minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Pasaman

Cegah Kekerasan dan Eksploitasi Terhadap Anak, Pemkab Advokasi Camat dan Walnag Se-Kabupaten Pasaman

Jumat, 10 November 2017 - 00:24:56 WIB - 101
Cegah Kekerasan dan Eksploitasi Terhadap Anak, Pemkab Advokasi Camat dan Walnag Se-Kabupaten PasamanHadi Utomo saat memberikan materi dihadapan Camat dan Walnag se-Kabupaten Pasaman (8/11)

PASAMAN - Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) Republik Indonesia, adakan kegiatan advokasi dan sosialisasi pencegahan kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, di Pasaman, Sumbar. Giat yang dihadiri seluruh Camat dan Wali Nagari se-Kabupaten Pasaman bertempat di Aula Hotel Arumas Lubuksikaping, Rabu (8/11/2017).

Sosialisasi dibuka oleh Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ir. Albaet Pikri, Nsm, Dt. Pangka Budi. Hadir tiga narasumber, Asdep PA, Hadi Utomo, dengan materi kebijakan perlindungan anak. Narsum kedua Pakar Anak Yusuf Alfarisi dengan materi hak anak menurut perspektif KHA. Dan yang ketiga Kepala Bappeda Pasaman Choirudsin Batubara dengan materi program dan kegiatan serta tantangan perlindungan anak.

Staf Khusus Kementerian PP-PA, Ir. Albaet Pikri, Nsm, dalam sambutannya mengatakan, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan tindakan pelanggaran terhadap hak azasi manusia. Upaya mencegah dan menangani terjadinya tindak kekerasan terhadap anak perlu peran serta dari semua pihak, termasuk tokoh adat dan masyarakat yang ada.

"Upaya perlindungan anak tidak hanya dilakukan oleh pemerintah semata tapi harus dilakukan secara bersama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Hal ini telah diatur dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 yang telah diubah menjadi Undang-undang Nomor 35 tahun 2014, " terang Albaet

Dikatakannya kegiatan sosialisasi ini juga berdasarkan surat Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) RI Nomor : B/827/KPP-PA/BIII.5/10/2017 tanggal 30 Oktober 2017.

Narsum Drs. Hadi Utomo, pada kesempatan itu membahas mengenai Konvensi Hak Anak Indonesia. Ia menyebutkan, Mental anak tidak bisa dibentuk secara cepat, tapi mental anak itu dibentuk secara lama.

"Untuk menghasilkan mental anak yang positif itu tidak lepas dari didikan orangtua dan pengaruh lingkungan. Namun belakang ini, terdapat beberapa kasus kekerasan anak yang menyebar dimana-mana, "terang Hadi Utomo.

Katanya, meskipun demikian, untuk mengurangi kasus terhadap kekerasan anak, masyarakat dan pemda harus bisa menentukan arah masa depan anak.

"Pencegahan dan pendidikan anak serta bisa memberikan solusi pencegahan tindakan kekerasan terhadap anak. Sebab kalau masyarakat dan pemerintah daerah gagal dalam hal itu maka kasus kekerasan terhadap anak bisa meningkat, "ujarnya

Tambah Hadi, awal mula kegagalan pengasuhan dan pendidikan anak berdampak pada lemahnya kecerdasan emosi /Qolbu dan jiwa anak mudah labil.

"Disamping itu, mengingat pentingnya perlindungan anak di wilayah masing-masing daerah, propinsi dan pemerintah Indonesia. Pemerintah RI telah mengeluarkan undang-undang perlindungan khusus pencegahan., " sampainya

Lanjutnya, negara dan masyarakat harus memahami bahwa kekerasan terhadap anak seperti pukulan, bentakan, pengabaian, kata-kata tidak baik, kata-kata buruk, ancaman, menghina, memaki, kekerasan seksual dan lainnya sangat rentan berdampak pada awal mula kegagalan pencegahan dan pendidikan anak.

"Jadi, Produsen yang menentukan anak adalah metodologi anak, maksudnya memahami pembentukan kepribadian, dan karakter anak," ucap Hadi.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Sekda Pasaman, M. Saleh kepada Kementerian PP-PA RI, yang telah menyediakan waktu dalam rangka pelaksanaan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi itu.

"Ini berguna bagi penyebarluasan informasi dan meningkatkan wawasan, kesadaran aparatur dan masyarakat tentang perlindungan perempuan dan anak, " ujar Saleh.

Sementara Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pasaman, Adasmi menyatakan bahwa kegiatan Advokasi dan Sosialisasi ini bertujuan untuk, meningkatkan pemahaman, wawasan dan kesadaran peserta tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kegiatan ini akan meningkatkan pemahaman dan wawasan tentang hak anak dan pencegahan sejak dini bahaya narkoba. Kegiatan ini akan membangun partisipasi masyarakat, aparat desa dan kecamatan, untuk melakukan tindakan masif dan pro aktif dalam antisipasi sejak dini pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, " harapnya.(Feri)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: romeo
Tag: daerah,hukum,indonesia,pasaman,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Wujud Peduli Nelayan di Padang, Betti Serahkan Safety kepada 34 Nelayan

Wujud Peduli Nelayan di Padang, Betti Serahkan Safety kepada 34 Nelayan

PADANG - Kemenaker Trans RI berkerjasama dengan Betti Shadiq Pasadigoe selaku Anggota Komisi IV ini memberikan...

DPR: BBM Ron 89 Vivo Berpotensi Timbulkan Persaingan Tidak Sehat

DPR: BBM Ron 89 Vivo Berpotensi Timbulkan Persaingan Tidak Sehat

NASIONAL - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi Energi Rofi Munawar menilai penjualan...

Satu Abad Deklarasi Balfour, Palestina Belum Merdeka

Satu Abad Deklarasi Balfour, Palestina Belum Merdeka

NASIONAL - Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi...

Kreasi Anak Nagari Payakumbuh, Dari Kayu Hanyut Jadi Material Furniture

Kreasi Anak Nagari Payakumbuh, Dari Kayu Hanyut Jadi Material Furniture

PAYAKUMBUH - Kreasi dan inovasi anak muda Kota Payakumbuh tak ada matinya, hal ini tampak sekelompok anak muda yang...

Biaya Pengamanan Pilkada Kota Padang 2018 Capai Rp 2,3 M

Biaya Pengamanan Pilkada Kota Padang 2018 Capai Rp 2,3 M

PADANG - Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah bersama Kapolresta dan Dandim telah menandatangani Naskah Perjanjian...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu