minangkabaunews berita padang berita sumbar
headline
home berita Perempuan

Sosok Rohana Kudus, Wanita Tangguh Minangkabau di Dunia Pers

Senin, 22 April 2013 - 15:21:34 WIB - 4315
Sosok Rohana Kudus, Wanita Tangguh Minangkabau di Dunia Pers

Padang, MinangkabauNews -- Banyak para pejuang yang telah berjasa membela bumi pertiwi ini, laki-laki dan perempuan, sebagian telah mengapung ke tingkat nasional, bahkan internasional, namun sebagian yang lain seakan terabaikan, padahal mereka tidak kalah banyak berbuat demi kemaslahatan khalayak ramai, salah satu diantara mereka adalah Rohana Kudus.

Biografi Rohana Kudus
Tidak banyak yang tahu siapa gerangan Rohana Kudus, bahkan untuk tingkat Sumatera Barat, negeri asalnya, dia nyaris tidak dikenal. Mungkin orang hanya mengenal nama itu sebagai narna jalan, nama gedung, nama usaha kripik balado dan sebagainya. Padahal Rohana Kudus diakui Negara sebagai “Perintis Pers Nasional”. Soal kiprahnya, mungkin juga hanya segelintir orang yang tahu, itupun mungkin tidak persis detailnya, padahal perjuangannya sangat besar, tidak kalah juka dibandingkan pejuang perempuan lainnya, namun hingga saat ini dia belum juga memperoleh gelar 'Pahlawan Nasional'.

Rohana Kudus dengan nama asli, Siti Rohana, lahir pada tanggal 20 Desember 1884 di Koto Gadang Bukittinggi, Kabupaten Agam. Rohana adalah anak pertama pasangan Moehammad Rasjad Maharadja Soetan dengan Kiam. Ayahnya seorang jaksa dan adik tirinya seorang pedana menteri pertama RI, Sutan Syahrir.

Sejak usia yang sangat dini, yaitu delapan tahun, Siti Rohana Kudus sudah mulai mengajar membaca, membagi ilmu dan kepandaian kepada teman-teman sebayanya. Rohana Kudus mengajari perempuan-perempuan agar dapat membaca dan berbagai berbagai keterampilan, sehingga mereka bisa menjadi perempuan yang kreatif dan mandiri. Awalnya secara sembunyi-sembunyi, dari satu rumah ke rumah lainnya, mengajarkan para gadis saat mereka menjadi pingitan, sebab keluar rumah bagi perempuan, dianggap hal tercela di kalangan masyarakat Minang saat itu.

Kemudian berangsur kemajuan berskala kecil, dengan memanfaatkan tempat seadanya, selanjutnya Siti Rohana memberanikan diri mendirikan tempat pendidikan yang diberi nama “Amai Setia” pada tahun 1892 di Koto Gadang Bukittinggi.

Pada tahun 1911, sebagai permulaan industri rumah tangga di Minangkabau, Rohana Kudus membentuk organisasi 'Kerajinan Amai Setia', dengan mengbimpun para perempuan untuk diberi bekal keterampilan. Tahun 1915 organisasi ini dapat pengakuan badan hukum olehpemerintahan Hindia Belanda, dan hingga saat ini pusat keterampilan ini masih masih eksis sebagai pusat penjualan hasil kerajinan khas Minang Kabau, yang berlokasi di Koto Gadang Bukittinggi, Kabupaten Agam Sumatera Barat.

Di saat tindakan penjajah Belanda yang semakin membabi buta, Rohana Kudus turut membantu pergerakan politik dengan tulisannya yang membakar semangat juang pam pemuda. Rohana Kudus ikut berpartisipasi mempelopori berdirinya dapur umum dan badan sosial untuk membantu para gerilyawan. Rohana juga mencetuskan ide bernas, penyelundupan senjata dan Koto Gadang ke Bukittinggi melalui Ngarai Sianok dengan cara menyembunyikan diantara buah-buahan dan sayuran, yang kemudian dibawa ke daerah-daerah lain dengan keretapi.

Hingga ajalnya menjemput, Rohana Kudus masih terus berjuang, termasuk ketika merantau ke Lubuak Pakam, Kota Medan. Di sana, pejuang perempuan Minang ini, mengajar dan memimpin surat kabar Perempuan Bergerak. Setelah tiga tahun lamanya di rantau orang, kemudian Rohana pulang ke kampung halamannya dengan menjadi Redaktur Surat Kabar Radio, yang diterbitkan Cina Melayu di Padang dan surat kabar Cahaja Sumatera.

Di usianya yang matang sebelum dan setelah menikah dengan Abdul Kuddus, Rohana mengalami berbagai benturan sosial dengan pemuka agama, adat, dan masyarakat. Rohana dipuji dan dikagumi, tetapi sekaligus difitnah dan dicaci maki, yang mengakibatkan dengan terpaksa Rohana pernah meninggalkan kampung halamannya. Dalam situasi seperti itu Rohana tetap berjuang, Rohana Kudus mendirikan Rohana School di Bukittinggi. Dia pun aktif dalam Partai Pergerakan Bawah Tanah yang menentang kolonial Belanda.

Ternyata perempuan yang mempunyai nama Rohana Kuddus ini, betul-betul amazing (luar biasa) pada masa itu dan mungkin juga untuk era sekarang ini. Dia mampu berkiprah ditengah-tengah pergolahkan bangsa, mampu banyak berbuat tanpa pendidikan formal. Rohana Kudus berperan menjadi guru, berkat kegigihannya pun telah dapat berdiri Rohana School dan Sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS).

Demikian juga halnya dalam bidang jurnalistik juga tanpa belajar secara formal, Rohana dipercaya menjadi wartawan pada beberapa surat kabar dan bahkan bisa mendirikan sebuah surat kabar. Bila melihat kiprah hidup Rohana Kudus, untuk istilah zaman sekarang adalah perempuan multidimensi.

Rohana Kudus (1884-1972), selama puluhan tahun mengabdikan dirinya kepada masyarakat, bangsa dan negara, serta menjadi kebanggaan bagi kaum hawa yang diperjuangkannya. Rohana Kudus berjuang untuk kaumnya, menulis berbagai hal demi meningkatkan harkat dan martabat bangsa, tentang perempuan, seperti persoalan rumah tangga, agama, politik, sosial, dan lain sebagainya. Demi memajukan kaum perempuan, agar tercapainya kesejahteraan dan kemaslahatan bagi kaum perempuan.

Melalui tulisannya, Rohana Kudus berusaha membuka mata perempuan, memberikan pemehaman dan pengajaran.
Karya-karya jurnalistik Rohana, tersebar pada beberapa surat kabar di Sumatera Barat, dan beberapa pulau di Indonesia. Di antaranya, Sunting Melayu, Saudara Hindia, Perempuan Bergerak, Radio, dan Suara Koto Gadang. Rohana juga pemah menulis pada beberapa surat kabar yang terbit di Pulau Jawa, seperti Mojopahit, Guntur Bergerak, Fajar Asia.


Rohana Kudus mengungkapkan dan memuat fakta-fakta yang tampak pada masyarakat, mengungkapkan kekhawatirannya serta memberikan solusinya, memanfaatkan kepandaian serta fasilitas yang ada, sehingga kerajinan yang dihasilkan sekaligus membantu perekonomian masyarakat. Rohana menghimbau kaum perempuan untuk ikut berpartisipasi melawan penjajah, sebagai wujud cinta tanah air. Hal ini tergambar dari karya-karya jurnalistiknya, salah satu diantaranya melalui syairnya yang terbit di surat kabar Sunting Melayu, tanggal 23 Mei 1913, yang berjudul,:

“Setia Gerakan Perempuan Zaman ini”
Apabila diperhatikan bagaimana gerakan bangsa waktu ini, dan diperbandingkan dengan gerakan Hindia dan difikirkan bagaimana gerakan Sumatera waktu ini, maka taulah kita bahwa masih jauh jalan yang kita tembuh ke padang yang bernama kemajuan.

Akan tetapi hal ini janganlah disia-siakan terutama bagi orang yang berperasaan cinta, kasih sayang kepada bangsa dan lanah airnya. Hingga wakiu sekarang lerang kelihatan benar bagaimana gerakan bumi putera hendak meniru gera/can bangsa Eropa yang telah maju. Sepakat mendirikan perkumpulan dan lain-lain men genai pelejaran. Di Alam Minang Kabau kita sudah pula berbunga dengan mendirikan beberapa perserikatan.

Biarpun banyak perserikatan terutama buat laki-laki, akan tetapi marilah kaum perempuan berani minta terima kasih kepada ahli-ahli supaya kita dihelanya dari lembah kegelapan kejalan yang terang.

Beberapa tempat telah bertambah juga munid-munid perempuan dan belajar dengan rajinnya. Dan diharapkan mudah-mudahan sekalian bangsa Melayu yang ingin akan kemajuan dan keselamatan dan bangsa serta tanah airnya akan memperhatikan hal ini.

Berkat mendirikan Surat Kabar Sunting Melayu, sejak 12 Juli 1912, yang merupakan koran khusus wanita pertama di Indonesia. 25 Agustus 1974, Rohana memperoleh gelar pelopor wartawan perempuan Sumatera Barat dan dapat penghargaan pebagai perintis pers oleh pemerintah atas jasa-jasanya dalam perjuangan bangsa melalui dunia jurnalistik.

Sembilan November 2007, Rohana Kudus kembali dapat penghargaan dari pemerintah,dengan putusan perda nomor 068/ PK/ 2007, pengargaan 'Bintang Jasa Utama'. Penghargaan tersebut diserahkan melalui Gubemur Sumbar, Gamawan Fauzi, diterima cucu Rohana Kudus, Juneydi Juni pada acara puncak Hari Pers Nasional tingkat Sumbar di Istana Negara Bung Hatta, Bukittinggi, pada tanggal 16 Februari 2008.

Melimpah kiprah Rohana Kudus demi bangsa ini, namun bintang jasa yang diberikan untuk menghargai jasa-jasa tersebut tidak seberapa, belum setimpal dengan perjuangannya. Pantaslah kiranya Rohana Kudus memperoleh gelar "Pahlawan Nasional". (*/pep)

Berita ini bermanfaat?
sekarang juga!

Editor/Sumber:
Tag: perempuan

SILAHKAN BERBAGI


BE SMART, READ MORE

Ketahuan Buang Sampah di Jalan S. Parman, Mahasiswi Manis ini Diamankan Satpol PP Padang

Ketahuan Buang Sampah di Jalan S. Parman, Mahasiswi Manis ini Diamankan Satpol PP Padang

PADANG - Tim patroli Satpol PP Padang mengamankan seorang mahasiswi yang ketahuan membuang sampah sembarangan di...

TA 2017 Hampir Berakhir, Bupati Padang Pariaman Minta Kepala OPD Penuhi Lima Target

TA 2017 Hampir Berakhir, Bupati Padang Pariaman Minta Kepala OPD Penuhi Lima Target

PADANG PARIAMAN - Menyikapi hampir berakhirnya Tahun Anggaran 2017, Bupati Ali Mukhni meminta OPD mencapai lima target...

Malam Ini, Longsor Tutupi Akses Jalan Baso Agam Menuju Batusangkar

Malam Ini, Longsor Tutupi Akses Jalan Baso Agam Menuju Batusangkar

AGAM - Bencana longsor menerjang sarana jalan penghubung Baso menuju Batusangkar di Jorong Batu Taba, Nagari Koto...

Inilah Langkah Strategis yang Akan Diambil Pemko Bukittinggi Pasca Kebakaran Pasar Aur Kuning

Inilah Langkah Strategis yang Akan Diambil Pemko Bukittinggi Pasca Kebakaran Pasar Aur Kuning

BUKITTINGGI - Sijago merah menghanguskan ratusan toko di Pasar Aur Kuning, Bukittinggi, Jumat dini hari (17/11/2017)....

Realisasi KTP dan Akte di Tanah Datar Belum Mencapai Target

Realisasi KTP dan Akte di Tanah Datar Belum Mencapai Target

TANAH DATAR - Realisasi rekam KTP dan akte kelahiran di Tanah Datar masih belum optimal. Penyebabnya karena sering...


KOMENTAR ANDA



kaos minang unik dan lucu