minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Nasional

Kisruh Senjata Impor Polri, Awalnya Hanya Senjata Kejut, Ternyata Ada Amunisi Mematikan

Rabu, 11 Oktober 2017 - 06:27:34 WIB - 234
Kisruh Senjata Impor Polri, Awalnya Hanya Senjata Kejut, Ternyata Ada Amunisi MematikanKepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto

NASIONAL - Kisruh impor senjata Polri belum juga selesai. Pernyataan Kapuspen TNI tentang spesifikasi amunisi yang diimpor polisi, seolah menegasikan pernyataan Polri sebelumnya.

Pada 30 September, setelah beredarnya informasi senjata impor tertahan di bandara, polisi langsung menggelar konferensi pers. Polisi menekankan berulangkali bahwa senjata yang diimpor hanyalah senjata kejut, bukan untuk membunuh.

"Jadi ini bukan senjata antitank, senjata ini bukan untuk membunuh, ini untuk kejut," ujar Dankor Brimob Polri Irjen Murad Ismail di Mabes Polri saat itu.

Ia pun dengan gamblang menerangkan cara kerja senjata Stand Alone Grenade Launcher. Senjata tersebut memiliki peluru bulat dengan pelbagai jenis seperti peluru karet, peluru hampa, peluru gas, air mata, dan peluru asap.

"Kalau mendengar mendengar nama arsenal Stand Alone Grenade Launcher itu kesannya luar biasa. Padahal, cara kerjanya itu (ketika) kita menembak lurus 45 derajat jatuh setelah 45 meter, dan pelurunya itu bulat ada banyak, ada peluru karet ada peluru hampa dan ada peluru gas air mata dan peluru asap ada juga peluru yang menimbulkan ledakan namun kabut," kata Murad.

Senjata ini, dia menerangkan, pernah digunakan pada 1998 namun saat ini berbeda model dan memiliki generasi yang terbaru. Kendati demikian, apabila diarahkan pada tembok, peluru tidak akan menghancurkan namun justru jatuh ke bawah.

"Ini peluru-peluru ini kalau kita tembakkan lurus, jatuh ke bawah dan menembus rumah saja tidak mungkin, jadi ini bukan untuk senjata antitank dan sebagainya," terang Murad.

Namun Murad tak menjelaskan secara detil tentang spesifikasi amunisi yang juga diimpor. Barulah pada Selasa (10/10), Kapuspen TNI secara blak-blakan berbicara mengenai amunisi tersebut.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto mengakui amunisi pesanan Polri yang diperuntukkan Brimob berdampak mematikan. "Sesuai katalog ada 5.932 butir dalam 71 koli, itu disertai dengan katalog. Di situ sangat jelas dalam katalog itu bahwa amunisi itu adalah amunisi tajam, mempunyai radius mematikan 9 meter dan jarak capai 400 meter," kata Wiryanto di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Selasa (10/10) dikutip dari laman republika.co.id.

Wuryanto memaparkan keistimewaan amunisi ini. Setelah meledak pertama, kemudian meledak kedua, efek amunisi dapat menimbulkan pecahan-pecahan, lubang-lubang kecil yang melukai maupun mematikan. Granat bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras. "Ini luar biasa. TNI saja tidak punya senjata seperti itu," lanjutnya.

Seperti diketahui senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter sebanyak 280 pucuk lengkap dengan 5.932 butir peluru masuk ke Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (29/9) malam.

Polri mengakui bahwa senjata-senjata itu adalah milik Polri yang dikirim menggunakan maskapai asal Ukraina dan diimpor oleh PT Mustika Duta Mas Senjata itu, dibeli melalui mekanisme lelang sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Nasdem, Supiadin Aries Saputra mengatakan Polri boleh memiliki senjata dan menggunakan senjata standar militer, tapi ada aturannya.

"Kalau di Amerika tim SWAT, mereka adalah polisi yang memiliki keahlian khusus dan hanya digunakan untuk menghadapi kriminalitas dengan intensitas tinggi dan itu polisi tapi kekuatannya tidak besar mereka. Karena namanya pasukan khusus," ujarnya kemarin. (rep)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,metro,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Festival Pekan Seni Nan Tumpah 2017 Catat Rekor Penonton Terbanyak

Festival Pekan Seni Nan Tumpah 2017 Catat Rekor Penonton Terbanyak

PADANG - Ajang festival dua tahunan Pekan Seni Nan Tumpah 2017 telah resmi ditutup pada Jumat (29/9) malam, ditandai...

 Hotel Minang Jaya Gelar Grand Opening

Hotel Minang Jaya Gelar Grand Opening

PADANG PARIAMAN - Hotel Minang Jaya Syariah menggelar grand opening di Sungai Abang Lubuk Alung, Kabupaten Padang...

Perangi TB HIV, Ini yang Dilakukan PD Aisyiyah Padang

Perangi TB HIV, Ini yang Dilakukan PD Aisyiyah Padang

PADANG - PD Aisyiyah Kota Padang menerima kunjungan Rombongan SSR TB HIV Aisyiyah Care Medan dan SSR TB HIV Aisyiyah...

Komnas HAM RI Manager Nasution Gelar Kunjungan ke Kantor PWM Sumbar, Ini Kata Buya Shofwan Karim

Komnas HAM RI Manager Nasution Gelar Kunjungan ke Kantor PWM Sumbar, Ini Kata Buya Shofwan Karim

PADANG - MPK PW Muhammadiyah Sumbar menggelar silaturahim dan diskusi bersama puluhan AMM Sumbar dengan menghadirkan...

Ini Ungkapan Pelaku Wisata se-Indonesia Ketika Berkunjung ke Lembah Harau

Ini Ungkapan Pelaku Wisata se-Indonesia Ketika Berkunjung ke Lembah Harau

LIMA PULUH KOTA - Puluhan pelaku wisata dari berbagai daerah di Indonesia berkunjung ke Lembah Harau, Kabupaten Lima...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu