minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Nasional

Baru Dilantik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Dipolisikan Terkait Ucapan Pribumi

Rabu, 18 Oktober 2017 - 05:41:29 WIB - 339
Baru Dilantik, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Dipolisikan Terkait Ucapan PribumiGubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno saat dilantik, Senin (16/10)

NASIONAL - Beberapa orang dari Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya. Anies dilaporkan terkait ucapan Pribumi saat pidato pada Senin (16/10) kemarin.

"Kami dengan semangat pemuda Indonesia, kami dari Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta hari datang konsultasi dengan pihak Polda Metro Jaya melaporkan Anies Baswedan terkait pidato yang kemarin disampaikan," ujar Wakil Ketua Bidang Hukum Banteng Muda Indonesia DKI Jakarta Ronny Talapessy, di lokasi, Selasa (17/10).

Ronny menjelaskan, apa yang disampaikan oleh Anies telah melanggar Inpres No 26 tahun 1998. "Kita kan sudah mempelajari mengenai impress 26 tahun 98, mengenai larangan memakai kata-kata pribumi dan non pribumi, kemudian di Undang-Undang no 40 tahun 2008 juga mengenai larangan ungkapan kebencian terhadap suku atau golongan tertentu," ucapnya.

Ronny berharap, apa yang disampaikan oleh Anies tak membuat bangsa Indonesia gaduh. Bahkan, dalam hal ini ia berharap masyarakat lebih agar lebih bijak dalam berkata-kata.

"Kita berharap ini tidak jadi polemik yang lebih besar lagi jadi kegaduhan," harapannya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pidato politik pertamanya setelah resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Salah satu topik dalam pidato yang dibahas Anies adalah membebaskan diri dari kolonialisme.

Di hadapan ribuan warga Jakarta yang hadir di Balai Kota, Anies menyebut penindasan di Jakarta cukup nyata dengan adanya kolonialisme. Dia juga sempat menyinggung perihal pribumi dalam pidatonya.

"Di Jakarta, kolonialisme itu di depan mata, dirasakan sehari-hari. Dulu kita semua pribumi ditindas dan dikalahkan, kini saatnya kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujar Anies, Senin (16/10).

Usai memberikan arahan kepada seluruh SKPD, Anies menjelaskan istilah tersebut digunakan pada konteks penjajahan.

"Karena saya menulisnya pada era penjajahan dulu karena Jakarta kota yang paling merasakan, kalau kota-kota lain itu nggak merasakan Belanda secara dekat," kata Anies di ruang Pola, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/10).

Dia menulis pidato yang mencerminkan kota Jakarta saat di jajah Belanda. Karena wilayah-wilayah lain di Indonesia tidak merasakan dijajah Belanda secara langsung.

"Pokoknya itu digunakan untuk menjelaskan era kolonial Belanda karena itu memang kalimatnya di situ," jelasnya. (mrd)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Ikhlas Bakri
Tag: indonesia,nasional,pilkada,politik

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Peluang Putra Putri Pariaman yang Punya Cita-cita jadi Polisi Kini Lebih Terbuka

Peluang Putra Putri Pariaman yang Punya Cita-cita jadi Polisi Kini Lebih Terbuka

PARIAMAN - Pemerintah Kota Pariaman dan Polres Pariaman menandatangani nota kesepahaman, Memorandum of Understanding...

Meski Hujan Gerimis Wako Padang Sempatkan Buka Pelatihan Jurnalistik dan Medsos

Meski Hujan Gerimis Wako Padang Sempatkan Buka Pelatihan Jurnalistik dan Medsos

PADANG - Kendati hujan gerimis landa Padang, Walikota Padang H. Mahyeldi membuka secara resmi Pelatihan Jurnalistik,...

Rossi Terpelanting di Tes Pramusim 2018 Valencia, Motornya Rusak Parah

Rossi Terpelanting di Tes Pramusim 2018 Valencia, Motornya Rusak Parah

VALENCIA - Setelah mengalami hasil buruk MotoGP 2017 Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dikabarkan crash pada tes...

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Buka MTQ Nasional ke-37 Tingkat Sumatera Barat

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Buka MTQ Nasional ke-37 Tingkat Sumatera Barat

PARIAMAN - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin resmi membuka MTQ Nasional XXXVII tingkat Sumbar di Mimbar Utama...

Anggota DPR RI Mulyadi: APBN 2018 Tak Mungkin Digunakan Untuk Pembangunan Pasar Atas

Anggota DPR RI Mulyadi: APBN 2018 Tak Mungkin Digunakan Untuk Pembangunan Pasar Atas

BUKITTINGGI - Disela menanti kedatangan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Pasar Atas Kota Bukittinggi, Sumatera Barat...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu