minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Lima Puluh Kota

Diduga Gelapkan Raskin, Kepala Jorong di 50 Kota Dipecat

Rabu, 06 September 2017 - 04:32:58 WIB - 672
Diduga Gelapkan Raskin, Kepala Jorong di 50 Kota DipecatIlustrasi beras miskin (Raskin)

LIMA PULUH KOTA - Puluhan warga kurang mampu di jorong Manggunai Tinggi, Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, 50 Kota, Sumatera Barat (Sumbar) kecewa, setelah jatah beras bantuan dari pemerintah yang mereka terima tak kunjung datang. Setelah ditunggu-tunggu, beras dengan jatah 10 kilogram per Kepala Keluarga itu, tidak juga dibagikan perangkat jorong disana.

Beras miskin (Raskin) yang mereka harapkan itu rencananya untuk kebutuhan Idul Adha. Setelah ditelusuri, ternyata beras miskin untuk jatah mereka diduga sudah dijual oknum Jorong Mangunai Tinggi berinisial, AD ke pedagang beras di jorong setempat.

"Kemana lagi kami akan mengadu, beras bantuan jatah kami sudah dijual kepala jorong ke pedagang," ucap Abay warga Jorong Mangunai Tinggi pada pekan lalu. Diterangkan Abay, ada 45 karung beras bantuan yang ditilep Kepala Jorong Manggunai. Padahal, beras tersebut rencananya akan dibagikan kepada masyarakat kurang mampu di jorong yang berada jauh di balik balik bukit tersebut.

Pihak Nagari Ampalu terkesan diam dengan dijualnya beras bantuan masyarakat miskin tersebut oleh kepala jorong. Di Jorong Manggunai Tinggi, terdapat setidaknya 55 KK yang mendapatkan beras bantuan. Tetapi hanya 10 KK yang dibagikan. Sisanya jatah beras untuk 45 KK lagi malah dijual seharga Rp 6000 perkilogram nya ke pedagang di jorong setempat, kata Abay.

Nagari cuma sebatas memberhentikan kepala jorong dari jabatannya. Tetapi, beras jatah warga kurang mampu sudah dijual dan tidak dikembalikan kepada warga miskin. Bagaimana sengsaranya warga miskin disana, beras bantuan dari pemerintah malah dijual. Uangnya pun entah kemana perginya, sebut Abay.

Sementara itu, Walinagari Ampalu Asrizal dihubungi, Selasa (5/9), enggan berkomentar banyak soal dijualnya beras bantuan oleh oknum Jorong Mangunai Tinggi. Melalui via seluler, saya tidak bisa memberikan keterangan. Silahkan datang ke kantor, semua persoalan ini akan saya jelaskan di kantor, pungkas Walinagari Ampalu.

Camat Lareh Sago Halaban Efrizen, mengakui adanya beras bantuan diduga dijual oknum jorong. Tetapi, persoalan tersebut sudah diselesaikan pihak Nagari Ampalu. Persoalan ini sudah diselesaikan pihak nagari. Kepala Jorong sudah diberhentikan dari jabatannya, ulas Efrizen. (Bayu Denura/AMOI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Romeo/AMOI
Tag: hukum,limapuluh-kota,metro,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Presiden Jokowi Ingin Dana Desa Digunakan untuk Proyek Padat Karya

Presiden Jokowi Ingin Dana Desa Digunakan untuk Proyek Padat Karya

NASIONAL - Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jajarannya untuk menjalankan program dana desa secara swakelola....

Anggota DPR RI Hadiri Donor Darah Massal di Banuhumpu Agam

Anggota DPR RI Hadiri Donor Darah Massal di Banuhumpu Agam

AGAM - Memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan masyarakat Banuhampu, Agam, Sumatera Barat (Sumbar), bekerja...

Video: Tanpa Diagendakan, Wapres Jusuf Kalla Tinjau Pasar Atas Bukittinggi Pasca Kebakaran

Video: Tanpa Diagendakan, Wapres Jusuf Kalla Tinjau Pasar Atas Bukittinggi Pasca Kebakaran

BUKITTINGGI - Selepas meresmikan Rumah Sakit Universitas Andalas di Kampus Kampus Limau Manis, Kota Padang, Sumatera...

Akankah Semen Padang FC Susul Persiba dan Persegres Terdegradasi ke Liga 2?

Akankah Semen Padang FC Susul Persiba dan Persegres Terdegradasi ke Liga 2?

BOLA - Laga krusial bagi Semen Padang FC kala menjamu PS TNI di laga pamungkas Liga 1 di Stadion Haji Agus Salim,...

Curah Hujan Tinggi, Puluhan Rumah di Padang Panjang Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Puluhan Rumah di Padang Panjang Terendam Banjir

PADANG PANJANG - Tingginya curah hujan semenjak siang hari, puluhan rumah di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu