minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Politik

Gatot Nurmantyo dan Tito Karnavian Masuk Bursa Cawapres Potensial Jokowi?

Senin, 09 Oktober 2017 - 06:22:11 WIB - 630
Gatot Nurmantyo dan Tito Karnavian Masuk Bursa Cawapres Potensial Jokowi?Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kiri) dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian (kanan)

POLITIK - Dua pimpinan lembaga yang memegang senjata, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mulai merengsek masuk bursa pemimpin negara untuk Pemilu 2019.

Sri Aryani, Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia), pada Minggu (8/10), mengungkapkan, pihaknya menemukan bahwa Gatot Nurmantyo (12 persen) dan Tito Karnavian (6 persen) dipandang sebagai salah satu calon Wakil Presiden alternatif bagi Jokowi di Pemilu 2019.

Meski begitu, Jusuf Kalla tetap berada di posisi teratas (15,1 persen), dan disusul oleh Prabowo Subianto (13,4 persen). Adapula nama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (10,1 persen), putra SBY Agus Harimurti Yudhoyono (7,5 persen), Menteri Keuangan Sri Mulyani (4,8 persen), dan Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan (0,8 persen).

Sebelumnya, pada survei yang dilakukan Saiful Mudjani Research Center (SMRC), pada September, nama Gatot dan Tito sendiri masuk bursa Capres dengan angka yang tidak signifikan (1,3 persen dan 0,3 persen).

Menurutnya, pertanyaan tentang Cawapres bagi Jokowi itu terkait dengan pentingnya posisi tersebut dalam menentukan pilihan warga terhadap Calon Presiden pilihannya.

Pihaknya memang menanyakan tentang pilihan Presiden bila pemilu dilakukan di hari saat pertanyaan diajukan. Responden yang memilih Jokowi adalah sebanyak 44,9 persen. Sementara, yang memilih opsi jawaban selain Jokowi ada 48,9 persen, sementara sisanya tidak menjawab.

"Pada opsi jawaban selain Jokowi, responden menyebut nama Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, Tri Rismaharini, Agus Harimurti Yudhoyono dan beberapa nama lainnya," ucapnya dikutip dari laman cnnindonesia.com Senin (9/10).

Hal ini juga berpengaruh terhadap pilihan partai politik di 2019. Hanya 41,3 persen responden yang mengaku akan memilih partai politik pengusung Jokowi pada 2019 nanti. Sebanyak 53,5 persen responden menjawab tidak akan memilih, sementara sisanya memilih untuk tidak menjawab atau tidak memilih.

Survei nasional itu sendiri digelar di delapan kota, yakni Medan, Padang, Palembang, Jakarta (kecuali Kep. Seribu), Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar. Pengambilan data dilakukan wawancara tatap muka dan melibatkan 800 responden, sejak 8 hingga 27 September 2017. Margin of error (MoE)-nya mencapai /-3,5%.

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio menambahkan, survei tersebut juga mendata bahwa responden masih mengeluhkan tentang masalah ekonomi saat ditanya tentang masalah utama yang dihadapi masyarakat saat ini. Masalah ekonomi yang paling banyak dikeluhkan adalah kebutuhan pokok, BBM, dan listrik mahal (55,4 persen), masalah kebutuhan lapangan pekerjaan (14,1 persen).

Selain itu, warga mengeluhkan soal korupsi (3,9 persen), narkoba (3,3 persen), berita hoax tentang SARA (2,5 persen). Responden yang menjawab tidak tahu ada 7,6%, sisa responden lainnya menyebutkan hal lain selain yang disebutkan di atas. Saat ditanya tentang kondisi Indonesia saat ini, lanjutnya, responden menjawab perekonomian yang sulit (24 persen), demokrasi yang sedang diuji (21 persen).

Terlepas dari itu, survei tersebut masih menempatkan mayoritas responden (55,7 persen) puas dengan pemerintahan Jokowi-JK. Sebanyak 43,3 persen menjawab tidak puas dan sisanya tidak menjawab.

Nama Gatot sendiri mencuat terutama setelah ia melontarkan isu soal impor sebanyak 5.000 senjata api oleh institusi non-militer dan perintah untuk menonton film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. Pengamat menyebut hal ini terkait adanya hasrat untuk maju di Pilpres 2019. Lantaran isu senjata api itu, Gatot sempat disinyalir bersitegang dengan Tito.

Sementara, wacana masuknya Tito sebagai cawapres mulai muncul saat ia menyebut ingin pensiun dini dari Kepolisian. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR dengan Kapolri, Juli lalu, Anggota Komisi III DPR Wenny Warouw menanyakan perihal kemungkinan alasan pensiun dini itu ialah masuknya Kapolri ke panggung politik. Namun, Tito mengaku tak tertarik soal itu. (RI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,metro,nasional,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Tim Provinsi Sumbar Turun Awasi Kinerja Bupati Pasaman dalam Pengelolaan Dana Desa

Tim Provinsi Sumbar Turun Awasi Kinerja Bupati Pasaman dalam Pengelolaan Dana Desa

PASAMAN - Tim Provinsi Sumbar yang dipimpin pamong senior Basril Taher melakukan penilaian terhadap kinerja Bupati...

DPMPTP Padang Pariaman dan Pessel Berbagi Informasi Pelayanan Perizinan

DPMPTP Padang Pariaman dan Pessel Berbagi Informasi Pelayanan Perizinan

PADANG PARIAMAN - Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman...

Zulkifli Hasan Hadiri Deklarasi Dukungan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi-Septa

Zulkifli Hasan Hadiri Deklarasi Dukungan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Padang Mahyeldi-Septa

PADANG - DPD Partai Amanat Nasional Kota Padang bersama DPD PKS Kota Padang mendeklarasikan dukungan kepada...

Bersama Desainer Kepresidenan, Tenun Balai Panjang Payakumbuh Kembangkan Inovasi Desain

Bersama Desainer Kepresidenan, Tenun Balai Panjang Payakumbuh Kembangkan Inovasi Desain

PAYAKUMBUH - Pelatihan Pengembangan Inovasi Desain Tenun Balai Panjang yang di Adakan oleh Dinas Koperasi dan UKM di...

Cegah Penyebaran Difteri, Ini Upaya Yang Dilakukan DKK Kota Bukittinggi

Cegah Penyebaran Difteri, Ini Upaya Yang Dilakukan DKK Kota Bukittinggi

BUKITTINGGI - Mewabahnya kembali penyakit lama yang selama beberapa tahun sudah tidak pernah terjadi lagi di Indonesia,...


KOMENTAR ANDA



gtv the next boy girl band season 2 padang kaos minang unik dan lucu
minangkabaunews social media