minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Lima Puluh Kota

Adik Anggota DPRD 50 Kota Jadi Tersangka Minggu Berdarah di Pilubang

Rabu, 13 September 2017 - 04:05:46 WIB - 3582
Adik Anggota DPRD 50 Kota Jadi Tersangka Minggu Berdarah di PilubangKorban Erwinsyahputra saat terbaring di RS Dr. Adnaan WD Payakumbuh

LIMA PULUH KOTA - Tewasnya seorang petani bernama Erwin (45) warga Jorong Koto Nan Gadang, kenagarian Pilubang, Kecamatan Harau, kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, dalam peristiwa "cakak banyak" pada Minggu (10/9) lalu, penyidik Satreskrim Polres Lima Puluh Kota, Selasa (12/9), tetapkan satu orang tersangka pertama yakni Primsito yang merupakan adik Tedy Sutendi anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota.

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), kami menetapkan satu orang tersangka dari peristiwa yang menyebabkan satu orang warga meninggal. Sebelumnya, ia kita jemput kerumahnya di Taeh usai menjalani perawatan," sebut Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP. Haris Hadis melalui KBO. Reskrim, Ipda. M. Arvi selasa siang (12/9).

Hingga kini Polisi masih terus melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Tito dan kasus perkelahian yang terjadi Minggu (10/9) di kenagarian Taram.

Sebelumnya Tito juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit Islam Ibnu Sina Payakumbuh bersama sang kakak, namun Tedi Sutendy anggota DPRD dari partai Hanura dirujuk ke Padang. Menurut penyidik, Tito dijemput ke kediaman istrinya di Taeh, Payakumbuh.

BACA JUGA: Minggu Berdarah di Kab 50 Kota Sumbar, 1 Tewas, Satu Anggota DPRD dan Adiknya Kritis

"Proses penyidikan pasti akan terus berlanjut, anggota kami terus melakukan pelengkapan fakta-fakta dan hari ini, ada 3 orang lagi yang kita periksa. Artinya, sudah ada 13 saksi yang dimintai keterangan," ulas Haris.

Berapa orang jumlah tersangka dalam peristiwa diduga dipicu akibat perebutan lahan tersebut, Kapolres belum berani menyimpulkan karena proses penyidikan masih berlanjut.

"Seluruh nama-nama, pihak yang terlibat, kita proses. Tadi, sudah ada ditetapkan satu tersangka, sebagai wujud naiknya status penyelidikan menjadi penyidikan. Untuk itu kami minta seluruh pihak, menghormati proses yang tengah berlangsung," tegas Haris Hadis.

Sebelumnya, Kasatreskrim AKP Anton Luther menyebutkan, tidak butuh waktu lama mengusut kasus ini. Bahkan, polisi juga sudah menyiapkan sederet penyidik, untuk dimintai keterangan pihak terkait dalam perkara itu. (Bayu Denura/AMOI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Pasbana
Tag: hukum,limapuluh-kota,metro,pos-polisi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kalahkan 8 Pemain Madura United, Bhayangkara FC Juara Liga 1 2017

Kalahkan 8 Pemain Madura United, Bhayangkara FC Juara Liga 1 2017

BOLA - Hat-trick Ilija Spasojevic membawa Bhayangkara FC unggul 3-1 atas Madura United dalam laga pekan ke-33 Liga 1...

20 Orang PPK Kecamatan Dilantik,  Ini Pesan Ketua KPUD Pariaman

20 Orang PPK Kecamatan Dilantik, Ini Pesan Ketua KPUD Pariaman

PARIAMAN - 20 Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Pariaman dilantik di Aula Kantor KPUD Pariaman, Sumatera Barat,...

Dinas Sosial Pasaman Berikan Bantuan Kepada Keluarga Korban Kebakaran

Dinas Sosial Pasaman Berikan Bantuan Kepada Keluarga Korban Kebakaran

PASAMAN - Pemerintah Kabupaten Pasaman Melalui Dinas sosial menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang terjadi...

Padang Deklarasikan Kelurahan Bebas Narkoba dan Maksiat

Padang Deklarasikan Kelurahan Bebas Narkoba dan Maksiat

PADANG - Wakil Walikota Padang Ir. H. Emzalmi, M.Si dan Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra...

Bisakah Remaja yang 17 Tahun pada Hari H Ikut Pemilu?

Bisakah Remaja yang 17 Tahun pada Hari H Ikut Pemilu?

JAKARTA - Mereka yang saat ini berusia 15 atau 16 tahun, bisakah mengikuti pemilu 2019 atau pilkada serentak 2018...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu