minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Nasional

Kementrian ESDM Wacanakan Penyederhanaan Golongan Pelanggan Listrik Non-Subsidi

Senin, 13 November 2017 - 14:16:29 WIB - 92
Kementrian ESDM Wacanakan Penyederhanaan Golongan Pelanggan Listrik Non-SubsidiIlustrasi

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) sedang menggodok penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Ir. Sujatmiko mengatakan Penyederhanaan tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subsidi. Golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangga yang disubsidi oleh pemerintah, tidak mengalami perubahan. Hal ini sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018.

Menurutnya, Penyederhanaan hanya berlaku bagi pelanggan dengan golongan 900 VA tanpa subsidi, 1.300 VA, 2.200 VA, dan 3.300 VA. Semua golongan tersebut akan dinaikkan dan ditambah dayanya menjadi 4.400 VA.

Dalam press rilisnya Ir. Sujadmiko, Senin (12/11/2017) mengungkapkan Golongan 4.400 VA hingga 12.600 VA dinaikkan dan ditambahkan dayanya menjadi 13.000 VA, dan golongan 13.000 VA ke atas dayanya akan di-loss stroom.

Dengan demikian ke depan golongan pelanggan listrik rumah tangga hanya akan terbagi dalam:

1. Pelanggan listrik dengan subsidi (450 VA dan 900 VA subsidi)
2. Pelanggan listrik non-subsidi 4.400 VA dan 13.000 VA.
3. Pelanggan listrik non-subsidi 13.000 VA ke atas (loss stroom).

Lebih jauh dia menyampaikan Kenaikan dan penambahan daya tersebut tidak akan berpengaruh pada pengeluaran biaya listrik masyarakat karena tidak akan dikenakan biaya apa pun dan besaran tarif per-KWH tidak akan berubah.

Sujadmiko mengharapkan dengan penyederhanaan golongan pelanggan listrik tersebut, tenaga listrik lebih bisa diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia. Karena visi besar pemerintah dalam bidang kelistrikkan adalah menaikkan kapasitas listrik, pemerataan layanan listrik dengan target elektrifikasi nasional 97% hingga tahun 2019, dan keterjangkauan masyarakat dalam mengakses listrik.

Dengan begitu, katanya, masyarakat yang memiliki Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga akan diuntungkan dengan program ini. Hal itu karena selama ini UMKM rata-rata adalah pelanggan golongan 1.300 VA hingga 3.300 VA. Dengan kenaikan daya tanpa tambahan biaya dan tanpa kenaikan tarif per KWH, UMKM dapat berkembang karena bisa memperoleh daya listrik yang lebih besar tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Selain itu, program penambahan dan pembangunan pembangkit listrik yang sedang dikerjakan oleh pemerintah juga akan bisa dinikmati secara langsung oleh masyarakat. Selama ini, keterbatasan daya listrik akibat pembatasan golongan mengakibatkan daya listrik lebih banyak dinikmati oleh dunia usaha besar dan pelanggan golongan industribsaja.

Dengan rencana ini, ke depan pemerintah mendorong agar rumah tangga Indonesia dapat menggunakan kompor induksi. Kompor induksi atau dikenal sebagai kompor listrik, merupakan jenis kompor yang memanfaatkan reaksi magnet dari energi listrik untuk menghasilkan panas. Kompor induksi menggunakan sekitar 300-500 watt daya listrik dengan biaya per kalori lebih rendah dari penggunaan LPG 3 Kg. Pengurangan penggunaan LPG 3 Kg bertujuan untuk mengurangi angka impor dan subsidi LPG yang saat ini sudah membengkak dari Rp 7 triliun menjadi Rp 20 triliun.

Tambahnya, Pembahasan mengenai teknis pengaturan penyederhanaan golongan pelanggan dan daya listrik tersebut secara detail masih dibahas oleh Kementerian ESDM dan PT PLN. Selanjutnya akan disosialisasikan kepada publik sebelum diberlakukan. (Rel)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: indonesia,nasional

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Presdir PT Laga Pratama Rasakan Manfaat Besar TP4D Kejari Tanah Datar

Presdir PT Laga Pratama Rasakan Manfaat Besar TP4D Kejari Tanah Datar

TANAH DATAR - Pembangunan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), IAIN Batusangkar, Tanah Datar, Sumbar,...

Beredar Isu Walikota Padang Panjang Ditangkap Karena Kasus Narkoba

Beredar Isu Walikota Padang Panjang Ditangkap Karena Kasus Narkoba

PADANG PANJANG - Sempat beredar kabar dan menyebar di lini massa media sosial terkait adanya walikota yang ditangkap...

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli: Tanah Datar Sudah Sangat Layak Menjadi Kota Pendidikan

Mantan Menko Maritim Rizal Ramli: Tanah Datar Sudah Sangat Layak Menjadi Kota Pendidikan

TANAH DATAR - Mantan Menko Kemaritiman era pemerintahan Jokowi, Rizal Ramli mendorong IAIN Batusangkar menjadi...

Penikam Pria di Kawasan Air Mancur Pasar Raya Padang Serahkan Diri

Penikam Pria di Kawasan Air Mancur Pasar Raya Padang Serahkan Diri

PADANG - RS alias Ucok (30), Warga Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pelaku penikaman terhadap...

Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri Dipecat PSSI?

Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri Dipecat PSSI?

BOLA - Indra Sjafri disebut-sebut tak lagi menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia U-19. Kabar yang mengejutkan itu...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu