minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Dharmasraya

Polisi yang Anaknya Membakar Mapolres Dharmasraya Sumbar Minta Maaf

Senin, 13 November 2017 - 15:32:46 WIB - 670
Polisi yang Anaknya Membakar Mapolres Dharmasraya Sumbar Minta MaafPuing-puing bangunan Mapolres Dharmasraya Sumbar usai terbakar, Minggu (12/11)

DHARMASRAYA - Salah satu pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) berinisial EFA merupakan anak dari Iptu MN, Kanit Reskrim Polsek Plepat, Muaro Bungo, Jambi. Atas perbuatan anaknya, MN meminta maaf kepada Polri.

"Iptu MN selaku orangtua dan mewakili pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf secara umum kepada kepolisian, khususnya kepada seluruh personel Polres Dharmasraya atas perbuatan anaknya yang telah membakar Polres Dharmasraya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rikwanto melalui keterangan tertulis, Senin (13/11/2017).

EFA sudah cukup lama hidup terpisah dari keluarga sehingga aktivitasnya tak diketahui orangtuanya.

Selama delapan bulan belakangan, ia tinggal bersama istri dan anaknya di Kelurahan Pasir Putoh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Sumatera Barat.

Rikwanto mengatakan, orangtua EFA ingin anaknya disemayamkan di Kabupaten Dharmasraya dan mendokumentasikan pelaksanaan pemakaman tersebut. Pihak keluarga memutuskan tidak ikut pemakaman.

"Namun, suatu saat akan berziarah kubur dengan meminta aparat kepolisian Polres Dharmasraya mengantar ke lokasi pemakaman," ujarnya.

EFA terakhir kali meninggalkan rumah pada Sabtu (11/11/2017) dengan berjalan kaki.

Istri dan keluarganya tak ada yang tahu ke mana perginya karena tak meninggalkan pesan kepada mereka.

Pembakaran tersebut diketahui petugas piket Polres Dharmasraya pada Minggu (12/11/2017) dini hari sekitar pukul 02.45.

Mereka mencoba memadamkan api sambil berteriak mencari pertolongan. Beberapa saat kemudian, petugas pemadam kebakaran datang dan berupaya memadamkan api.

Saat itulah salah satu petugas melihat ada dua orang mencurigakan yang membawa busur panah dan menembakannya ke arah petugas.

Petugas kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun, kedua orang itu terus melakukan perlawanan.

Polisi kemudian melakukan tindakan tegas dan mengarahkan tembakan kepada kedua orang tersebut.

Mereka kemudian tertangkap dan dari keduanya polisi mengamankan busur panah, 8 anak panah, 2 sangkur, sebilah pisau kecil, sarung tangan hitam, dan selembar kertas yang berisikan pesan jihad.(kp)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: Rahmat Ilahi
Tag: dharmasraya,indonesia,nasional,padang,pos-polisi,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Inilah Rincian 814 Lembar Tilang yang Beredar Saat Ops Zebra 2017 di Tanah Datar

Inilah Rincian 814 Lembar Tilang yang Beredar Saat Ops Zebra 2017 di Tanah Datar

TANAH DATAR - Pelaksanaan operasi Zebra yang di gelar selama 14 hari telah usai. Operasi kali ini pelaksanaannya secara...

Polres Padang Pariaman Mutasi 3 Perwira

Polres Padang Pariaman Mutasi 3 Perwira

PADANG PARIAMAN - Kapolres Padang Pariaman laksanakan mutasi 3 orang pejabat di lingkungannya di Mapoles Padang...

KPU Pariaman Lakukan Sosialisasi dan Penyuluhan Tata Cara Calon dan Pencalonan Walikota 2018

KPU Pariaman Lakukan Sosialisasi dan Penyuluhan Tata Cara Calon dan Pencalonan Walikota 2018

PARIAMAN - Komisioner Pemilihan Umum Kota Pariaman lakukan sosialisasi sekaligus penyuluhan bagi calon Walikota dan...

Pasca Kebakaran, Akhirnya Penampungan Sementara Pedagang Pasar Atas Bukittinggi Disepakati

Pasca Kebakaran, Akhirnya Penampungan Sementara Pedagang Pasar Atas Bukittinggi Disepakati

BUKITTINGGI - Akhirnya Pemerintah Kota dan Forkopinda Bukittinggi menyepakati untuk tempat penampungan...

Polres Bukittinggi Gelar Pasukan Operasi Zebra 2017

Polres Bukittinggi Gelar Pasukan Operasi Zebra 2017

BUKITTINGGI - Kepala Korp Lantas Polri menekankan pada pelaksanaan Operasi Zebra tahun 2017, adapun pelanggaran yang...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu