minangkabaunews
Redaksi - Info iklan - Disclaimer - Kontak
Rabu, 24 09 2014  
facebook twitter
Terkait Kasus Suap Impor Daging Sapi, PKS Diminta Tarik Menteri dari Kabinet SBY
Minggu, 03 Februari 2013 - 21:12:19 WIB
Jakarta, MinangkabauNews Sebgai bentuk dukungan terhadap Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq yang saat ini ditahan KPK, Kader PKS di Cirebon menggelar doa bersama, juga menyampaikan tuntutan kepada DPP PKS agar keluar dari kabinet.

Alasannya, mereka kecewa atas penahanan Luthfi. "Sebelumnya, Luthfi Hasan tidak pernah diperiksa sebagai saksi atau terperiksa. Namun tiba-tiba ditahan oleh KPK. Ini janggal sekali," kata Ketua DPD KPS Kota Cirebon, Mohamad Abdullah, Sabtu (2/2) kemarin.

Kader PKS Kota Cirebon tetap memberi dukungan kepada Luthfi Hasan dalam kasus impor daging. Mereka juga mendoakan agar Luthfi Hasan diberi kesabaran dan tetap tegar.

Abdullah juga meminta kepada Presiden PKS, Anis Matta, untuk membawa PKS keluar dari koalisi serta menarik semua menteri dari PKS, keluar dari Kabinet Indonesia Bersatu jilid ke-2 ini.

Di kabinet SBY, ada tiga menteri asal PKS yakni Menkominfo Tifatul Sembiring, Mensos Salim Segaf, dan Mentan Suswono.

Mereka meminta seperti itu, karena ingin lebih independen dalam mengontrol pemerintah. Selain itu, PKS lebih berkonsentrasi terhadap Pemilu Legislatif, sehingga target masuk dalam 3 partai besar pemenang Pemilu 2014, bisa tercapai.

Menanggapi desakan itu, Ketua FKS Hidayat Nurwahid mengatakan itu baru sebatas aspirasi. Kalau permasalahannya tentang KPK, tentu jawabannya bukan keluar dari kabinet," kata Hidayat, Sabtu kemarin

Hidayat menilai, permintaan kader di Cirebon sebagai hal yang wajar dalam demokrasi. Dia pun mempersilakan untuk disampaikan. Namun, ada pertimbangan lain yang memberikan nuansa yang berbeda. Pemimpin partai tentu harus mengelola permintaan-permintaan aspirasi-aspirasi itu dan tidak membungkamnya. ''Tapi pasti keputusan partai akan dilakukan dengan cara-cara yang proporsional yang betul-betul menjawab tantangan yang ada,'' jelasnya.

Hidayat memberi sinyal, bila dalam pekan yang akan datang ada perkembangan tertentu, pihaknya siap untuk keluar dari kabinet. "Ke depannya ada masalah-masalah serius di kabinet maka kami akan memberikan keputusan apakah akan tetap di kabinet atau di luar kabinet," tegasnya.

Relasi Politik
Sementara itu, peneliti politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Abdullah Dahlan, mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap relasi politik yang terbangun antara tersangka dugaan suap impor daging sapi dengan kementerian terkait.

Dia menegaskan, sangat aneh jika KPK tidak melihat dan menelusuri relasi itu.
Dalam kasus dugaan suap impor daging sapi itu, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka yaitu Presiden PKS yang juga anggota Komisi I DPR Luthfi Hasan Ishaaq, dua direktur PT Indoguna Utama yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi, serta orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah.

Keempat tersangka sudah resmi ditahan KPK di tempat berbeda. Juard Effendi ditahan di Rutan Salemba, Arya Arbi Effendi di Rutan Cipinang, Ahmad Fathanah di Rutan KPK, dan Luthfi Hasan Ishaaq di Rutan KPK Cabang Guntur. (bp)



Baca juga :
  • Curahan Hati Ayi Muzayni, Protokoler Presiden PKS
  • Terkait Kasus Pengadaan Alquran, Priyo Siap Dipanggil KPK
  • Hakim Agung John Roberts Lantik Obama Sebagai Presiden
  • Paloh Pimpin Nasdem, HT Mundur dari Nasdem
  • Tim SAR Gabungan Temukan 4 Korban Banjir di Plaza UOB

  • TERKINI
    TERPOPULER
    website murah

     
    Redaksi | Info iklan | Disclaimer | Kontak

    - Pilkada - Pos Polisi - BNK Padang - Pariwisata - Kesehatan - Kosmo - Kriminal - Olahraga - Nasional - Otomotif - Bola - Makan - Metro - ShowBiz - Sosial - Internasional - Peristiwa - Pendidikan - Ekonomi - Seni Budaya - Opini - Muhammadiyah - Bisnis - Minangkabau - Daerah - Perempuan - Tokoh - Teknologi - Politik
     
    Copyright 2011 - 2014 Minangkabaunews All Rights Reserved
    facebook twitter