minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Payakumbuh

Karena Hal Ini, Pemko Payakumbuh Digugat Rp81 Milyar

Kamis, 19 Oktober 2017 - 22:00:14 WIB - 645
Karena Hal Ini, Pemko Payakumbuh Digugat Rp81 MilyarPengadilan Negeri (PN) Kelas II Payakumbuh, Sumatera Barat

PAYAKUMBUH - Pemerintah Kota Payakumbuh Cq Wali Kota Payakumbuh dan Cq Dinas Pekerjaan Umum Kota Payakumbuh digugat membayar ganti rugi kepada Penggugat berupa kerugian materil sebesar Rp. 81.858.000.000,- (Delapan Puluh Satu Milyar Delapan Ratus Lima Puluh Delapan Milyar Rupiah) dan kerugian immaterial sebesar Rp. 2.000.000.000,- (Dua Milyar Rupiah) atas Perkara Perdata dengan Nomor 23/Pdt.G/2017/PN Pyh.

Dari Web Resmi Pengadilan Negeri Payakumbuh sipp.pn-payakumbuh.go.id diketahui Perkara Perdata masalah ganti rugi tanah tersebut didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh Kawasan Koto Nan IV Kelurahan Bulakan Balai Kandi Kecamatan Payakumbuh Barat pada 6 Oktober lalu.

Penggugat diketahui diwakili oleh Kuasa Kelompok, Fiki Irza. Dari informasi yang berhasil dihimpun, kasus perdata tersebut diketahui terkait masalah pembangunan jalan yang di Klaim oleh Penggugat (Fiki Irza) mewakili kelompok masyarakaat (Class Action) yang belum diganti rugi oleh Pemerintah Kota Payakumbuh yang terletak di Kecamatan Payakumbuh Utara.

Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh, Indah Wastu Kencana, SH, MH melalui Humas Pengadilan Agung Darmawan. SH membenarkan bahwa ada perkara Perdata yang diajukan oleh penggugat terhadap Pemko Payakumbuh.

"Kalau yang saya tahu, memang ada gugatan masuk yang tergugatnya Wali Kota dan Dinas PU Kota Payakumbuh, yaitu gugatan No. 23/Pdt.G/2017/PN Pyh," sebutnya, Kamis sore (19/10).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Payakumbuh, Muslim ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan bahwa adanya gugatan dari pihak penggugat yang mengaku sebagai anak pemilik tanah.

Tanah sekitar 300-400 Meter tersebut berada di Kelurahan Talawi Payonibung di Tepi Batang Lampasi dekat Jalan Lingkar.

"Iya, kita sudah tahu adanya gugatan tersebut. Kini yang menuntut/menggugat tersebut adalah anak pemilih tanah itu dahulu," ucapnya dikutip dari laman dekadepos.com.

Sebelumnya diberitakan, warga yang terkena dampak pembangunan proyek normalisasi Batang Lamposi menuju Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bendungan Talawi, Kelurahan Taratak Padang Kampuang, Ompang Tanah Sirah, Nagari Koto Nan Gadang, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, mulai melakukan protes.

Tak tanggung-tanggung, sebagai sikap protes atas sikap semena-mena Pemko yang telah mencaplok tanah milik warga untuk pembangunan jalan inspeksi sepanjang aliran Batang Lamposi sampai ke RTH Bendungan Talawi, tanpa memberi ganti rugi seperserpun kepada pemilik tanah.

Akhirnya, Sabtu (18/3), warga memblokir dan menyegel jalan masuk ke objek wisata RTH Bendungan Talawi tersebut dengan cara memagarnya dengan kayu dan menempel spanduk bertulisan kecaman.

Meskipun sudah dua kali aksi protes dilakukan oleh warga dengan cara menutup/memblokir jalan masuk ke Bendungan Talawi, namun tidak ada respon dari Pemerintah Kota Payakumbuh.

Setidaknya seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, yang menyebut/menyatakan bahwa, Pemko melakukan pembangunan RTH sesuai dengan tata ruang. Karena, lahan bekas sungai lama disebelah bendungan Talawi, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tentang Sungai, dimana dijelaskan bahwa alur sungai lama dikuasai negara dan jadi aset negara dan daerah.

"Jadi, kita membangun RTH di atas bekas alur sungai. Dimana sungai lama itu kita timbun untuk membangun bendungan Talawi, dan bendungan itu tanahnya kita ganti rugi kepada masyarakat. Sementara untuk bekas aliran sungai itu, sesuai PP 38 tentang sungai, itu jadi aset negara dan daerah," jelas Muslim. (Esha Tegar/AMOI)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Romeo/AMOI/Dekadepos
Tag: daerah,hukum,metro,payakumbuh,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Kahmi dan HMI Tanah Datar Siap Mengawal Proses Pembangunan Daerah

Kahmi dan HMI Tanah Datar Siap Mengawal Proses Pembangunan Daerah

TANAH DATAR - Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), harus melakukan upaya...

Wako Bukittinggi Sampaikan Jumlah Toko dan Kios Pasar Aur yang Hangus Terbakar

Wako Bukittinggi Sampaikan Jumlah Toko dan Kios Pasar Aur yang Hangus Terbakar

BUKITTINGGI - Ratusan lapak dan toko di Pasar Aur Kuning, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) hangus terbakar,...

Kematian Tersangka Narkoba di Agam, Keluarga Nilai Ada Kejanggalan

Kematian Tersangka Narkoba di Agam, Keluarga Nilai Ada Kejanggalan

AGAM - Tewasnya seorang tersangka narkoba yang diamankan Polres Agam di Tiku, Nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung...

Pebalap Indonesia Jamal Hibatullah Juara Etape 4 Tour de Singkarak 2017

Pebalap Indonesia Jamal Hibatullah Juara Etape 4 Tour de Singkarak 2017

PAYAKUMBUH - Jamal Hibatullah pembalap sepeda Indonesia dari tim KFC berhasil meraih juara etape 4 Tour de Singkarak...

KPK Terbitkan Surat Perintah Penangkapan, Keberadaan Setnov Masih Misterius

KPK Terbitkan Surat Perintah Penangkapan, Keberadaan Setnov Masih Misterius

JAKARTA - Sebelas penyidik KPK Setya Novanto mendatangi kediaman pribadi Ketua DPR RI, Setya Novanto di Jalan Wijaya,...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu