minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Agam

Delapan Jorong di Agam Mamburansang, Gara-Gara Gaji Tak di Bayar, Walinagari Dilaporkan ke Kejaksaan

Selasa, 14 November 2017 - 23:23:52 WIB - 528
Delapan Jorong di Agam Mamburansang, Gara-Gara Gaji Tak di Bayar, Walinagari Dilaporkan ke KejaksaanKantor Kejaksaan Negeri Agam, Sumbar

AGAM - Delapan orang Mantan Wali Jorong di Kenagarian Silareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar, melaporkan Walinagarinya ke Kejaksaan Negeri Agam. Para jorng ini menuntut kejelasan gaji mereka dari tahun 2011 sampai 2014 yang tak pernah di bayarkan oleh Walinagari mereka.

"Kami juga menuntut kejelasan tentang pemberhentian yang tidak adil kepada Kami, " ujar salah seorang Wali jorong kepada awak media.

Delapan mantan Wali Jorong tersebut yaitu, Firmansyah (Wali Jorong Koto Alam) , Irlan (Wali Jorong Subarang Aia), Amrizal (Jorong Kampuang Tangah Timur), Asril Rangkayo Mulia (Jorong Kampuang Tangah Barat), Sasman Efendi (Jorong ngungun), Etyanto Tisman (Jorong Koto Gadang), Saprial (Jorong Tapian Kandih) dan Warnadi (Jorong Pasak Timur).

Disampaikan mereka, pada awal mula perjalanan menjadi Jorong, sekira bulan Februari 2011 lalu, mereka di beri SK Jorong oleh walinagari. Setelah pemekaran Jorong yang sebelumnya delapan menjadi 11 Jorong. Hal ini sudah di setujui seluruh masyarakat dan Bamus untuk melantik 11 (sebelas) Jorong tersebut.

" Setelah pelantikan di tahun 2011 dan dikeluarkannya SK, kami di janjikan akan diberikan gaji oleh walinagari, secara lisan waktu itu. Janjinya saat itu untuk pemberian Honor sepenuhnya. Sebelumnya kami pun di beri masa Traning oleh walinagari, dan dijanjikan akan diberi sebulannya Rp750.000,- dan akan di dobelkan gajinya setelah Traning, " ungkap mereka (13/11).

Disampaikan juga bahwa setelah lebih 3 bulan pelantikannya, honorpun tak kunjung di terima.
"Kami masih bersabar dan memakluminya, karena Jorong Baru pemekaran. Namun setelah setahun berjalan, tidak ada juga komitmen dari walinagari. Lalu kami tanyakan kembali, dan sampai saat ini honor kami tak dapat sepenuhnya, " cerita delapan Jorong ini.

Lanjut mereka, mungkin karena Berat hati, maka diberikanlah Honor mereka dengan cara, honor tiga Jorong difinitif, dibagi kepada delapan Jorong lainnya yang sebelumnya Jorong Pemekaran.

" Kami semua disini, jika pihak Walinagari Silareh Aia mau memberikan hak kami, maka kami tidak akan melanjutkan permasalahan ini. Kami hanya meminta hak kami sesuai yang di janjikan oleh Walinagari awal pelantikan dulu, " tegas para Jorong ini.

Pihak Kejaksaan Negeri Agam Melalui Kasi Pidsus Firmansyah . SH, membenarkan kalau delapan Jorong tersebut telah malaporkan perihal masalah mereka.

" Benar delapan Orang Jorong di Nagari tersebut, telah kita wawancara untuk dimintai keterangannya. Pihak kami saat ini telah mengumpulkannya. Laporan para Jorong ini yaitu tentang gaji atau tunjangan yang diduga tidak dibayarkan oleh pihak Nagari Silareh Aia sejak tahun 2011 sampai 2014. Untuk hasilnya kita harus menunggu dulu, karena kasus ini harus didalami, " ujar kasi Pidsus, Selasa(14/11).

Dikatakan Firmansyah bahwa, Rabu (15/11) sesuai rencana kejaksaan akan memanggil dan melakukan pemeriksaan Walinagari, Sekretaris, bendahara dan Kepala DPMN Agam untuk di wawancarai .

"apakah ada aturan atau bagaimana dan kita juga belum tau tentang faktanya di lapangan, " ucap Firmansyah.

Terpisah Wali Nagari Silareh Aia, Iron Maria Edi dikonfirmasi melalui selular, (14/11), membenarkan kalau dirinya akan di panggil oleh Kejaksaan Agam, untuk dimintai keterangan esoknya Rabu (15/11).

"ini terkait pelaporan 8 mantan delapan Wali Jorongnya. saya akan turuti saja prosesnya, sebagai warga negara kita harus patuh dan menghadiri panggilan tersebut, " tuturnya.

Menurut Iron, terkait dengan tidak adanya pemberian gaji kepada mantan Walijorong tersebut, semua terkait adanya pemekaran Jorong. Oleh sebab itu, maka pihak Nagari tidak bisa memberikan gajinya, karena biaya pendanaannya untuk itu tidak ada.

" Karena saat ini juga ada perubahan dan melalui regulasi yang terbaru mengatur, dan mereka pun masa jabatannya sudah berakhir. Kemudian kalau itu yang dipersoalkan, tentu kita akan mengikuti saja segala prosesnya dan kita pun akan menjelaskan semuanya nanti saat di kejaksaan, " pungkas Iron. (Honest Pliko)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber: romeo
Tag: agam,hukum,sumatra-barat

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Bukittinggi Siap Selenggarakan Finish dan Clossing Tour de Singkarak 2017

Bukittinggi Siap Selenggarakan Finish dan Clossing Tour de Singkarak 2017

BUKITTINGGI - Lomba balap sepeda tahunan yang diikuti pebalap internasional dari 36 negara maupun nasional diadakan di...

Peringatan Hari Pahlawan di Pasaman, Bupati Yusuf Lubis Bacakan Amanat Menteri Sosial

Peringatan Hari Pahlawan di Pasaman, Bupati Yusuf Lubis Bacakan Amanat Menteri Sosial

PASAMAN - Bupati Pasaman, Yusuf Lubis bertindak selaku Inspektur Upacara Dalam Rangka memperingati Hari Pahlawan Ke-72,...

Cegah Korupsi Dana Desa, Padang Pariaman MoU dengan Dua Polres

Cegah Korupsi Dana Desa, Padang Pariaman MoU dengan Dua Polres

PADANG PARIAMAN - Pemerintah kabupaten Padang Pariaman lakukan MoU dengan dua Polres dalam hal pencegahan...

Dalih Ambil Jemuran, Napi Kasus Pembunuhan Kabur dari LP Muaro Padang

Dalih Ambil Jemuran, Napi Kasus Pembunuhan Kabur dari LP Muaro Padang

PADANG - Kejadian napi yang kabur kembali lagi terjadi di Sumatra Barat. Kali ini, seorang tahanan di Lembaga...

Prediksi Liga 1: Laga Krusial Semen Padang FC vs PS TNI

Prediksi Liga 1: Laga Krusial Semen Padang FC vs PS TNI

BOLA - Pekan ke-34 atau pekan terakhir Liga 1 2017 merupakan laga hidup mati bagi Semen Padang FC yang akan menghadapi...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu