minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Padang

BMKG Minta Warga Waspada Fenomena Equinox Lintasi Sumbar 23 September 2017

Jumat, 08 September 2017 - 08:48:02 WIB - 4724
BMKG Minta Warga Waspada Fenomena Equinox Lintasi Sumbar 23 September 2017Foto Cuaca satelit Himawari

PADANG - Fenomena Equinox bakal menyelimuti sebagian besar Sumbar pada Senin 23 September 2017. Lantas apakah Equinox itu?


Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau melalui Kasi Data dan Metereologi Badan Meteorologi Budi A. Samiadji menjelaskan bahwa Equinox ialah sebuah fenomena astronomi yang mana matahari melintasi wilayah garis khatulistiwa.


Budi A. Samiadji menambahkan bahwa fenomena Equinox melintas secara periodik yang berlangsung dua kali dalam setahun Yaitu pada tanggal 21 Maret dan 23 September 2017," ucap Budi dalam sebuah keterangan tertulis, Jumat (8/9/2017).


"Dampak fenomena ekuinox secara kecuacaan diwilayah Sumatera Barat adalah peningkatan penguapan sehingga berdampak pada peningkatan potensi hujan di wilayah Sumatera Barat. Jika fenomena Ekuinox ini dibarengi dengan gangguan cuaca lainnya maka bisa berpotensi terjadinya cuaca ekstrem," katanya.


Salah satu dampak yang ditimbulkan dari fenomena tersebut ialah lamanya waktu siang dan malam hari di seluruh bagian bumi hampir relatif sama, termasuk wilayah yang berada di subtropis di bagian utara maupun selatan.


"Keberadaan fenomena tersebut tidak selalu mengakibatkan penurunan suhu udara secara drastis, bisa juga mengakibatkan hujan intensitas deras dan fenomena badai," jelasnya


Meski demikian, masyarakat wajib mewaspadai kondisi suhu udara yang mengalami peningkatan yang amat signifikan. Namun, Budi menegaskan bahwa tidak selalu cuaca panas dengan suhu tinggi tetapi juga bisa berakibat pada curah hujan yang tinggi.


"BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak perlu mengkhawatirkan dampak dari Equinox sebagaimana disebutkan dalam isu berkembang," sambungnya.


Secara umum, lanjut Budi, kondisi cuaca di beberapa wilayah Sumbar cenderung basah. Maka ada baiknya masyarakat tetap mengantisipasi perubahan cuaca yang signifikan dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan tetap menjaga kesehatan keluarga serta lingkungan. (RI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: padang,peristiwa,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pariaman Serahkan 7 SK CPNS kepada Penyuluh Pertanian

Pariaman Serahkan 7 SK CPNS kepada Penyuluh Pertanian

PARIAMAN - Wakil Walikota Pariaman Genius Umar serahkan SK CPNS kepada tujuh orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu...

Gempa Tektonik 3,4 SR Hoyak Bengkulu Utara

Gempa Tektonik 3,4 SR Hoyak Bengkulu Utara

BENGKULU UTARA - Gempa tektonik 3,4 SR kembali mengguncang Bengkulu Utara dan sekitarnya, Sabtu (9/9/2017) sekira pukul...

Pasca Perang Antar Genk di Padang Panjang, Muncul Isu Darah Dibayar Darah

Pasca Perang Antar Genk di Padang Panjang, Muncul Isu Darah Dibayar Darah

PADANG PANJANG - Pasca tawuran antar genk di Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) yang terjadi Rabu malam (6/9)...

Sempat Terhenti, Pembangunan Museum PDRI Senilai 600 Milyar di 50 Kota Dilanjutkan Kembali

Sempat Terhenti, Pembangunan Museum PDRI Senilai 600 Milyar di 50 Kota Dilanjutkan Kembali

LIMA PULUH KOTA - Pembangunan Monumen Bela Negara yang sebelumnya sempat terhenti, akhirnya akan dilanjutkan kembali....

Pacu Kuda Balah Aia Padang Pariaman Disaksikan Ribuan Penonton

Pacu Kuda Balah Aia Padang Pariaman Disaksikan Ribuan Penonton

BUKITTINGGI - Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur membuka secara resmi pacu kuda skala Sumbar di Nagari Balah Aia,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu