nomor HP yang Tak Teregistrasi dengan NIK KTP?

NASIONAL - Pemerintah melalui Kementerian Kominfo (Kemkominfo) akan mewajibkan pemilik nomor telepon genggam prabayar...

Anies Baswedan: Dari 6 Proyek Garapan Ahok-Djarot Cuma 1 Selesai Tepat Waktu

Anies Baswedan: Dari 6 Proyek Garapan Ahok-Djarot Cuma 1 Selesai Tepat Waktu

NASIONAL - Dari enam proyek pembangunan infrastruktur yang dimulai pada era Basuki Tjahja Purnama ( Ahok) dan Djarot...

Timnas U-19 Indonesia Hadapi Kamboja, Indra Sjafri Tak Mau Takabur

Timnas U-19 Indonesia Hadapi Kamboja, Indra Sjafri Tak Mau Takabur

BOLA - Pelatih tim nasional (timnas) U-19 Indonesia, Indra Sjafri tak mau timnya merasa akan bisa menang dengan mudah...

Peringati Gempa 30 September 2009, Padang Pariaman Gelar Tabligh akbar dan Dzikir

Peringati Gempa 30 September 2009, Padang Pariaman Gelar Tabligh akbar dan Dzikir

PADANG PARIAMAN - Memperingati kejadian gempa 30 September 2009 lalu, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman gelar...

Gempa Darat 4,1 SR Goyang Agam Sumbar

Gempa Darat 4,1 SR Goyang Agam Sumbar

AGAM -- Gempa darat berkekuatan 4,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar),...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu