minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Payakumbuh

Digigit Ular, Bocah 9 Bulan Payakumbuh ini Terkatung-katung 12 Hari di Rumah Sakit

Selasa, 17 Oktober 2017 - 20:22:50 WIB - 1442
Digigit Ular, Bocah 9 Bulan Payakumbuh ini Terkatung-katung 12 Hari di Rumah SakitSi kecil Pandu (9 bulan) terkulai lemas di RSUD Adnaan WD Payakumbuh, Sumbar

PAYAKUMBUH - Bocah berumur 9 bulan, jenis kelamin laki-laki, bernama Pandu dinyatakan oleh paramedis RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) digigit ular berbisa. Hal ini diketahui setelah didapatkan hasil diagnosa dan pemeriksaan sampel darah, pada hari Senin (9/10) lalu.

Salah seorang keluarga pasien Pandu bernana Mel Putri (36) menceritakan kepada wartawan, Senin (16/10) malam via telepon genggamnya, bahwa orangtua korban bernama Yosrizal (38) yang merupakan kakak kandungnya datang ke rumah Mel sekitar pukul 22.00 WIB, untuk meminjam sepeda motor.

"Da Yosrizal meminjam honda untuk mengantarkan anaknya ke rumah sakit karena panasnya sangat tinggi, saya bilang tunggulah suami saya dulu, agar dapat diantarkan pakai mobil," ungkap Mel kepada awak media.

Setibanya di Rumah Sakit, demam Pandu mencapai 40 derajat Celsius. Dan Pandu pun diputuskan untuk dirawat di Ruang ACI.

Saat paramedis mengambil darahnya untuk diperiksa di labor, terlihat di kaki sebelah kiri Pandu, dekat persendian tumit terlihat bengkak dan merah. Dan esok harinya, bengkak di kaki Pandu semakin membesar dan esok harinya pecah. Pasca bengkaknya pecah, kaki Pandu terlihat berlubang.

"Dokter di Rumah Sakit memberikan penjelasan kepada kami bahwa menurut hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel darah Pandu disebutkan sebelum dibawa ke Rumah Sakit, Si Kecil Pandu digigit ular berbisa.

"Untuk penanganan medis bagi Pandu diputuskan ia akan dirujuk ke Rumah Sakit RSUP M. Djamil Padang, mendengar akan dirujuk ke Padang, kakak saya terlihat syok, mengingat kondisi kesehariannya yang pas-pasan dan hidup apa adanya, " tutur Mel Putri.

Diceritakan Mel, kakaknya tinggal di sebuah pondok bambu berukuran 2,5 meter X 1,5 meter. Sang kakak bekerja tidak tetap, sementara istrinya bernama Lasmita (27) juga tidak bekerja. Pandu sendiri merupakan anak kedua, kakak Pandu berumur 3 tahun.

Ketika ditanya berapa nomor hp kakaknya Yosrizal atau Lasmita, dijawab keduanya tak punya hp dengan alasan, dia hidup dalam kondisi yang serba susah.

"Jangankan untuk beli hp, untuk keseharian saja cukup susah. "Yang penting bagi kita, bagaimana keluarganya cepat dapat uang sehingga memiliki biaya untuk merujuk ke Padang dan Pandu cepat sembuh," harap Mel.

Semula, Pandu dibawa kedua orangtuanya berobat ke Puskesmas Situjuh, melihat panasnya sangat tinggi, Pandu dilarikan ke IGD RSUD Adnaan WD Payakumbuh dan dirawat di ACI, hingga kini masih diinapkan rumah sakit dengan keadaan yang sangat prihatin.

"Berbicara soal digigit ular, inilah yang tidak diketahui orangtuanya, karena anaknya yang masih netek itu tak pernah ditinggalkanya. Tahunya digigit ular setelah keluar hasil labor dari rumah sakit," ulang Mel.

"Melihat kondisi Pandu diduga terkatung katung di rumah sakit selama 12 hari itu, saya menduga kakak tak punya uang. Mengingat tidak adanya biaya, pihak keluarga bermohon ke pihak rumah sakit agar dirawat di Payakumbuh ini saja," harap Mel.

Terpisah, Camat Situjuah Limo Nagori Syaiful ketika dikonfirmasikan wartawan via telepon genggamnya, Senin (16/10) malam, diduga tidak mengetahui ada warganya digigit ular dan terkatung katung di rumah sakit. Pasalnya, selama 12 hari Si Kecil Pandu dirawat, baru tadi siang (16/10) Camat meminta berita dari nagari tentang upaya-upaya untuk membantu warga kita tersebut.

Dan pihaknya berjanji malam ini (Senin.red) akan berkoordinasi dengan Sekretaris Nagari dan Walinagari serta Kepala Jorong. "Meskipun baru mendapat informasi dari wartawan kami akan menindak lanjuti malam ini," ujarnya. (BD/Putra/AMOI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Pasbana/Dekadepos
Tag: metro,payakumbuh,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Pertahankan Bukti Perjalanan Bangsa, Bukittinggi Gelar Lomba Arsip Bersejarah

Pertahankan Bukti Perjalanan Bangsa, Bukittinggi Gelar Lomba Arsip Bersejarah

BUKITTINGGI - Upaya mengumpulkan, menyelamatkan dan melestarikan arsip bernilai sejarah daerah, Pemerintah Kota...

Kisruh Bupati dan Wakilnya, Pelayanan Publik di 50 Kota Buruk, Ombudsman Turun Tangan

Kisruh Bupati dan Wakilnya, Pelayanan Publik di 50 Kota Buruk, Ombudsman Turun Tangan

LIMAPULUH KOTA - Ombudsman RI Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menurunkan tim ke Kabupaten Limapuluh Kota. Hal itu...

Pengamat Sarankan KPK Periksa Wartawan Metro TV yang Sopiri Setnov

Pengamat Sarankan KPK Periksa Wartawan Metro TV yang Sopiri Setnov

NASIONAL - Pengamat Politik dari Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai Hilman Mauttuch, wartawan Metro TV yang merupakan...

Tingkatkan Kapasitas dan Pendalaman Tugas Pimpinan dan Anggota, DPRD Padang Gelar Bimtek ke Jakarta

Tingkatkan Kapasitas dan Pendalaman Tugas Pimpinan dan Anggota, DPRD Padang Gelar Bimtek ke Jakarta

PADANG - Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan pendalaman tugas pimpinan dan anggota DPRD, Dewan Perwakilan Rakyat...

Jimi, Owner Resort dan Hotel Safari Inn Pariaman ini Miliki Bisnis di 6 Negara

Jimi, Owner Resort dan Hotel Safari Inn Pariaman ini Miliki Bisnis di 6 Negara

FEATURE - Banyak yang tidak mengira Jimi mau berinvestasi di Pariaman bahkan diluar dugaan pria yang memiliki darah...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu