minangkabaunews
Redaksi - Info iklan - Disclaimer - Kontak
Sabtu, 20 Desember 2014  
facebook twitter
Kisruh Palopo SBY Nilai Pemda Kurang Tanggap
Selasa, 02 April 2013 - 12:22:21 WIB
Jakarta, MinangkabauNews --Menanggapi peristiwa kerusuhan dan pembakaran fasilitas umum, Kantor Walikota Palopo dan Kantor media lokal di Palopo, Sulawesi Selatan, Palopo Pos, yang dibakar massa pendukung salah satu kandidat calon wali kota, Minggu (31/3/2013). Polisi baru menetapkan satu tersangka berinisial I dan masih membutuhkan keterangan saksi-saksi terkait kasus ini. Demikian dikemukakan Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol. Boy Rafli Amar, Senin (1/4) kemarin.

Polisi baru menetapkan satu tersangka berinisial I dan masih membutuhkan keterangan saksi-saksi terkait kasus ini. Demikian dikemukakan Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol. Boy Rafli Amar, Senin (1/4) kemarin.

Ia mengatakan jumlah pelaku pembakaran dan perusakan fasilitas umum ini diperkirakan mencapai ratusan orang. Diduga aksi anarkis ini terjadi karena massa dari Haidir Basir-Tamrin Jufri (Hati) kecewa terhadap KPUD yang menetapkan pasangan Judas Amis-Ahmad Sarifuddin (JA) unggul 737 suara pada pilkada putaran kedua.

Sementara itu, dalam rapat terbatas membahas perkembangan situasi dalam negeri, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menyinggung kasus ini. Presiden menyayangkan kerusuhan di Palopo. Menurut Presiden, seharusnya peristiwa tersebut dapat dicegah. Selain itu, pemerintah daerah kini juga sudah dibekali dengan Inpres Nomor 2 Tahun 2013 sebagai acuan penanganan konflik sosial bagi pemda dan jajaran keamanan.

Presiden menilai Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan jajarannya tidak tanggap untuk mengantisipasi meledaknya kerusuhan tersebut.

Pascapembakaran Kantor Wali Kota Palopo, aktivitas pelayanan masih lumpuh. Ratusan pegawai pemerintah tidak bisa berkantor dan hanya bisa menatap kantornya yang hangus terbakar. Sejumlah fasilitas kantor seperti komputer, tumpukan berkas, dan sejumlah mobil dinas juga hangus terbakar. Menurut Asisten III Pemkot Palopo Andi Dahri, rencananya pelayanan kantor akan dipindahkan ke rumah dinas wali kota.

Aksi pembakaran ini terjadi setelah hasil pemilihan wali kota putaran kedua diumumkan KPUD Palopo. Dalam rapat pleno, KPUD Palopo menetapkan pasangan Judas Amis-Ahmad Sarifuddin (JA) sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo periode 2013-2018. Pasangan JA unggul dengan perolehan 37.469 suara dibanding dengan pasangan Hati yang hanya memperoleh 36.731 suara.

Pendukung pasangan Hati tidak terima dengan pengumuman putaran kedua ini karena merasa dicurangi. Akibatnya ratusan massa pendukung Hati melakukan perusakan dan pembakaran Kantor DPD II Golkar, Kantor Wali Kota Palopo, Kantor Camat Wara Timur, dan kantor media lokal Palopo Pos.Pengamanan di Kota Palopo saat ini ditingkatkan. Aparat kepolisian dan TNI masih terus disiagakan dan disebar di beberapa titik, di antaranya instansi pemerintan, kantor KPU, dan rumah salah satu kandidat.

Menurut Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Mudji Waluyo, tinggat kesiagaan Kota Palopo ditingkatkan. Polda Sulawesi Selatan saat ini menurunkan 1.150 aparat kepolisian dan dua SSK atau sebanyak dua ratus anggota TNI. (bp)



Baca juga :
  • Kasus Suap Hakim PN Bandung, KPK Geledah Tujuh Tempat
  • Empat Napi Ditembak Mati, Diduga Pelakunya Oknum TNI
  • RUU Kumpul Kebo Tuai Kontroversi
  • RUU Santet Bisa Diberlakukan
  • Timwas Century Panggil Menteri Perdagangan

  • TERKINI
    TERPOPULER
    website murah

     
    Redaksi | Info iklan | Disclaimer | Kontak

    - Pilkada - Pos Polisi - BNK Padang - Pariwisata - Kesehatan - Kosmo - Kriminal - Olahraga - Nasional - Otomotif - Bola - Makan - Metro - ShowBiz - Sosial - Internasional - Peristiwa - Pendidikan - Ekonomi - Seni Budaya - Opini - Muhammadiyah - Bisnis - Minangkabau - Daerah - Perempuan - Tokoh - Teknologi - Politik
     
    Copyright 2011 - 2014 Minangkabaunews All Rights Reserved
    facebook twitter