minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Nasional

Krisis Rohingya Semakin Memanas, DPR: Tidak Bisa Dibiarkan!

Rabu, 30 Agustus 2017 - 00:20:09 WIB - 470
Krisis Rohingya Semakin Memanas, DPR: Tidak Bisa Dibiarkan!Pengungsi Rohingya

JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi Munawar menyesalkan sikap Pemerintah Myanmar yang membiarkan kekerasan dan pembunuhan terus terjadi terhadap etnis Rohingya. Ironisnya, berdasarkan keterangan dari berbagai lembaga internasional kekerasan tersebut juga dimotori oleh pihak tentara.

"Perserikatan Bangsa - Bangsa (PBB) harus segera mendesak Pemerintah Myanmar untuk menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya. Situasi ini terus memburuk dan jauh dari perbaikan karena pihak otoritas setempat tidak bersungguh-sungguh mencegah kekerasan kemanusiaan." tegas Rofi Munawar dalam keterangan pers yang dikirimkan pada hari Selasa (29/8) di Jakarta.

Sebulan terakhir, konflik kembali memanas di negara bagian Rakhine. Berbagai bentuk kekerasan terus menyasar etnis Rohingya di beberapa desa yang tersebar di Maungdaw, Buthidaung, dan Rathedaung. Kekerasan paling parah dialami oleh sejumlah warga Rohingya yang bermukim di Kota Rathedaung, sekitar 77 km dari Maungdaw. Tercatat 77 orang meninggal dari etnis Rohingya.

Krisis rohingnya terus terjadi selama setahun terakhir. Mayoritas etnis Rohingya, yang jumlahnya ditaksir antara 1,3 hingga 1,5 juta jiwa, tinggal di negara bagian Rakhine di dekat perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh.

"Disamping itu ASEAN, khususnya Indonesia harus mengambil peran aktif untuk menghentikan krisis ini, karena sejatinya telah melanggar prinsip-prinsip dasar kemanusiaan. Jika tidak dilakukan segera maka dikhawatirkan akan jatuh korban yang lebih banyak lagi," ungkapnya.

Rofi juga secara khusus meminta Pemerintah Myanmar untuk membuka akses terhadap berbagai bantuan yang diperlukan untuk etnis Rohingya. Terlebih dalam krisis ini,banyak wanita dan anak-anak menjadi korban. Kementerian luar negeri Bangladesh mengatakan korban itu terpaksa menginap semalaman di wilayah rawa-rawa.

"Krisis ini kontradiktif karena terjadi di sebuah negara yang menghormati hak asasi manusia. Terlebih lagi disana ada tokoh Hak Azasi Manusia (HAM) yang pernah mendapatkan nobel perdamaian PBB Aung San Suu Kyi. Dan sekarang dia sedang ikut berkuasa," pungkasnya. (Heryadi Silvianto)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: indonesia,internasional,legislator,metro,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

KaSatPol PP Padang : Tidak Main-main PKL Langgar Fasum Akan Ditindak Tegas

KaSatPol PP Padang : Tidak Main-main PKL Langgar Fasum Akan Ditindak Tegas

PADANG - Pemerintah Kota Padang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tak henti-hentinya melakukan penertiban...

Polres Bukittinggi Gelar Pasukan Operasi Zebra 2017

Polres Bukittinggi Gelar Pasukan Operasi Zebra 2017

BUKITTINGGI - Kepala Korp Lantas Polri menekankan pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2017, adapun pelanggaran yang...

Kisruh Pungutan Uang Sertifikat Prona, Masyarakat Lapor ke Kejaksaan Agam

Kisruh Pungutan Uang Sertifikat Prona, Masyarakat Lapor ke Kejaksaan Agam

AGAM - Diduga melakukan pemungutan kepada masyarakat, dalam kepengurusan sertifikat Prona dalam rentang waktu 2015 -...

Wakil Gubernur Sumbar Tinjau Penampungan Sementara Pedagang Pasar Atas Bukittinggi

Wakil Gubernur Sumbar Tinjau Penampungan Sementara Pedagang Pasar Atas Bukittinggi

BUKITTINGGI - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit meninjau lokasi kebakaran pusat pembelajaan Pasar Atas Kota...

PBB Dukung Palestina Gugat Pelanggaran Pendudukan Israel

PBB Dukung Palestina Gugat Pelanggaran Pendudukan Israel

INTERNASIONAL - Pemerintah Israel dan senator Amerika Serikat (AS) marah membaca berita yang menyatakan bahwa anggaran...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu